Mohon batuan informasi mengenai standart untuk mass concrete ( pengecoran dalam jumlah banyak pada satu tempat) untuk pondasi mesin dengan volume beton sekitar 500 M3. Terima kasih sebelumnya.

Tanya – Joko Santoso

Yang terhormat rekan milis,

mohon batuan informasi mengenai standart untuk mass concrete ( pengecoran dalam jumlah banyak pada satu tempat) untuk pondasi mesin dengan volume beton sekitar 500 M3. Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Didit Hariyanto

Pak Joko,

Sebetulnya prinsipnya sama saja dengan pengecoran biasa, saya malah pernah sampai lebih 500 (untuk turbine sekitar 750 Cu M dan mass foundation 5.000 Cu M). yang harus diperhatikan adalah beda temperatur setelah pengecoran (centre dan surface/ bottom). Dulu saya memasang tiga Thermo couple dibeberapa titik (bottom kira-kira 30 cm diatas lantai kerja, centre dan surface ==> 30 cm dibawah surface) untuk memonitor setelah pengecoran (sampai 3 hari).

Seingat saya ada regulasi (ACI) yang mensyaratkan beda temperature tidak boleh melebihi 20 deg C.

Untuk menyiasati panas hydrasi saya pernah melakukan beberapa cara :

1.Meminimalkan suhu campuran awal/ beton segar (memakai air dingin, menurunkan suhu aggregate ==> dijaga agar lembab, memakai campuran Fly Ash)

2.Menjaga/ mengatur temperature penguapan surface beton setelah pengecoran (saya memakai plastic sheet dengan Styrofoam tebal 5 cm) yang buka tutupnya saya atur sedemikian rupa sehingga beda temperatur antara centre dan kulit (surface atau botton tidal lebih dari 20 deg C)

3.Ada beberapa teknik yang juga direkomendasikan seperti memasang jaringan pipa yang saling terkoneksi (metal) dalam beton ==> tujuannya untuk diisi air sebagai pengatur suhu dalam beton setelah pengecoran.

4. Yang lebih penting adalah menjaga kontinuitas pengecoran untuk mennghindari ‘cold Joint’.

Mungkin itu sharing saya (yang pendek ilmunya ini ==> maklum saya aplicator) kepada rekan yang lebih ahli mohon tambahannya.

Tanggapan 2 – Joko Santoso

Terima kasih atas infonya , ini sangat bermanfaat buat saya.