Offshore pipeline (underwater & surface) bersifat lebih ‘permanen’ (sekali
dipasang, akan tetap di situ sampai mencapai umurnya) sehingga metode
penglasan adalah paling efektif, secara teknis & ekonomi. Sementara tubular
drilling (dan juga completion) tidak permanen, harus bisa dilepas-pasang,
sehingga penyambungan tubularnya memakai sistem ulir (threaded
connections), praktis & ekonomis. Penglasan kadang dilakukan pada
well-tubular yg bersifat permanen, misalnya Casing.

Tanya – ckaelan_milis

Rekan2 migas,

Saya ada sedikit pertanyaan yang butuh pencerahan nih. Kenapa kalau offshore pipeline itu joint systemnya hanya welding system saja ya ?. Sedangkan drilling ( yang juga men join pipa) menggunakan threaded connection.

constraint yang baru kepikiran dengan adalah :

1. Fleksibilitas dari pipa yang di joint dengan las -> di butuhkan utk mencapai kurvature pada saat laying, …tapi drilling bukannya juga bisa mendrill dengan posisi yang kurvature juga – i.e horisontal drilling.
Apa karena kurvature dari drilling tidak se ekstrem kalau kita melakukan S-lay ?

2. resiko dari corrossion dan leaks di threaded connection…, tapi bukannya drilling juga menghadapi masalah yang sama ?

Kabayang, kalau pas nge lay make threaded connection, kecepatan nge lay bakal increase banyak tuh.

Tanggapan 1 – Ramzy SA

Logikanya

Drill pipe tidak dilas karena faktor safety, gimana kalau ada gas dari sumur terus ada pekerjaan las. Kemudian menurut API yang mananya tubular untuk keperluan drilling itu subject to be inspected every 6 months, dikhawatirkan terjadi korosi, crack bengkok selain ulirnya tentu nah kalau dilas gimana inspeksinya wong kalau disambung ada well yang panjangnya hingga km.

Tanggapan 2 – Habib Baehaki

Kalau threaded connection itu mahal pak, di drilling pun untuk yang pipa besar biasanya dilas juga, tapi ini untuk sekedar structure pipe, kalu untuk yang dipakai conductor dan pipa2 sesudahnya ya tetap threaded connection karena juga posisi vertical jadi lebih gampang. Disamping itu untuk threaded connection kan harus lurus supaya bias diputar waktu make up, sedangkan kalau untuk joint yang memang sengaja dibuat melengkung akan repot memutarnya waktu make up.

Tanggapan 3 – Doddy Samperuru

Pak Chris,

saya kira jawabannya simpel saja.

Offshore pipeline (underwater & surface) bersifat lebih ‘permanen’ (sekali
dipasang, akan tetap di situ sampai mencapai umurnya) sehingga metode
penglasan adalah paling efektif, secara teknis & ekonomi. Sementara tubular
drilling (dan juga completion) tidak permanen, harus bisa dilepas-pasang,
sehingga penyambungan tubularnya memakai sistem ulir (threaded
connections), praktis & ekonomis. Penglasan kadang dilakukan pada
well-tubular yg bersifat permanen, misalnya Casing.