Adakah yang punya target allignment antara Steam Turbine Shin Nippon Model H-133 dengan Condensate Pump (SNM Pump Type 2X11.5 SVCN8TH).

Tanya – Yeri Kurniawan

Rekan-Rekan Migas,

Adakah yang punya target allignment antara Steam Turbine Shin Nippon Model H-133 dengan Condensate Pump (SNM Pump Type 2X11.5 SVCN8TH).

Atau

adakah yang mengetahui alamat agen Shin Nippon Machinery, silahkan hubungi saya.

Terima kasih atas bantuannya,

Tanggapan 1 – Sugiharno Setiawan

Mas Yeri,

Tentang Steam turbine, adakah Anda memiliki data tentang temperature turbine…di titik Bearing2nya. Normal temperature berapa, caution berapa dan critical berapa? Dan di titik mana thermocouple dimounted, apakah di dalam housing, atau menempel di skin housing (nampak dari luar).

Saya pernah survey di PLTP, yang saya bisa lihat dengan kamera inframerah hanyalah permukaan terluarnya atau yang sering kami sebut Skin Monitoring. Saya perlu referensi ini sebab saya tidak menemukannya di manual booknya tentang limit temperature yang masih diijinkan (terutama jika dibaca dari skin Casingnya). Kebetulan pada manual book peralatan Elec & Mech yang pernah saya temui tidak mencantumkan limit temperature peralatan tersebut, paling juga ambient temperature & storage temperature.

Jadi dengan hanya memiliki data ambient & storage, kemampuan analitis kita jadi sangat terbatas. Sayangnya banyak dari operator, user atau owner dari peralatan Elec & Mech yang pernah saya temui juga belum bisa menyediakan informasi VIP ini bagi para Thermographer macam saya.

Kamera Inframerah sangat membantu dalam Predictive Maintenance (PdM) peralatan Elec & Mech dan peralatan yang juga bergantung dari perubahan temperature, biasanya 1 tahun atau 6 bulan sekali dilakukan. Namun tanpa pengetahuan & data yang cukup tentang obyek yang kita survey, wah analisanya tidak mudah. Paling dengan metode trending, atau metode perbandingan dengan beberapa obyek identik.

Jadi jika Mas Yeri bisa menyediakan data tersebut, rasanya akan memperbanyak referensi saya dan bisa membantu saya di kemudian hari. Apapun peralatannya deh bisa dishare di milis supaya wawasan kita terbuka lebih luas.

*_Untuk Dear Milis sekalian:_*

Coba deh peralatan Dear Milis dicek di manualnya, biasanya dibrosur sulit ditemukan; Berapa temperature normalnya yang diijinkan pabrikan, di titik mana bisa dibaca temperature tersebut untuk menyimpulkan masih normal atau tidak? Kalau bisa menemukannya, wah beruntung sekali dan ini sekaligus artinya Vendor memperhatikan user dalam hal mempermudah PdM inframerah peralatan yang mereka supply.

Saya melihat dari segi Thermography…jadi data2 untuk thermography yang menjadi concern saya. Mungkin untuk PdM lainnya juga kesulitan mendapatkan data2 penting ya?

Untuk Motor2 Induksi contohnya, dari Brosur Tertera Ambient, Storage dan juga Insulation Classnya. Namun Vendor tidak pernah menyediakan informasi tentang Temperature yang masih normal bagi motor tersebut jika temperature dibaca melalui Casingnya (Body Motor). Pengalaman dan percobaanlah yang mereferensikan bahwa dengan membaca Temperature Casing/Body maka di dalam Casing tersebut kira2 15C s.d. 20C lebih tinggi. Percobaan dilakukan dengan kamera inframerah FLIR ThermaCAM (emmisivity 0.96 sesuai casing/body motor yang dilapisi cat minyak).

Dari informasi di atas maka dapat dianalisa jika FLIR ThermaCAM membaca 90C pada Body/Casing Motor maka di dalam Casing tersebut kira2 dapat mencapai 110C. Dengan Insulation Class B pada Windingnya (Ketetatapan Class B adalah 130C maximum), maka insulation ini masih oke, namun bagaimana dengan Bearingnya? Jika Oil Bearingnya hanya tahan pada 90C, tentunya ini buruk. Nah Vendor Motor juga tidak mencantumkan limit temperature pada Bearing (termasuk Oilnya). Padahal semuanya satu kesatuan.

Kalaupun jika ingin menemukan limit temperature pada Bearing/Oil Bearing, harus ke Vendor Bearing/Oil Bearing. Repot juga ya.

Bayangkan, data2 penting untuk PdM inframerah di atas jarang ditemui di Brosur atau di Manual. Padahal Ini dibutuhkan saat Owner/User ingin memutuskan untuk membeli peralatan tersebut. Kalaupun Dear milis menemukan data2 ini, saya mohon dikirim via japri dan sekaligus nama Vendornya.

Itu baru kasus pada Motor Induksi yang tipe satu dan lainnya tidak sama termasuk Insullation Classnya beda2 ada yang A, B, F, atau H.

Belum lagi pada MCCB atau Contactor…wah nggak ketemu tuh limit temperature kerja peralatan tersebut kecuali storage & ambientnya, juga kadang koneksinya. Nah bagaimana jika dari skin casingnya itu terbaca oleh ThermaCAM = 60C padahal yang kita miliki hanya ambient & Storage sampai 40C max? Sejauh ini hanya pengalaman dan trending yang digunakan untuk menganalisa. Mengapa user/owner tidak meminta informasi ini dari pabrikan?

Saran saya sebagai thermographer, sebaiknya user meminta Vendor/pabrikan untuk menyediakan infrared image (thermagram) dari peralatan yang mereka supply, untuk kondisi normal sampai yang kritis. Dan kalau mau lebih mudah, misalnya juga melampirkan data Vibration Analysisnya untuk Rotating Equipment seperti Motor. Kalaupun tidak dapat menyediakan thermagram, data temperature untuk casingnya rasanya cukup berharga.

Adakah yang bisa membantu…mohon disharing di milis. Dimulai dari peralatan listrik, macam MCCB, Contactor dll dari beraneka Brand, lalu peralatan mechanical, Motor Induksi dll, dst.

Tanggapan 2 – Yeri Kurniawan

Pak Sugi,

Saya memang sedang mencari temperatur yang diijinkan untuk coppus steam turbine tipe RLA-12L. Untuk tipe yang lain (RLHA-24), saya sudah mendapatkan range temperaturnya.

Berikut saya ambilkan data-data dari manual ybs:

Oil Sump Temperature:

Normal: 54 – 82 C

Alarm: 93 – 104

Trip: 110

Bearing Temperature:

Normal: 66 – 104 C

Alarm: 110 – 116 C

Trip: 121 C

Untuk kasus saya, termokopel dipasang untuk di lube oil-nya.

Mudah2an menjawab,

Tanggapan 3 – restoto pramuharjo

Pak Yeri,

Kenapa anda tidak tanya ke temen2 di WAIJO? Harusnya mereka punya manual dan local/rep office addressnya. Ini steam turbine driver untuk Seawater Intake Pump driver kan kalau tidak salah?? CMIIW