Mohon pencerahan, apakah bisa digunakan untuk gas/flame detector brand lain untuk difieldnya sedangkan PLCnya menggunakan brand lain. contoh ( difield menggunakan general monitor sedangkan plcnya siemens cerberus). Untuk input keplc tetap analog 4-20 mA, yang dikuatirkan nantinya pas pada saat kalibrasi untuk gas/flame detector.

Tanya – novi zulemi

Dear all,

Mohon pencerahan, apakah bisa digunakan untuk gas/flame detector brand lain untuk difieldnya sedangkan PLCnya menggunakan brand lain. contoh ( difield menggunakan general monitor sedangkan plcnya siemens cerberus).

Untuk input keplc tetap analog 4-20 mA, yang dikuatirkan nantinya pas pada saat kalibrasi untuk gas/flame detector.

Tanggapan 1 – Arief Rahman

Pak Novi,

Tergantung compatibility dari signal antar sistemnya. Kalau input card PLC-nya 4 – 20 mA, selama yang di field juga 4 – 20 mA (dan loop impedancenya tidak melebihi maximum load yang diperbolehkan oleh PLC dan sensornya) mestinya bisa dipakai.

Agak berbeda kalau PLC-nya menerima input tipe Digital data communication dengan protocol proprietary dari Siemens Cerberus, sementara sensornya pakai 4 – 20 mA atau pakai protocol yang berlainan.

Di plant kami, kami memakai PLC dan Flame/Gas Detector dengan brand berlainan dan so far so good karena keduanya sama-sama 4 – 20 mA. Check spesifikasi dari Input card PLC dan output specifikasi dari sensornya dengan hati-hati.

Tanggapan 2 – Arnold Edward

Pak Arief, barang kali dilihat juga, flame detektor-nya tipe Fasive atau Aktive. Maksudnya Flame detektornya memiliki tegangan sendiri (biasanya 24VDV) atau tidak. Kalau transmitterkan biasanya tegangan 24VDC nya di Drive dari A/I. Hati2 pak novi.

Tanggapan 3 – novi zulemi

Dear Pak Arief,

kalo diliat dari fieldnya outputnya 4- 20 mA dan PLcnya A/I 4- 20 mA, yang menjadi pertanyaan alo nanti pada saat kalibrasi apakah tidak mempengaruhi komunikasi antara plc dengan field instrumentnya sendiri, mohon bantuannya disebabkan terlalu banyak gas dan flame detector yang kita isolated karna malfunctions ( F/G sendiri langsung ke ESD system). atau bisa dibantu vendor mana yang bisa supply flame/ gas detector sekalian dengan alat kalibrasi untuk flame detector brandnya siemens cerberus.

Tanggapan 4 – Arief Rahman

Sebelumnya minta maaf kalau baru sekarang menjawab email anda karena baru baca email migas sekarang. He . he

Pak Novi, kebetulan kalau saya hanya pernah terlibat dengan flame detector (UV/IR dan Tripple IR) dari Detronics.

Kalau berbicara 4-20 mA pertanyaan berikutnya adalah apakah conventional 4 – 20 mA atau HART based 4 – 20 mA ???

Perkenankan saya cerita pengalaman saya test Flame Detector.

Untuk flame detector-flame detector ini 4-20 mA outputnya biasanya tidak sama persis seperti 4-20mA output Diff. Press/Press transmitter. Output dari flame detector ini output current-nya discrete.

Ambil contoh misalnya UV/IR dari Detronics yang Output current-nya seperti table berikut :

Metode testing (menurut saya lebih pas ketimbang istilah : kalibrasi) flame detector juga macam-macam, ada yang pakai magnet ada yang pakai UV/IR lamp dsb-dsb. Please refer ke Instruction manual dari Siemens.

Kalau misalnya menurut manual caranya pakai alat-alat berikut : UV lamp, IR lamp, UV/IR lamp maka anda harus menggunakannya dan check kesesuaian output current-nya dengan spesifikasi dari vendornya (bisa dilihat pada manualnya).

Note : Kecuali ada cara untuk switch (baik manual atau otomatis) dari mode NORMAL ke mode CALIBRATION/TESTING, make sure saja anda tidak lupa inhibit output ke ESD anda pada saat testing (jangan sekali-kali isolate input !!) karena plant anda bisa shutdown.

Kalau soal Fault yang terjadi di flame detector penyebabnya bisa beragam. Bisa saja :

– Detectornya rusak (dan ini mungkin bisa dilihat dari korelasi input dan outputnya)

– Power supply di loop-nya terlalu rendah sehingga pada saat ada trigger alarm dan terjadi ‘inrush’ current, current loopnya drop sampai di bawah minimum current sehingga fault. Ini sering terjadi pada sensor-sensor fire

– Ground fault

– dsb-dsb.