Dari segi perusahaan pengguna jasa outsourcing, jelas menggunakan tenaga outsourcing lebih atau bahkan sangat meguntungkan, karena tenaga outsourcing tidak masuk ke dalam payroll perusahaan, artinya katakan meskipun seorang staff yg statusnya outsourcing telah bekerja selama 2 tahun berturut2, perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk mengangkatnya sebagai karyawan tetap, keuntungannya lagi artinya perusahaan tidak perlu memikirkan (dan mencadangkan cost) untuk pensiun, pesangon, asuransi, THR, dsb karena semua itu sudah diurus oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing. Kemudahannya lagi , misalnya ada staff outsourcing yg telah katakanlah bekerja selama 5 tahun di suatu perusahan, namun dalam penilaian perusahaan, di staff ini kinerjanya menurun, maka yg perlu dilakukan oleh perusahaan hanyalah menghubungi penyedia jasa outsourcing tsb dan minta staff tsb diganti, tidak ada uang pisah, pesangon, dan tetek bengek lainnya. Oleh karena itu saat ini banyak sekali posisi2 yg dioutsourcingkan, tidak hanya terbatas pada posisi2 ‘rendah’ spt security, cleaning service, staff administrasi, dsb. tetapi posisi2 manager pun saat ini sudah mulai dioutsourcingkan.

Tanya – yosua koritelu

Saya Yosua,ingin bertanya dan mohon bantuan pencerahaannya.

Rekan-rekan sekalian ada yang mengetahui tidak ya referensi perusahaan outsourcing khusus Eksplorasi dan Produksi perminyakan di indonesia(bukan EPC)?,karena saya sendiri merupakan lulusan teknik perminyakan (ekplorasi produksi) dan saya sudah search di google mengenai outsource perminyakan di indonesia tetapi hasilnya nihil,saya ingin mencoba di outsource dahulu sebelum masuk ke induk company(lumayan untuk mencari pengalaman),,

Jadi sekiranya rekan-rekan ada yang mengetahui outsourcing perminyakan eksplorasi produksi,mohon infonya atau via japri juga tdk masalah….

Sekian dan terimakasih.

Tanggapan 1 – dimas yudhanto

Mas Yosua,

sedangkal pengetahuan saya, pekerjaan yg di-outsource adalah pekerjaan supporting,
jika mas lulusan perminyakan, berarti level engineer donk, dan ingin kerja di oil company, memang amat jarang saya temui engineer outsource di disiplin G&G ini,
petroleum engineer/production engineer/drilling engineer, adalah posisi yg menjadi core business, tentunya ini posisi permanen.
Lagian mas Yosua, sayang banget kalo petroleum engineer seperti Anda malah prefer menjadi outsource.

Tanggapan 2 – Eko Drajat, Nugroho

di beberapa kps banyak kok tenaga2 ahli drilling dan sub surface yg status tpc kontrak (outsource). Ada bbrp alasan, diantara nya rate yg relatif lebih besar dan faktor short term mungkin.

di kumpeni tempat kami ada bbrp tenaga ahli drilling dan sub surface ex petronas yg bekerja via outsourcing. Mereka sblm nya di petronas kontrak tpc juga.

Jd sy pikir kurang tepat kalau dibilang jarang.

Tanggapan 3 – Pandu Winarno

bener Pak,

bisa juga sih outsource di core business, namun pekerjaan tsb bersifat project/temporal, bukan pekerjaan reguler. tentunya juga rate nya bikin ngiler 🙂

sembari sharing,

saya pernah kerja di oil service dan diassign ke sebuah KPS kelas kakap, saya liat ada beberapa engineer yg udah bertahun2, dengan status contracted, sementara, company tsb juga hire engineer dari external, dengan status permanen. apakah pertimbangan HR policy utk hal ini? apabila konteks nya adalah kompeten & expertise, engineer2 tsb jelas kompeten, kalo ngga kompeten koq dipertahankan (bahkan bisa disebut jadi andalan).

mungkin praktisi2 HR bisa menjawab nya.

Tanggapan 4 – Indra Prasetyo

Kebetulan dalam pekerjaan saya yang terakhir sebagai facilities manager sebuah gedung bertingkat mengharuskan saya untuk berurusan dengan tenaga dan pihak perusahaan outsourcing.

Dari segi perusahaan pengguna jasa outsourcing, jelas menggunakan tenaga outsourcing lebih atau bahkan sangat meguntungkan, karena tenaga outsourcing tidak masuk ke dalam payroll perusahaan, artinya katakan meskipun seorang staff yg statusnya outsourcing telah bekerja selama 2 tahun berturut2, perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk mengangkatnya sebagai karyawan tetap, keuntungannya lagi artinya perusahaan tidak perlu memikirkan (dan mencadangkan cost) untuk pensiun, pesangon, asuransi, THR, dsb karena semua itu sudah diurus oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing. Kemudahannya lagi , misalnya ada staff outsourcing yg telah katakanlah bekerja selama 5 tahun di suatu perusahan, namun dalam penilaian perusahaan, di staff ini kinerjanya menurun, maka yg perlu dilakukan oleh perusahaan hanyalah menghubungi penyedia jasa outsourcing tsb dan minta staff tsb diganti, tidak ada uang pisah, pesangon, dan tetek bengek lainnya. Oleh karena itu saat ini banyak sekali posisi2 yg dioutsourcingkan, tidak hanya terbatas pada posisi2 ‘rendah’ spt security, cleaning service, staff administrasi, dsb. tetapi posisi2 manager pun saat ini sudah mulai dioutsourcingkan. Bbrp waktu yg lalu saya pernah mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan penyedia jasa outsourcing yg cukup besar dan ternama untuk posisi managerial. Saya pikir posisi tsb adalah untuk di perusahaan tsb. Setelah diinterview oleh HR perusahaan tsb, tiba2 saya diminta untuk datang ke sebuah perusahaan bank asing yg berkantor di Gd.GKBI. Terus terang saya bingung waktu itu kenapa saya diminta datang ke perusahaan tsb. Baru setelah diinterview di bank asing tsb saya menyadari bahwa ternyata saya akan di-outsourcingkan ke bank asing tsb. Terus terang saja saya tidak pernah menyangka bahwa posisi management yg saya applied tsb adalah untuk di-outsourcingkan, krn saya pikir posisi2 yg dioutsourcingkan hanyalah posisi2 staff atau non-managerial/non-management, ternyata saya salah besar!

Nah, sekarang dari segi perusahaan penyedia jasa outsourcing, kalau perusahaannya ‘bener’, maka tentu saja karyawan yg telah bekerja dengan perusahaan tsb selama 2 tahun seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap (di perusahaan penyedia layanan outsourcing tsb), kemudian disediakan fasilitas asuransi, THR, dsb sesuai UU Tenaga Kerja. Namun sayangnya, dari cerita dan pengalaman mereka yg bekerja di perusahaan penyedia layanan outsourcing, sebagian besar dari mereka tidak pernah diangkat menjadi karyawan tetap meskipun telah bekerja selama bertahun2, tidak ada pesangon jika sewaktu2 kontrak mereka diputus, dan yang paling parah adalah adanya potongan terhadap gaji mereka yg cukup besar. Saya ambil contoh yg paling nyata aja, perusahaan outsourcing X di dalam kontrak dengan perusahaan meminta perusahaan membayar staff mereka sesuai UMR (sekitar Rp.1,1 – 1,2jt), tetapi ketika saya tanyakan ke staff bersangkutan berapa yg dia terima, ternyata nilainya jauh dibawah itu (hanya sekitar Rp.600-700 rb), padahal perusahaan outsourcing tsb sudah mendapatkan yg namanya management fee sekian persen dari nilai kontrak. Fasilitas JAMSOSTEK tidak ada. Artinya kalau pun dipotong pajak, apakah potongannya memang sebesar itu? Saya yakin tidak. Pengangkatan karyawan tetap, tidak ada, pesangon tidak ada. THR pun tidak sampai 1x gaji pokok (hanya sekitar Rp.300-400 rb katanya), makanya kata mereka namanya bukan THR tapi ‘uang ketupat’. Upah lembur pun juga dipotong, oleh karena itu mereka lebih mengharapkan upah lembur itu langsung dibayarkan ke mereka tanpa lewat penyedia jasa outsourcing. Bagi saya sebagai manager dimana mereka bekerja dibawah department saya, daripada saya bayar Rp100rb ke perusahaan outsourcing tsb dan nantinya yg diterima mereka hanya Rp.40-50rb, lebih baik saya atur sedemikian rupa sehingga saya bisa bayar Rp.75rb langsung ke mereka.

Yah, tentu saja kita tidak bisa mengeneralisir bahwa semua perusahaan penyedia jasa outsourcing itu buruk, mungkin ada bbrp yg baik yg bekerja sesuai aturan dan UU yg berlaku.

Btw, baru2 ini saya mendapat tawaran dari sebuah perusahan penyedia jasa outsourcing untuk menjadi engineer di freeport (padahal rasanya saya nggak pernah ngirim lamaran ke perusahaan tsb belakangan ini, mungkin mereka dpt referensi saya dari orang lain), yg mengagetkan saya adalah gaji yg ditawarkan menurut saya ‘sangat kecil’ untuk ukuran freeport, karena sekian tahun yg lalu saya pernah diterima di freeport dan gaji yg mereka tawarkan menurut saya ‘sangat besar’ dibandingkan dengan gaji saya sbg engineer di sebuah perusahaan oil&gas ketika itu, belum lagi bonusnya yg besarnya bisa sekian kali gaji.

Tanggapan 5 – Yosua Lema

Selamat malam Mas Pandu,,

Trimakasih untuk responnya ya:)

ratenya yg bikin ngiler mksdnya apa ya mas?hehehe,rate apakah yg dimaksud? pernah juga saya dgr,klo pegawai outsource tsb sudah 2 tahun kontrak dgn perusahaan induk(katakanlah pertamina ep),maka status pegawai tersebut bs berubah menjadi pegawai tetap pertamina ep,,bnr kah demikian??atau ada maksud lain kah?

Trimakasih,,mohon pencerahannya…..

Tanggapan 6 – Eko Drajat, Nugroho

dear pak yosua,

Yg saya tahu, Kumpeni tpc di sini sebenar nya hanya bertindak sbg juru bayar saja. Sementara keputusan penerimaan rekrutmen karyawan atau yg mencari orang ada di kumpeni kps/owner/user. kalau di luar negeri kumpeni tpc ada yg melakukan rekrutmen sendiri dan menawarkan ke owner/user sekaligus bertindak sbg juru bayar.

Silaken kalau ada koreksi ata tambahan.

Tanggapan 7 – Yosua Lema

Selamat pagi rekan-rekan sekalian,

Selamat pagi juga Pak Eko Drajat,

Trimakasih kepada rekan-rekan sekalian atas sambutan hangatnya melalui respon atas tulisan saya, memang sih saya nantinya akan bertindak sbg engineer..maksud saya adalah ingin mendapatkan sesuatu pengalaman sebelum terjun langsung di induk companynya,kepada mas dimas yudhanto trims ya mas responnya and semangatnya utk ambil engineering,,kepada Pak Eko Drajat, tpc itu apa ya pak?hehehe,maklum blm pnh dgr…jadi apakah outsource perminyakan G&G or E&P di Indonesia itu tidak bisa ya kita melamar ke mereka or drop cv?atau apakah cara masuknya melalui sistem link?saya juga punya sedikit pengalaman di bidang E&P(at least ikut suatu project company-ga lama hanya sebentar saja),maka dari itu untuk memperdalam,saya ingin mencoba outsource dahulu….apakah geoservices yg beralamat di minangkabau termasuk outsourcing E&P?…ditunggu pencerahaannya rekan-rekan sekalian….

Sekian dan trimakasih.

Tanggapan 8 – Eko Drajat, Nugroho

Outsource mangsoed nya mengambil karyawan melalui pihak laen/pihak ke-3 atau biasa disebut third party contract (TPC). jadi outsource dg tpc itu jas bukak iket blangkon alias sama juga sami mawon ……… 🙂

Di Migas umumnya (di KPS atau EPCI kumpeni dan kumpeni support lainnya) karyawan terbagi bbr kategori sbb:

1. Permanen

2. Direct contract (kontrak langsung ke kumpeni owner/user)

3. TPC (kontrak via pihak ke-3)

4. Service contract (kontrak via pihak ke-3 juga, yg berupa support).

no. 3 bahkan bbrp tahun terakhir sudha merambah ke bidang manufacturing khususnya utk level operator produksi.

tp tidak ada salahnya apply ke TPC kumpeni seperti geoservices, istech, ep oilfield, rpe, rekayasa engineering, woodgroups, cat, dll mungkin mereka ada slot utk ditawarken ke kumpeni owner/user.

Tanggapan 9 – Yosua Lema

Selamat malam rekan-rekan sekalian,,

Wah matur nuhun Pak Eko Drajat untuk infonya dan penjelasannya ya:)
baru ngerti klo ternyata tpc itu singkatan dari third party contract,hehehe
alias outsorcing,
iya pak,mdh2an aja tpc tsb mw buka slot untuk saya,hehehe… saya akan mencoba ke tempat tpc yang pak Eko katakan tersebut, khususnya yang di bidang E&P or G&G….mdh2an masih ada kesempatan,, klo ada pertanyaan di kemudian hari,mohon direspon ya pak or rekan-rekan sekalian…

Skali lagi terimakasih atas info,share respon and bantuannya…