Bond (jaminan) dalam suatu proyek sangat banyak, tetapi yang selalu ada: 1. Bid Bond; jaminan saat suatu pelelangan proyek dilakukan. Jaminan ini otomatis menjadi milik client, apabila peserta penawaran yang sudah memasukkan penawaran, menarik kembali penawarannya; 2. Performance Bond; ini merupakan jaminan pengganti Bid Bond, jika peserta penawaran tersebut sudah dinyatakan sebagai pemenang. Jaminan ini otomatis menjadi milik client, apabila pemenang mengundurkan diri dari project tersebut. (Bid Bond akan dikembalikan kepada peserta tender, jika pemenang sudah ditentukan); 3. Retention Money; ini merupakan pengganti Performance Bond, apabila proyek tersebut sudah dinyatakan selesai. Uang ini akan dikembalikan kepada pelaksana proyek, jika masa jaminan proyek telah selesai. Jika ada kerusakan, atau masalah yang masih menjadi tanggung jawab pelaksana, namun pelaksana tidak memenuhunya, maka retention money ini otomatis menjadi milik client. (Performance Bond akan dikembalikan kepada pelaksana proyek jika proyek dianggap complete).

Tanya – Sukra Arnaldi Ahda

Salam Migas,

Pelaksanaan proyek konstruksi tidak terlepas dari Performance Bond dan Retention Money. Ada kalanya employer membolehkan Retention Bond untuk menggantikan Retention Money.

Hal mendasar yang belum saya mengerti dan ingin saya tanyakan adalah: jika sudah ada Performance Bond, kenapa mesti ada Retention Money, apalagi Retention Bond?

Terima Kasih,

Tanggapan 1 – agussihotang

Bung Arnold,

Sependek pengalaman ane di Migas,

Retention Bond diperlukan manakala ada amendment perpanjangan dalam jangka waktu kontrak.. Sementara performance bondnya sudah habis atau expired.

Prinsipnya, uang dari kontraktor harus ada yg ditahan sebagai jaminan tidak kabur atau mangkir dari pekerjaan ataupun asal-asalan karena sudah mau habis nilai kontraknya.

.

Tanggapan 2 – dharma trioko

Salam Pak Arnol,

Bond (jaminan) dalam suatu proyek sangat banyak, tetapi yang selalu ada

1. Bid Bond; jaminan saat suatu pelelangan proyek dilakukan. Jaminan ini otomatis menjadi milik client, apabila peserta penawaran yang sudah memasukkan penawaran, menarik kembali penawarannya.

2. Performance Bond; ini merupakan jaminan pengganti Bid Bond, jika peserta penawaran tersebut sudah dinyatakan sebagai pemenang. Jaminan ini otomatis menjadi milik client, apabila pemenang mengundurkan diri dari project tersebut. (Bid Bond akan dikembalikan kepada peserta tender, jika pemenang sudah ditentukan)

3. Retention Money; ini merupakan pengganti Performance Bond, apabila proyek tersebut sudah dinyatakan selesai. Uang ini akan dikembalikan kepada pelaksana proyek, jika masa jaminan proyek telah selesai. Jika ada kerusakan, atau masalah yang masih menjadi tanggung jawab pelaksana, namun pelaksana tidak memenuhunya, maka retention money ini otomatis menjadi milik client. (Performance Bond akan dikembalikan kepada pelaksana proyek jika proyek dianggap complete)

Intinya… selalu ada jaminan di sepanjang durasi proyek, mulai dari penawaran, bahkan setelah proyek selesai.

Tanggapan 3 – donny rico m

Mas Arnol,

nature nya PB, RB adalah sama yakni sama-sama ingin dibayar dimuka yang disesuai dengan nilai project dan kondisi masing2 serta persetujuan nilainya. bedanya PB dan RB adalah di waktu penyerahan bonds. PB di awal project, RB di akhir project. sementara BB, itu lebih sifatnya adalah keperluan tender agar bidder yang kita panggil qualifikasinya sudah kelas yang sesuai dengan project dan sebagai uang ganti atas dokumen tender yang akan kita berikan.

karena nature nya tadi ingin dibayar dimuka, uang yang nantinya diterima tersebut diganti dengan bentuk jaminan yang biasanya berasal dari bank. secara cash flow akan sangat menguntungkan kontraktor yang bekerja menerima pembayaran langsung dibanding dia harus menunggu project sampai pada tahapan tertentu. sebagai gantinya, dia siapkan jaminan tersebut baik untuk PB atau RB.

sebenarnya adalah kekuatan buyer nego ke kontraktor untuk mencegah kemungkinan adanya Bonds. karena klausul dibayar di muka bisa diganti dengan terms nya adalah progress payment. secara audit, secara project timeline, secara cash flow sangat menguntungkan daripada menerima Bonds.

tapi project sekelas bangun pabrik, new areas, new dams, are almost impossible.

semoga membantu.