Repeatabilty dan linearity jelas hal yang sangat berbeda. Simplenya di katalog saja disebutkan masing2 berapa persen. Repeatability: kemampuan suatu unit untuk mendapatkan hasil baca yang sama pada beberapa kali pengukuran process variable yang sama. Contoh: jika sebuah flowmeter membaca 100 bpd pada kondisi A maka pada saat pengulangan dengan kondisi A flowmeter akan membaca 99.9 bpd sampai 100.1bpd jika repeatability 0.1% Sedangkan linearity: hubungan antara input dan output biasanya dibentuk dalam sebuah kurva dengan ditarik garis lurus. Jadi kelinieran sebuah alat instrument dilihat dari pembentukan garis lurus dalam kurva input vs output. Jika input 10% output 10% , input 20% output 20%, input 50% output 50% sampai skala 100% secara grafis hubungan input output akan diperoleh garis lurus, jika linearitynya 1% maka penyimpangan garisnya hanya 1%.

Tanya – mhadimahmudi

Rekan2 milist yth..

Saya mw nanya apakah pengertian repeatibility dan linearity untuk sebuah instrument, lebih specific lg untuk turbine flow meter..
Menurut saya kedua hal ini berbeda, tapi menurut vendor yg lg mengajukan hal itu sama. Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – beemo18june

Mencoba mnjawab , sdikit flashback ke perkuliahan dulu.

Repeatability itu kemampuan sistem pengukuran mendapat hasil baca yang sama pada beberapa pengukuran PV yg sama.

biasanya untuk memudahkan di plot sbg kurva input -output. Untuk meliht kelinearan (linieritas) .

Tanggapan 2 – Arthur Silalahi

Pak Mahmudi,

Repeatability dan linearity adalah 2 hal yg berbeda.

Saya ingin jelaskan dgn bahasa yg lebih awam tapi kok saya susah ya nulisnya
hehehe…

Silahkan baca ini saja pak.

Repeatabiliy and reproducibility

http://www.qualitycouncil.com/repeatab.asp

fungsinya bisa dilihat di sini

http://asq.org/learn-about-quality/gage-repeatability/overview/tutorial.html

Linearity

http://www.qualitycouncil.com/gage.asp

mungkin vendor bapak pingin cepat aja menanggapi pertanyaan bapak sehingga bilang sama.

Wah kalo saya ingat kuliah Pak Dr.Taufik Rochim pengukuran teknik bisa dimaki2 saya kalo bilang 2 hal itu sama 🙂

Semoga membantu pak.

Tanggapan 3 – Wisnu Purwanto

Kalau definisi nya orang amrik seperti ini (note – beberapa istilah API dan ISO memilki pengertian yang bisa berbeda).

Linearity of a meter: The ideal accuracy curve of a volume meter is a straight line denoting a constant meter factor. Meter linearity is expressed as the total range of deviation of the accuracy curve from such a straight line between the minimum and maximum recommended flow rates.

Repeatability: The closeness of the agreement between the results of successive measurement of the same quantity carried out by the same method, by the same person, with the same measuring instrument at the same location, over a short period of time. More specifically, the ability of a meter and prover system to repeat its registered volume during a series of consecutive proving runs under constant operating conditions

Mumet khan .. saya juga nggak ngerti; tapi pengertian gampangnya apalagi kalau dikaitkan dengan turbine meter yang katakanlah dikalibrasi pada 10 points flowrate. Kalau meter factornya di semua point tsb berdekatan maka bisa dikatakan memilki linearity yang baik.

Nah, di setiap point – dikalibrasi beberapa kali; nah kalau k-factor nya berdekatan maka repeatability bagus – jadi repeatability definisinya “itu-lagi itu lagi”. Biasanya utk turbine meter utk custody transfer requirementnya repeatability 0.02% – 3 kali berturutan atau 0.05% – 5 kali berturutan; kira2 memberikan uncertainty yang sama. Mau stringent lagi ya, 0.02% – 5 kali berturutan.

Apa itu k-factor atau meter factor – cari sendiri, bisa minta bantuan mbah google atau baca training material saya di websitenya KMI.

Tanggapan 4 – ridwan.hamdani

Saya sependapat dengan pak Arthur repeatabilty dan linearity jelas hal yang sangat berbeda.. Simplenya di katalog aja disebutkan masing2 berapa persen.

Repeatability: kemampuan suatu unit untuk mendapatkan hasil baca yang sama pada beberapa kali pengukuran process variable yang sama. Contoh: jika sebuah flowmeter membaca 100 bpd pada kondisi A maka pada saat pengulangan dengan kondisi A flowmeter akan membaca 99.9 bpd sampai 100.1bpd jika repeatability 0.1%
Sedangkan linearity: hubungan antara input dan output biasanya dibentuk dalam sebuah kurva dengan ditarik garis lurus. Jadi kelinieran sebuah alat instrument dilihat dari pembentukan garis lurus dalam kurva input vs output. Jika input 10% output 10% , input 20% output 20%, input 50% output 50% sampai skala 100% secara grafis hubungan input output akan diperoleh garis lurus, jika linearitynya 1% maka penyimpangan garisnya hanya 1%.