O-ring harus diganti setelah dibuka. Mengapa ? O-ring dirancang sedemikian rupa agar bentuknya bisa menyesuaikan diri dengan dudukannya sehingga menjadi benar benar rapat didalam dudukannya agar fungsi sealing-nya benar benar bekerja dengan baik.
Setelah dipasang, pasti ada deformasi bentuk sehingga bila dibuka dan dipasang lagi kemungkinan besar bentuknya tidak akan sesuai dengan dudukannya karena sulit dijamin posisi pemasanganya akan sama dengan posisi semula. Ditambah lagi, setelah terjadi deformasi bentuk yang tetap, elastisitas O-ring itu sudah sangat turun kapasitasnya sehingga tidak bisa diharapkan bias menyesuaikan bentuknya seperti dudukannya yang baru. Hal ini sangat critical apalagi bila dipakainya pada peralatan bertekanan dan temperatur cukup tinggi. Tekanan dan temperatur kerjanya juga biasanya membuat O-ring menjadi cured (matang) sehingga benar benar fix pada dudukannya yang pertama.

Tanya – Suharyo Haryono

Dear colleagues di Migas Indonesia,

Salah satu Quick Opening Closure (QOC), Tube turns, menggunakan O-ring sebagai seal nya untuk salah satu jenis QOC nya.

Menurut vendor drawing, O-ring yang digunakan adalah Buna-N (HNBR), QOC Size 36′. tekanan kerja sekitar 750 psi, Temperatur kerja 106 F. Service fluid:
Sweet Dry gas.

Masalahnya saat equipment tersebut dibuka untuk diinspeksi, ternyata tidak ada O-ring cadangan tersedia di warehouse. Apakah ada rekan-rekan yang memiliki pengalaman menggunakan kembali O-ring lama? Is it safe? Apa aja yang perludiperhatikan sebelum kita bisa mengatakan, YA! KITA BISA MENGGUNAKAN KEMBALI O-Ring ini!

I love to hear any sharing about this.

Terima kasih,

Tanggapan 1 – I Gede, Sudarka

Mas Haryo,

O ring bekas tidak dapat digunakan lagi setelah dipakai. One time use only. Lihat di maintenance manual mungkin disana ada penjelasannya. O ring juga ada masa kedaluarsanya kalau disimpan di warehouse (sekian tahun) apalagi kalau sudah dibuka dari kemasan aslinya.

Sebelum anda buka sesuatu seharusnya di-check sparenya dulu termasuk dibuatkan risk assessment apa2 saja Consumable part yang harus diganti. Jangan coba gambling menggunakan O ring bekas pada tekanan 750 PSI.
Banyak ‘Lesson Learn’ yang dapat anda gunakan untuk tidak menggunakan O ring bekas.

Salam, be safe.

Tanggapan 2 – Widiyotomo, Nurdhi

Pak Haryo,

Pada prinsipnya penggunaan kembali O-Ring tidak dibenarkan karena sudah mengalami tekanan dan temperatur yg selalu berubah ubah dan mengakibatkan kapasitas O-Ring menjadi turun dan akhirnya rusak. Sebaiknya gunakan yang baru sebagai langkah yang paling baik daripada memakai kembali barang yang sudah terpakai.
CMIIW.

Tanggapan 3 – Imam Mahmudi

Pak Suharyo,

Sekedar sharing, mungkin bisa jadi masukan.

Pengalaman saya pada September 2005 lalu di salah satu customer, sewaktu service intervention, bisa dikatakan mirip dengan problem Bapak.

O-ring yang seharusnya kami ganti dengan yang baru ternyata tidak terkirim, sementara waktu sangat terbatas akhirnya saya menggunakan O-ring lama yang sudah mengalami sedikit perpanjangan (penambahan diamater). Material adalah CR (Chloro-butadiene rubber). Sampai saat ini mesin berjalan normal dan tidak ada masalah.

Hal hal yang perlu diperhatikan

– kekenyalan o-ring masih baik (masih cukup elastis,

– tidak terjadi kerusakan fisik, seperti goresan atau cacat lain yang dapat mengakibatkan kebocoran.

Semoga bisa membantu.

Tanggapan 4 – Suharyo Haryono

PAk Imam,

Mungkin bisa dishare service conditionnya?

Biar agak lebih punya feeling untuk membandingkan.

Tanggapan 5 – Imam Mahmudi

Pak Haryo,

Bagaimanapun, seperti komentar rekan lain, mengganti dengan yang baru akan lebih baik. Tapi dalam kondisi tertentu mungkin perlu ada tindakan khusus yang tentunya didahului dengan risk assessment.

Kondisi service waktu itu:

– Tekanan ijin: 16 bar

– Temperatur range ijin: -4 oC s.d. 40 oC

Sewaktu di site saya menjumpai mesin sudah dibongkar oleh end-user, sehingga saya tidak bisa mengecek sebelumnya apakah parts pengganti yang baru sudah lengkap. Saat dijumpai o-ring tidak ada (pengiriman lagi dibutuhkan waktu yang lama), maka kami, dengan diskusi sebelumnya dengan
atasan, memutuskan untuk memakai kembali o-ring lama.

Info tambahan:

Material NBR bisa digunakan dengan temperatur range 0 oC s.d. +120 oC, sementara CR temperatur rangenya -40 oC s.d. + 70 oC.

Pertimbangkan kembali safetynya Pak.

Tanggapan 6 – Erwin

Pak Imam,

Sepengetahuan saya, untuk o-ring (dan barang2 lainnya dengan bahan sama) ada cure date dan expire datenya.

Bagaimana caranya memastikan o-ring lama masih bisa dipakai sementara mungkin keterangan ttg hal tsb sudah hilang (biasanya tercantum diplastic bag-nya)?
Mohon pencerahannya.
Terimakasih.

Tanggapan 7 – isa

Dengan hormat,

Saya juga mempunyai permasalahan O-ring Gun burner Boiler yg mengeras, sehingga setiap habis cleaning harus diganti baru.

Adakah diantara Bapak-bapak yg mengetahui spec O-ring yg tahan panas ?

Tolong juga informasinya jika mengetahui sumber O-ring di Indonesia, karena jika beli ke OEM cukup mahal.

Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 8 – Wahyu Nirbito

Maintenance Best Practice : O-ring harus diganti setelah dibuka.

Mengapa ?

O-ring dirancang sedemikian rupa agar bentuknya bisa menyesuaikan diri dengan dudukannya sehingga menjadi benar benar rapat didalam dudukannya agar fungsi sealing-nya benar benar bekerja dengan baik.

Setelah dipasang, pasti ada deformasi bentuk sehingga bila dibuka dan dipasang lagi kemungkinan besar bentuknya tidak akan sesuai dengan dudukannya karena sulit dijamin posisi pemasanganya akan sama dengan posisi semula. Ditambah lagi, setelah terjadi deformasi bentuk yang tetap, elastisitas O-ring itu sudah sangat turun kapasitasnya sehingga tidak bisa diharapkan bias menyesuaikan bentuknya seperti dudukannya yang baru. Hal ini sangat critical apalagi bila dipakainya pada peralatan bertekanan dan temperatur cukup tinggi. Tekanan dan temperatur kerjanya juga biasanya membuat O-ring menjadi cured (matang) sehingga benar benar fix pada dudukannya yang pertama.

O-ring termasuk spare part yang habis pakai. harganya relatif tidak terlalu tinggi dibanding disaster yang bisa terjadi atau yang dicegahnya sebagai fungsi perapat (sealing).
Contohnya tragedi space shuttle Challenger adalah akibat O-ring pada tangki bahan bakar booster yang kualitasnya kurang baik ditambah pemasangannya yang kurang sempurna ditambah lagi perubahan cuaca yang sempat turun sampai dibawah titik beku sebelum bekerja pada temperatur kerjanya.

Bila O-ring dipakai hanya sebagai pemisah 2 permukaan, tidak ada tekanan atau temperatur kerja, kadang kala masih bisa dipakai kembali. Itupun kalau bentuknya masih baik, tidak melintir dan biasanya perlu ditambah silicon atau rubber base sealant lagi. Walaupun ini tidak disarankan didalam best practice.

Demikian sekedar masukan.

Tanggapan 9 – Waskita Indrasutanta

Saya kira tergantung dari material o-ring yang dipergunakan, elastisitasnya berbeda antara satu material dan yang lain. Misalnya menggunakan o-ring dari bahan Teflon/PTFE, elastisitasnya tidak begitu baik sehingga tidak lagi reusable setelah pernah dipergunakan.

Sebaliknya, banyak bahan o-ring lainnya yang mempunyai elastisitas yang baik dan bisa kembali pada bentuk semula meskipun sudah compressed dalam waktu yang lama. Untuk jenis ini o-ring tetap reusable.

Untuk menghindari goresan, retak atau patah, biasanya diberikan grease yang sesuai pada waktu pemasangan atau pemasangan kembali.

Tanggapan 10 – Arief Yudhanto

Informasi mengenai O-ring dapat didownload di sini:

http://www.parker.com/o-ring/Literature/ORD5700.pdf

Material yang biasanya dipakai untuk membuat O-ring adalah elastomer. Material ini sangat sensitif terhadap beban statik, beban dinamik, temperatur, kelembaban, interaksi dengan fluida dan waktu. Sepertinya agak sulit untuk memastikan apakah O-ring bekas masih memiliki mechanical dan thermal properties yang sama dengan O-ring baru, kecuali kita melakukan pengujian yang lumayan ekstensif. Ini sepertinya mempersulit, tapi mungkin itu salah satu cara untuk memastikan secara kualitatif apakah O-ring kita masih bisa digunakan atau tidak. Jika memang kebetulan kita pernah memakai O-ring bekas, lalu struktur kita masih baik, maka kemungkinan penyebabnya adalah (1) O-ring masih lumayan baru, (2) beban yang diterima O-ring tidak excessive, (3) O-ring tidak terekspos temperatur yang fluktuasinya ekstrim dan lainnya.

Menambahkan info dari Pak Wahyu mengenai Challenger:

Sedikit cerita mengenai O-ring: penyebab utama meledaknya Challenger ditemukan oleh Richard Feyman (Profesor Fisika di Caltech) tahun 1986. Saya rasa faktor utamanya adalah kelalaian engineer di NASA dalam mendeteksi temperatur pada roketnya. Entah karena peralatan belum ada atau karena lolos dari inspeksi, O-ring pada junction di SRB (solid rocket booster) terekspos temperatur -1.7 deg Celcius, padahal dalam penerbangan sebelumnya O-ring hanya mengalami 11.7 deg C. Feynman menduga bahwa meledaknya Challenger dipicu oleh O-ring yang kehilangan resilience-nya; O-ring jadi kaku. NASA pada saat itu juga tidak punya data creep O-ring dalam hitungan detik; data mereka hanya dalam hitungan jam. Jadi, Feynman melakukan eksperimen sendiri: dia mengambil segelas air es, lalu mencelupkan O-ring itu ke dalam air dingin sambil menggeseknya. Apa yang terjadi? O-ring menjadi kaku dalam air dingin dan membutuhkan waktu agak lama untuk berdeformasi. Rendahnya resilience inilah yang
membuat O-ring gagal melakukan fungsinya sebagai sealant pada solid rocket booster, dan menyebabkan gas keluar dari rocket, lalu membakar seluruh pesawat.

Sekedar intermezzo lho ya hehe ….

Tanggapan 11 – zukita zulkiflitaher

Beresiko memang untuk memakai kembali O ring bekas. Karena walaupun servicenya sweet dry gas tapi paling tidak Oring tersebut mengalami tekanan pada saat pemakaian pertama, sehingga daya sealingnya telah berkurang dibanding o ring baru. Potensi leaknya jadi meningkat.

Saya pernah berlangganan dulu dengan pabrik pembuat o ring di Jkt, daerah senen arah ke cempaka putih. Pabriknya tersebut hanya berupa ruko tapi mesin dan bahan bakunya semuanya dari Jerman. Pengalaman saya dengan mereka sangat memuaskan.

Kalau Bapak butuh mendadak mungkin bisa cari di Yellow pages, mudah-mudahan ketemu atau mungkin ada teman lain yang bisa bantu.

Tanggapan 12 – Dirman Artib

Dari pengalaman saya yang tidak seberapa lama di bidanf maintenance pompa, maka memang tidak dibolehkan praktis nya menggunakan O-ring lama.

Seyogyanya dalam strategy mantenance, anda menyediakan minimal stock spare part yang kritikal, O-ring, bearing, gasket, mechanical seal, oil seal biasanya termasuk part yang kritikal dan harus ada stock yg cukup nya selama beroperasi. Jika terjadi unplanned repair yaitu shutdown yang tidak terencana misalnya tiba-tiba ada kerusakan, maka stok ini akan dipakai dan dalam waktu yg bersamaan parts yg terpakai harus diorder lagi. Jika tidak ada kerusakan sampai batas waktu datangnya maintenance rutin/major shutdown, maka semua parts yang di stok akan digunakan dan saat itu juga harus di order lagi untuk stock berikutnya.

Kemampuan untuk mengidentifikasi part-part yang kritikal adalah hal penting dalam maintenance, biasanya disebutkan dalam maintenance manual yg dikeluarkan oleh pabrik pembuat.

Kembali ke O-ring, dulu secara umum di pasaran saya hanya mengenal 2 tipe O-ring yaitu NBR dan Viton. Tetapi tidak tertutup kemungkinan ada O-ring dgn. spesifikasi yang spesial untuk kondisi kerja yg khusus. Dulu saya punya informasi supplier ahli O-ring yang cukup handal, bahkan mereka punya mesin pembuat dan bisa melayani permintaan O-ring g spesial. Alamat nya di sekitar Cempaka Putih, coba saya cari-cari dulu dari gudang data, silahkan Japri.