Untuk pipa gas memang harus diganti bagian yg bocor dengan ‘pipa yg pendek’ karena ini menyangkut sifat gas itu, risikonya besar jika kita install emergency clamp saja atau sleeve. Jadi harus cutting, buang bagian yg rusak, dan re-joint, dgn welding.

Tanya – eko prasatiyo

Dear rekan2 migas,

Mohon informasi tentang berita dibawah, ada yg mengetahui status updatenya?

————————————–

Zen Coursleo

Dear ALL,

Pipa Gas PT Trans Gasindo di Riau Bocor, Warga Diungsikan

Chaidir Anwar Tanjung detikNews

Pekanbaru – Jaringan pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (Tran Gasindo) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengalami kebocoran. Ratusan warga di sekitar lokasi semburan gas itu pun terpaksa diungsikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kebocoran pipa gas ini terjadi, Rabu (29/09/2010) sekitar pukul 10:00 WIB. Lokasi jaringan pipa yang bocor itu tepatnya di Desa Pangkalan Kasai, Kecamatan Sei Brinda, Kabupaten Inhu.

‘Awalnya kami mengdengar suara gemuruh seperti pesawat. Setelah dicari sumbernya, ternyata pipa gas milik perusahaan di desa kami ada yang bocor,’ kata Eka Sondra warga setempat saat dihubungi wartawan.
Dia menjelaskan, semburan gas itu menjulang setinggi 10 meter. Karena takut, warga RT 45 dan RT 30 desa setempat kini diungsikan ke SD 01 yang jaraknya Cukup aman dari semburan gas tersebut.

‘Saat ini ada ratusan jiwa warga desa yang diungsikan sementara di gedung sekolah. Warga diungsikan sementara oleh pihak perusahaan,’ kata Eka.

Menurut Eka, pihak perusahaan tengah berusaha untuk menutup kebocoran pipa gas tersebut. Sejauh ini, pihak perusahaan PT Trans Gasindo belum dapat dikonfirmasi. Begitu juga dengan Perwakilan BPMIGAS di Riau.

It is not howmuch we do, but how much love we put in the doing. It is not how much we give , but how much love we put in the the giving.

Tanggapan 1 – Swastioko Budhi S.

Pipa gas TGI di ruas Grissik ke Riau di KP 277 yang terletak di Desa Kampung Sawah, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami kebocoran pada pukul 10.45 WIB, Rabu (29/9). Untuk diketahui panyaluran gas dari Grissik ke Riau ini adalah untuk menunjang operasi produksi lapangan-lapangan minyak yang dioperasikan oleh Chevron Pacific Indonesia (CPI), BOB Pertamina-Bumi Siak Pusako (BOB P-BSP) dan BUMD Sarana Pembangunan Riau (BUMD SPR).

Elan menjelaskan, setelah kejadian, Conoco Phillips sebagai produsen gas tersebut langsung melakukan komunikasi dengan para pembeli dan stakeholder terkait yang terkena dampak.’Supply gas telah dialihkan ke pasar-pasar lain yang memungkinkan untuk menerima,’ katanya.

Conoco Phillips, kata dia, telah menawarkan bantuan teknis dan operasional kepada TGI untuk perbaikan pipa. ‘Kami berharap agar TGI dapat segera melakukan perbaikan guna mengurangi dampaknya terhadap produksi dan keuangan,’ kata Elan.

Terkait dampak turunnya produksi minyak lapangan Duri, Chevron Pacific Indonesia, hingga pukul 00.00 WIB, Kamis (30/9) tercatat 32.000 barel untuk Chevron Pacific Indonesia (CPI), 3.700 barel untuk BOB Pertamina-Bumi Siak Pusako, dan 200 barel untuk BUMD Sarana Pembangunan Riau. Penurunan produksi diperkirakan akan lebih besar lagi mengingat harus dilakukan penutupan sumur produksi sebanyak 700 sumur untuk CPI, 400 sumur untuk BOB P-BSP.

‘Perkiraan akan ada penurunan produksi mencapai 150.000 barel per hari,’ kata Elan. Perbaikan kebocoran sedang diupayakan dengan cara ‘cutting and rewelding’. Perbaikan diperkirakan akan memakan waktu tiga hari.

Source : www.bpmigas.com

Tanggapan 2 – eko prasatiyo

Terima kasih pak atas informasinya,

Kalau boleh tahu bagaimana cara kerja cutting and rewelding yang dimaksud?

Apakah lebih efektif dari sistem emergency leak stop yang lain seperti online leak sealing atau hot tapping?

Mohon tanggapan dan masukan rekan2 migas sekalian.

Tanggapan 3 – Johanes BS/ jbsiagian

Pak Eko,

Menurut saya untuk pipa gas memang harus diganti bagian yg bocor dengan ‘pipa yg pendek’ (saya lp istilah inggris nya) karna ini menyangkut sifat gas itu, risikonya besar jika kita install emergency clamp saja atau sleeve. Jadi harus cutting, buang bagian yg rusak, dan re-joint, dgn welding.
Silahkan utk rekan2 yg lain jika ingin menyanggah atau menambahkan.

Tanggapan 4 – rahmat_dlyr2g

Mungkin spool spies maksud ya pak,dengan memberikan flange di existing spool dan di new spool yang pendek.jadi persambungannya jadi bolting nantinya.

Tanggapan 5 – rccb suwandi

ya itu sih jalan yang cukup baik dan gampang tapi harus di perhatikan:

1. Pipa baru bersifat anodik dan kalah dengan Pipa yang lama yang lebih stabil

2. Untuk hal item 1. di atas maka perlu kita tambahkan katodik (baik Sacrificial atau Impressed tergantung panjang dan besar nya diamter Pipa tersebut).

Tanggapan 6 – Bakti Kumoro

Bapak-Bapak Milis Migas Indonesia,

kebetulan saya hari H kejadian langsung berangkat ke lapangan dan sampai di Belilas Gas Booster Station sekira jam 12 malam, selanjutnya mendapatkan brief singkat dari Manager Regional Office setempat dan selanjutnya ke lapangan sampai jam 4 subuh…. selanjutnya dilakukan methode cut and replace memakan waktu 5 hari (kebetulan medannya agak sedikit ekstrim). investigasi selanjutnya akan dilakukan oleh 3rd party yang berwenang. demikian informasi yang bisa saya share tentang kejadian tersebut.

Tanggapan 7 – sdqkurniawan

Pak Eko,

AFAIK, Mungkin yg dimaksud cutting dan rewelding tersebut adalah penyisipan. pipa yang bocor dipotong kemudian disisipkan pipa baru yang materialnya sama (setara). Dugaan saya pipa tersebut dilakukan penysipan dlm keadaan offline (tidak beroperasi). Bila tetap dlm kondisi online, maka harus dibuatkan bypass terlebih dahulu.
IMHO, Untuk solusi jangka pendek, emergency leak stop memang lebih efektif, tapi tidak untuk jangka panjang karena sifatnya yg temporary solution. Emergency leak stop tujuan utamanya adalah menutup kebocoran sesegera mungkin tanpa menutup aliran (pipa masih dlm keadaan online).

Saya pribadi lebih tertarik dengan penyebab kebocoran tsb. Adakah rekan-rekan milis yg dapat membagi informasi ttg penyebab kebocoran?

Tanggapan 8 – And Riawan

Pak Sidiq,

Cukup menarik jika di ganti dengan pipa yang setara:

mohon kajian tentang korosi nya di bahas disini, karna walau pun spesifikasi pipanya sama tapi umurnya berbeda.

1. bagaimanakah dengan potensi korosinya? krn 2 pipa yg berbeda akan menimbulkan beda potensial . . .

2. bagaimana kah metode pencegahan korosi untuk hal tersebut?

Tanggapan 9 – Isya Muhajirin

Saya melihat dengan melakukan penggantian ‘setara’ atau ‘in-kind’, sejatinya mitigasi korosi sudah mulai dilakukan. Walaupun potensial pipa baru akan berbeda dengan pipa lama, seiring waktu maka potensial akan seimbang dengan adanya polarisasi. Selain itu dengan kondisi fluida gas, diharapkan pula komposisi komponen penyebab korosi lebih sedikit.

Untuk selanjutnya dalam maintenance sehari-hari (day-to-day operation) mitigasi korosi yg biasa dilakukan seperti chemical injection dan rutin pigging harus tetap diteruskan. Dengan rutin inspeksi seperti InLine Inspection, maka akan diketahui kondisi pipa tersebut. Saya kira TGI memiliki cukup banyak ahli dibidang pipeline integrity sehingga hal tersebut tidak akan luput dari pengamatan mereka.

Tanggapan 10 – sidiq kurniawan

Jika yang dimaksud korosi disini adalah galvanic corrosion, maka dengan menggunakan material yg sama atau setara diharapkan galvanic corrosion tersebut tidak terjadi. Sepakat dengan Pak Isya, keseimbangan potensial akan lebih mudah terjadi bila materialnya relatif sama.

Selain mitigasi yang disebutkan oleh Pak Isya, metode indirect inspection seperti inspeksi soil resistivity dan CIPS/DCVG dapat dilakukan juga untuk mengetahui efektifitas dari Cathodic Protection.
Terlepas dari itu, penyebab leak sudah dijelaskan sebelumnya dari email Pak Permana Chepy adalah geoteknik.

Saya masih kurang paham apa yg dimaksud dengan ‘geoteknik’ ini?

Apakah terjadi soil movement di KP 277 tersebut?

Bagaimana cara mendeteksinya?

Bagaimana pencegahannya supaya hal serupa tidak terulang kembali?

Tanggapan 11 – Isya Muhajirin

Mencoba menerka apakah yang dimaksud dengan ‘geoteknik’ ini, mungkin dikarenakan pergerakan tanah ada bagian pipa yang mendapat ‘stress’ lebih banyak. Ketika stress di salah satu titik tersebut meningkat maka banyak hal bisa terjadi. Saya hanya membahas dari sudut pandang korosi, dimana titik tersebut potensial mendapat serangan ‘stress corrosion’. Analogi sederhana yang bisa saya berikan adalah kaleng yang penyok lebih mudah berkarat ketimbang permukaan kaleng yang mulus.

Dari hubungan stress-corrosion ini yang mula2 terjadi adalah perubahan di dalam mikrostruktur material. Ditambah kondisi lingkungan, seperti H2S; maka bisa terjadi crack pada lokasi tersebut. Apabila tidak terdapat komponen korosif dalam pipa, kondisi ‘leak’ pun masih bisa terjadi karena beda potensial didalam mikro struktur. Jadi, dalam hal ini geoteknik hanyalah awal sedangkan mekanisme kerusakan sehingga terjadi kebocoran diakibatkan oleh korosi.

Bagaimana cara mendeteksinya? Inline Inspection sampai saat ini adalah cara yang reliable untuk mendapat gambaran tersebut. Bukan hanya mendeteksi metal-loss, alat ini juga bisa memberikan gambaran perubahan geometris termasuk apabila terdapat bend, dent dan mechanical defect lainnya. Hasil dari inspeksi ILI dapat kita gunakan sebagai basis rencana kegiatan ‘maintenance and repair’ pada pipeline agar kejadian yang sama dimasa mendatang dapat segera ditanggulangi.

Tanggapan 12 – And Riawan

jika yg di maksud penyebabnya adalah geoteknik, maka saya mengira bahwa ini merupakan pergerakan lempeng bumi (soil movement). terutama jika didaerah tersebut sering longsor atau pergerakan air tanahnya deras semakin kumplitlah penderitaan pipa tersebut.

belum di ketahui cr mendeteksinya, jadi terima beres saja . . .

dari disain awal seharusnya sudah di antisipasi, saya yakin disain dari Pipa PGN ini mantaap , hehehe, tapi kadang alam suka berkata lain, . . . sehingga kita harus tetap menyiapkan tanggap darurat jika ada kejadian seperti ini . . .

Tanggapan 13 – Armand Sulaksono

good lesson learned dari kasus KP 277 TGI… tanggap response yang bisa merepair dalam 3 hari sudah cukup baik krn BP Migas memperkitrakan butuh waktu sekitar 5 hari utk me repair pipa tsb mengingat kondisi lokasi yang cukup ekstrim sepengetahuan saya, dan yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini… Kita tunggu saja hasil investigasinya dari pihak internal maupun eksternal TGI… mudah-mudahan dugaan geoteknik tsb benar adanya dan ke depannya kira2 apa rencana untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang…

Tanggapan 14 – permana chepy

FYI…

Kamis, 30 September 2010 07:58

PT TGI Pastikan Kebocoran Pipa Gas di Inhu Teratasi

Tanggap darurat penanganakan kebocoran pipa gas PT Trans Gas Indonsia (TGI) di Inhu berhasil dengan baik. Kebocoran teratasi dan kini tengah dilakukan proses perbaikan. Tiga hari lagi diharapkan pulih.

Riauterkini-JAKARTA-PT Trans Gas Indonesia (TGI)mengirimkan siaran pers ke redasksi riuterkini terkait kebocoran pipa gas di Desa Kampung Sawah, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Sei Berida, Kabupaten Indragiri Hulu, Rabu (29/9/10). Berikut penjelasan perusahaan tersebut.

Sekitar pukul 10.45 WIB, Rabu (29/9/10) menerima laporan dari warga mengenai adanya kebocoran pipa di jalur Grissik ke Duri dan tim TGI segera meluncur ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Hasilnya, ditemukan kebocoran pipa di titik KP 277 Desa Kampung Sawah, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Sei Berida, Kabupaten Indragiri Hulu. Langkah selanjutnya TGI langsung melakukan langkah tanggap darurat keselamatan dengan menghubungi jalur Emergency Control Centre di GTM Jambi dan Management Crisis Centre kantor pusat TGI Jakarta.

Sementara tim tanggap darurat TGI di lapangan langsung melakukan langkah antisipasi dengan mengevakuasi sebanyak 165 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa, dibantu pemerintah dan kepolisian setempat, ke lokasi yang lebih aman. Kemudian tim melakukan isolasi kebocoran pipa dengan menututp sectional valve (SV) di SV 1205 dan SV 1206. Penutupan ini untuk menghentikan kebocoran gas.

Langkah selanjutnya, setelah penutupan di dua titik SV, tim kemudian men-shutdown kompresor di Belilas. Begitu terjadi pentutupan, TGI langsung memberi tahu para shipper dan pelanggan, bahwa pengiriman gas terhenti untuk sementara.

Sesuai standar Emerrgency Respon Plan (SPL) dalam Health Sefety and Environ ment (HSE) manual and prosedure, eskalasi darurat sudah mencapai tier 2, di mana pengamanannya diperlukan bantuan dari pemerintah daerah. Maka berdasarkan ERP tersebut, TGI telah melaporkan insiden tersebut ke Dirjen Migas, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Keadaan tanggap darurat sudah bisa diatasi sekitar pukul 15.30 WIB, setelah tidak ada lagi kebocoran gas dari lokasi semula. Sehingga, status darurat diturunkan menjadi status perbaikan. Kondisi tersebut, memungkinkan bagi warga yang semula dievakuasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Saat ini rencana perbaikan atau recovery sudah dijalankan dengan didukung tim ahli dari para pemegang saham TGI. Diharapkan, proses perbaikan ini berjalan lancar, sehingga tiga hari ke depan, kondisi bisa dipulihkan dan jaringan pipa TGI dapat beroperasi kembali.

Sebagai data tambahan, PT TGI merupakan perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) dengan PT Transasia Pipeline Commpany Pvt.Ltd. TGI merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menggeluti bidang pengangkutan gas melalui jaringan pipa untuk konsumen domestik Sumatara dan Batam, serta konsumen internasional di Singapura.

Beroperasi sejak 1 Februari 2002, kini TGI memiliki dan mengoperasikan sekitar 1.000 kilometer pipa berdiameter 28 Cm di daratan dan lepas pantai. Dari Grissik, Jambi ke Duri dan dari Grissik ke Singapura.***(rls/mad)

Tanggapan 15 – Eric Sidniyanto

Koreksi sedikit, diameter pipa hrsnya 28′ bkn 28cm, kebetulan dulu involve di projectnya … :).

Tanggapan 16 – Dirman Artib

Turut berduka atas kebocoran, mudah-mudahan emergency response sudah dihapal untuk dilaksanakan dengan cepat.

Kebetulan Kabupaten Indragiri Hulu adalah di mana saya kecil tumbuh sampai awal remaja (SMP), jadi yang benar bukan Sei Brenda, tetapi Sungai Berida yang disingkat Sei Berida. Dulu menjadi tempat area kemping dan hyking sewaktu masih jadi pramuka. Dulu juga ada konsesi PT. Stanvac Indonesia di sana yang karyawannya menginspirasi saya memakai safety boot (kelihatan keren gitu lho) sampai sekarang.

Silahkan lanjut berdiksusi, ma’af bagi yg tak berkenan.