Pada prinsipnya k-Epsilon digunakan untuk memodelkan aliran turbulen (lawannya aliran laminar). Mengapa menggunakan k-Epsilon (turbulen) dan bukannya laminar? Pada prinsipnya, kita selalu akan menjumpai aliran turbulen karena fluida mempunyai viskositas. Tetapi kadang kala engineer perlu / bisa mengabaikan viskositas sehingga cukup dimodelkan dengan laminar. Lalu kapan kita memodelkan turbulen atau laminar, biasanya disesuaikan dengan faktor yang disebut angka Reynolds (Re). Re >1×10^6 = turbulen.

Tanya – abetabet

Yang terhormat rekan-rekan,

Saya baru belajar software Ansys CFX dari tutorial yg emang bawaan ANSYS tersebut. Di tutorial tersebut saat set-up Physics Definition, kolom isian TURBULENCE dI isi dengan k-Epsilon (pilihan lainnya adalah LAMINAR dan SHEAR STRESS TRANSPORT..yg ingin saya tanyakan apa itu k-epsilon? mengapa dalam pemodelan menggunakan k-epsilon, bukan pilihan laminar atau shear stress transport? ini saya tambahkan informasi dari tutorial mengenai pemodelan tersebut: This tutorial simulates a static mixer consisting of two inlet pipes delivering water into a mixing vessel; the water exits through an outlet pipe. A general workflow is established for analyzing the flow of fluid into and out of a mixer.

Water enters through both pipes at the same rate but at different temperatures. The first entry is at a rate of 2 m/s and a temperature of 315 K and the second entry is at a rate of 2 m/s at a temperature of 285 K. The radius of the mixer is 2 m.
Your goal in this tutorial is to understand howto use ANSYS CFX to determine the speed and temperature of the water when it exits the static mixer.

hasil dari googling mengenai k-epsilon (yg membuat saya tambah bingung)
The Standard K-Epsilon Model is a de facto standard version of the two-equation model that involves transport equations for the turbulent kinetic energy and its dissipation rate.

Tanggapan 1 – Ika Prasetyawan

Saya tidak pernah menggunakan CFX tapi pada prinsipnya k-Epsilon digunakan untuk memodelkan aliran turbulen (lawannya aliran laminar).

Mengapa menggunakan k-Epsilon (turbulen) dan bukannya laminar? Pada prinsipnya, kita selalu akan menjumpai aliran turbulen karena fluida mempunyai viskositas. Tetapi kadang kala engineer perlu / bisa mengabaikan viskositas sehingga cukup dimodelkan dengan laminar.

Lalu kapan kita memodelkan turbulen atau laminar, biasanya disesuaikan dengan faktor yang disebut angka Reynolds (Re). Re >1×10^6 = turbulen.

Maaf mungin tidak banyak membantu.

Tanggapan 2 – abetabet

terima kasih pencerahannya.

dalam tutorial tersebut goal-nya adalah mencari temperatur dan velocity fluida pada outlet mixer yg mencampur fluida dari dua inlet. analisa saya, pilihan turbulen atau laminar akan menghasilkan hasil komputasi yg berbeda. turbulence menghasilkan perpindahan panas yg lebih baik daripada laminar, sehingga temperatur fluida pada outlet akan berbeda antara hasil pemodelan laminar dan pemodelan turbulence. pertanyaannya adalah mana yang paling mendekati? kapan kita harus memakai pemodelan turbulence dan kapan kita harus memakai pemodelan laminar? tergantung jenis fluida kah (viskositasnya)?

Tanggapan 3 – j4ckal gansoci2

Dear abetabet,

Langsung saja ya,

1. apa itu k-epsilon. Dalam upaya memodelkan aliran turbulen, salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan metode yang disebut RANS (reynold average navier stoke). Dalam metode ini banyak sekali lagi cabangnya, mulai dari model 1 persamaan (Prandtl Mxing Length), 2 persamaan (k-eps, k-omega) juga ada 3 persamaan. Kenapa seringkali paket komersial CFD memilih K-Eps, jawabannya karena pendekatan ini popular, dan ada konstanta empiris yang sudah cukup sering digunakan.
Singkatnya, K-Eps adalah salah satu metode yang populer untuk memodelkan aliran turbulen.
Jika mau penjelasan yang lebih detail lagi silahkan tanya saja lagi.

2. Kenapa kok yang dipilih k-eps, karena dalam kasus tutorial anda aliran fluidanya turbulen, tentu saja model laminar tidak mencukupi untuk mencoba mendekati fenomena fisik yang terjadi. Anda juga bisa menggunakan SST (shear stress transport), pada dasarnya ini berbasis K-Omega model, dengan beberapa perbaikan.

Tanggapan 4 – marine Ch melia

Dear Pak Abet,

Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Gandi sudah benar, hanya ada penambahan penjelasan sedikit untuk K-Eps, dalam analisa turbulensi ada beberapa metode yang digunakan dalam pemodelan turbulensi fluida di ANSYS-CFX, pada menu turbulensi dibagi dua yaitu aliran laminar atau turbulen, sedangkan turbulensi itu sendiri ada 3 metode yang terdapat di Ansys yaitu metode K-Eps, K-omega dan SST.

1. metode K-Eps diperuntukkan untuk simulasi fluida untuk kasus yang baik untuk memprediksi aliran untuk daerah di Free Stream velocity tanpa gangguan dasar laut.

2. metode K-omega diperuntukkan untuk daerah simulasi fluida yang di dekat dasar laut akibat morfologi dasar laut.

3. sedangkan metode K-omega itu terdiri dari BSL dan SST, SST biasanya digunakan untuk permukaan dasar laut yang mempunyai kekasaran tinggi.

Mungkin tambahan di atas dapat memberikan sedikit gambaran untuk pemodelan awal di ANSYS-CFX.

Terima kasih.