Polyacrilamide termasuk dalam salah satu golongan flocculant, bentuknya sangat viscous, bahkan susah larut dalam air sehingga biasanya digunakan solution sekian persennya. Dalam dunia perminyakan sering digunakan sebagai deoiler alias reverse demulsifier alias bahan kimia yang berguna buat menyingkirkan minyak dari air. Cara kerjanya adalah dengan cara membentuk bridging antar droplet oil sehingga butiran-butiran kecil oil droplet bisa bergabung dan menyatu dengan droplet size yang lebih besar sehingga gampang memisah dari air (naik) keatas. Menurut pengalaman di EOR plant, polyacrylamide juga bisa digunakan sebagai turbidity reducer.

Tanya – gandi assalafy

Saya pernah membaca satu artikel tentang energi, tepatnya tentang Teknologi Enhance Oil Recovery (EOR). Dalam artikel berbahasa inggris itu, slah satu teknologi EOR adalah dengan menginjeksikan Chemical, yg berisi Poliakrilamida, sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan minyak, sehingga oil droplet dapat naik ke permukaan.Menurunkan tegangan permukaan berarti menurunkan viskositas.

Namun, dalam buku Encyclopedia of Chemical Technolgy, justru yg saya baca, bahwa Poliakrilamida dapat meningkatkan viskositas larutan. Dan salah satu aplikasi lainnya adalah sebagai aditif pada Drilling mUd, sebagai viscofier , alias penambah viskositas lumpur.

Jadi, saya mohon pencerahan dari Bapak2, kok sepertinya kedua hal tsb bertentangan ya? Yang satu bilang, menurunkan viskositas, yang satunya lagi bilang penambah viskositas.Yg mana yg benar?

Terimakasih

Tanggapan 1 – Ovulandra Wisnu

Polyacrilamide termasuk dalam salah satu golongan flocculant, bentuknya sangat viscous, bahkan susah larut dalam air sehingga biasanya digunakan solution sekian persennya. Dalam dunia perminyakan sering digunakan sebagai deoiler alias reverse demulsifier alias bahan kimia yang berguna buat menyingkirkan minyak dari air. Cara kerjanya adalah dengan cara membentuk bridging antar droplet oil sehingga butiran-butiran kecil oil droplet bisa bergabung dan menyatu dengan droplet size yang lebih besar sehingga gampang memisah dari air (naik) keatas. Menurut pengalaman di EOR plant, polyacrylamide juga bias digunakan sebagai turbidity reducer.

Tanggapan 2 – lilik sukirno

Kalau bapak baca buku The Nalco Water Handbook edisi ke 2 hal 11.4 disitu dijelaskan dengan gambar, aksi dari cationic emulsion breaker (polyacrylamide) dalam menetralisasi perubahan bentuk colloidal oil dropped dalam oily wastewater.
Polyacrilamide adalah Senyawa organik yang bersifat Cationic surfactant yang digunakan untuk emulsion breaker dari Oil dalam Water (O/W). Yang mengurangi viscositas.

Selain itu juga bisa digunakan sebagai chemical coagulant untuk garam-garam, besi, aluminum dalam larutan yang bersifat asam, dan membantu agglomerasi dari oil drop.
Sehingga menambah viscousitas larutan.
Demikian sekelumit informasi, bila kurang tepat mohon dijelaskan.

Terimakasih.