Biasanya dalam mendesain Junction Box (JB) yang perlu di perhatikan adalah : 1. area JB tersebut Ex atau Non Ex, kalo Ex maka harus menggunakan JB yg Ex class juga; 2. JB harus di pisahkan antara Instrument dan Power (lighting dll); 3. untuk hematnya dari JB ke marshaling sebaiknya menggunakan multicore cable (untuk instrument); 4. untuk jumlah kabel dalam suatu JB, tergantung dari kebutuhan saja bisa untuk 24 instrument, dan 5. Keuntungan Penggunaan JB, antara lain memudahkan troubleshooting dan menghemat biaya kabel.

Tanya – Ifnul Mubarak

Salam rekan-rekan Migas,

Saya sedang mendisain penggunaan kabel dan jumlah kabel pada suatu Plant, dan saya ingin mencoba menggunakan Junction Box (JB) yang tujuannya untuk menghemat penggunaan kabel.

Ada beberapa hal yang belum saya pahami mengenai penggunaan JB :

Berapakah jumlah kabel yang dapat dihubungkan ke JB?

Apakah tipe kabel-kabel yg dihubungkan ke JB harus sama (untuk kabel instrumen makan seluruhnya kabel instrumen saja, atau untuk kabel power maka seluruhnya kabel power saja)?

Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan JB dibandingkan directly?

Terimakasih atas pencerahannya..

Tanggapan – Agus Iman

dear Pak Ifnul,

Biasanya dalam mendesain JB yg perlu di perhatikan adalah :

1. area JB tersebut Ex atau Non Ex, kalo Ex maka harus menggunakan JB yg Ex class juga.

2. JB harus di pisahkan antara Instrument dan Power (lighting dll).

3. untuk hematnya dari JB ke marshaling sebaiknya menggunakan multicore cable (untuk instrument)

4. untuk jumlah kabel dalam suatu JB, tergantung dari kebutuhan saja (kalo saya biasanya maks 48 core) bisa untuk 24 instrument.

5. Keuntungan Penggunaan JB, antara lain memudahkan troubleshooting dan menghemat biaya kabel.

mudah2an bs membantu…