Saya mau design sistem dengan memakai orifice atau pressure regulated valve (PRV). Namun sy jadi kepikiran ketika ada kemungkinan penggunaan fluida alir yg tdk kontinu oleh user-usernya. Artinya ada kemungkinan fluida dari main header yg msk ke sistem kita berhenti (bkn kosong ya,tp berhenti). Masalahnya, saat kondisi stag tsb ‘apakah tekanan di upstrean dan downstream orifice atau PRV td menjadi sama’? Kalau iya,mk besar kemungkinan alat2 instrument di downstream PRV td jebol-sejebol2nya..:).

Tanya – ibnu.migas

Saya mau design sistem dengan memakai orifice atau pressure regulated valve (PRV). Namun sy jadi kepikiran ketika ada kemungkinan penggunaan fluida alir yg tdk kontinu oleh user-usernya. Artinya ada kemungkinan fluida dari main header yg msk ke sistem kita berhenti (bkn kosong ya,tp berhenti). Masalahnya, saat kondisi stag tsb ‘apakah tekanan di upstrean dan downstream orifice atau PRV td menjadi sama’? Kalau iya,mk besar kemungkinan alat2 instrument di downstream PRV td jebol-sejebol2nya..:).

Mhn pencerahannya…

Tanggapan 1 – rofi@sulfindo

Mas saya orang mekanik tapi mau ikut memberi masukan sepengetahuan saya saja.
Kalaulah dipakai orifice memang benar terjadi hal yang ditakutkan saat user memblokir valvenya. Tapi kalau PRV ya tidak, PRV akan mengatur sesuai data PRV itu.
PRV dan orifice beda hal dan beda prinsip. PRV tuk mengatur tekanan sesuai set mereka, sedang orifice hubungannya dengan flow dan di inginkan aliran yg tdk turbulen serta pressure yg konstan.
Intinya PRV dan orifice akan memberikan efek yg berbeda pada kasus mas Ibnu, kalau tdk mau semua alat instrument jebol semua saat valve di user diblock ya jangan pakai orifice.
Silhkan dilanjut oleh ahlinya dan mohon koreksi juga bila salah.

Tanggapan 2 – ibnu.migas

Mas rofi

Terima kasih untuk balasannya.

PRV yg saya maksud disini adalah yg mechanical PRV ya mas. Yg ngesetnya dg memutar baut pake kunci inggris di atas kepalanya.

Bagaimanakah prinsip kerjanya? Kalau sy tdk salah ini agak ≠ dg control valve automatic yg punya kemampuan membaca kondisi tekanan disekitarnya (dg transmitternya) shg mampu mengatur bukaan valvenya dg mengatur udara/media instrumentnya ke membran si control valve. Shg si CV lbh flexible thdp perubahan.

Nah bgm dg si manual/mechanical PRV (pressure regulated valve) ya???

Maaf kalau sy keliru tangkap Dr penjelasan sblmnya..

Tanggapan 3 – Rofiudin@sulfindo

Mas Ibnu yth,

Maaf nih baru baca, baru job fair di Medan, gini mas, control valve yang masnya sebutkan itu, atau yang ada auto pilot, atau yang di set pakai kunci inggris, pada dasarnya kerjanya sama. mereka semua mengatur membran untuk setting pressure yang dikehendaki.

Menjawab pertanyaan awal sebetulnya begini saja,

contoh Pressure Regulating Valve diantaranya yang terpasang di kompor gas di rumah rumah atau terpasang di botol oxygen dan Acetilene di pengelasan oxyacetilene. mereka semua bila usernya menutup tidak lapor dulu ya ga ada masalah, tidak yang jebol, (untuk contoh diatas, selangnya tidak jebol).

Tapi kalau misal perlu perlindungan lagi bila mana takut PRV rusak, mas Ibnu bisa menempatkan Pressure Relief Valve atau Pressure Safety Valve atau bahkan Rupture Disc di down stream line. Prinsip kerjanya PRV nanti saya japri saja ya karena ada gambarnya.

Tanggapan 4 – muhammad rifai

meski mekanik, pengen juga sambung rasa..

Ini Pressure Regulator Valve ya? menurut saya, pressure akan sama kalau memang fluidanya mandeg… artinya ada block di downstreamnya downstream itu…tapi, menurut saya di kedua pipe line tsb mesti ada fasilitas release yang berbeda pressure ratingnya… kalo nggak ya jebol se jebol jebolnya…

bahkan PRV type lain pun akan sama.. kalau downstreamnya downstream diblock, lama2 pressurenya juga akan sama karena tetep akan ada rembes… bukankah PRV bukan block valve?

Tanggapan 5 – andi n

Nambahin… CMIIW, saya belum pernah install sih, tapi kayaknya bisa ditambahin slam shut device deh biar nggak ‘mbrobos’ fluidanya ke downstream pipeline, gitu om..

contoh slam shut device

http://www.documentation.emersonprocess.com/groups/public/documents/instruction_manuals/d103239x012.pdf

Tanggapan 6 – ibnu.migas

Pak rifai.

Terima kasih utk masukannya. Pernah punya gambaran diskripsi PRV ini mas?

Kalau punya, sy rela utk dikirimin..he..he..

Pak Andi,

Salam shut device? Wah sptnya hal baru nih. Atau penamaannya saja yg berbeda ya?

Coba nanti sy lihat attachmentnya dikomputer. Sangat membantu.

Terima kasih utk jawabannya.

Pak Rofi,

Trims skali utk attachmentnya yg TOP bgt.