Perubahan status nama perusahaan itu bagi karyawan akan menjadi hal yang sangat penting. Karena pada waktu kita di hire oleh PT A dan berubah menjadi PT B (meskipun ownernya sama atau satu group perusahaan) akan mengakibatkan beberapa hal bagi karyawan tetap (PKWTT) dan karyawan tidak tetap (kontrak or PKWT).

Tanya – asika yudha

Dear All,

Saya mau tanya soal kepada semua milis disini,

Adakah ‘konsekuensi terhadap karywanan’ (menurut aturan depnaker) jika perusahaan ganti nama.

‘Konskuensi terhadap karywanan yaitu apa yang harus karyawan lakukan atau dapatkan atau tidak ada pengaruh sama sekali’.

Saya sangat penjelasan tentang pertanyaan di atas.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – -cak.topan

Yang pertama terpikir di benak saya adalah status kontrak kerja karyawan dengan perusahaan, pak.

karyawan A dan perusahaan B terikat secara hukum untuk menjalankan kewajiban dan hak masing2.

jika perusahaan B ganti nama jadi perusahaan C, apakah statusnya jadi batal, dianggap tidak ada ato gimana ya?

tapi, saya pikir ga akan semudah itu juga karena perusahaan B juga berhubungan dengan perusahaan lain.
anggap saja perusahaan B (yg kemudian jadi C) terikat kontrak kerjasama dengan perusahaan D, E dan sebagainya.
ga mungkin statusnya jadi batal… karena terkait ada kewajiban2 yang harus dipenuhi.
dan itu berlaku sama dengan kontrak dengan karyawannya.

jika nurut logika sederhana saya (tertulis di atas), kayaknya ga ada efek sampingnya, pak.

jika perusahaan ganti nama, biasanya diumumkan secara besar2an dan berikut juga tanggung jawabnya dari perusahaan nama lama yang dialihkan ke perusahaan nama baru.
perusahaan tempat saya bekerja barusan ganti nama tuh, tidak ada efek apa pun ke karyawan … 🙂

mungkin akan lain efeknya jika perusahaan di-merger, di-akuisisi dan kemudian ganti nama.

kalo dimerger dan akuisisi kan ada peleburan managemen (dan sebagainya), mungkin itu bakal berefek, misalnya retrenchment ato rotasi.

monggo yang lebih berkompeten, berkomentar.

Tanggapan 2 – Widhi Setyo Kusumo

Saya hanya menambahkan saja.

Perubahan status nama perusahaan itu bagi karyawan akan menjadi hal yang sangat penting. Karena pada waktu kita di hire oleh PT A dan berubah menjadi PT B (meskipun ownernya sama atau satu group perusahaan) akan mengakibatkan beberapa hal bagi karyawan tetap (PKWTT) dan karyawan tidak tetap (kontrak or PKWT) :

1. Berubahnya aturan perusahaan (PP/PKB). Kalau sama ya syukur.

2. Penyesuaian gaji & tunjangan. Kalau sama atau lebih, alhamdulillah.

3. Status Ketenagakerjaan

Jika perusahaan yang baru ini mau menerima masa kerja kita, that’s fine. Namun harus dilihat lebih jauh lagi apakah perusahaan yang baru ini memang mempunyai track record yang bagus atau tidak. Karena seringkali terjadi setelah berjalan beberapa tahun, perusahan yang baru ingkar janji.

Jika karyawan menolak untuk bergabung ke perusahaan yang baru, maka perusahaan wajib memberikan sejumlah kompensasi sesuai dgn pasal 163 ayat 1 UUTK No.13 Tahun 2003.

Jika perusahaan yang baru menolak menerima kita untuk bergabung, maka perusahaan wajib memberikan sejumlah kompensasi sesuai dgn pasal 163 ayat 2 UUTK No.13 Tahun 2003.

Semoga mencerahkan anda.

Tanggapan 3 – Admin Migas

Sekedar berbagi pengalaman saja bahwa saya pernah mengalami kejadian seperti ini sewaktu perusahaan berubah nama dari PT. McDermott Indonesia menjadi PT. J. Ray McDermott Indonesia. Kalau dilihat namanya pasti sudah jelas bahwa kepemilikannya sama, sehingga tidak ada kekhawatiran mengenai butir 1 s/d 3 di bawah ini. Para karyawan menandatangani kesepakatan baru di atas meterai, masa kerja terus berlanjut, tidak di-reset menjadi nol dan tidak ada kompensasi.

Tanggapan 4 – asika yudha

Ya..dan saya pun waktu itu masih bekerja disana tapi saya tidak tau menahu karena mungkin saya kurang perduli atau ke tidak tahuan saya.
tapi jika saja saya tau tentu waktu itu saya akan lanjutkan ke pada SPSI.

saya di Mcdermott dr thn 2001 – 2008.

Tanggapan 5 – ambia mursalino

pagi all,

setahu saya tidak ada pengaruh sih, karena perusahaan saya baru juga ganti nama (terkait akan IPO dsb), company group dan saya berada di salah satu nama perusahaan yg diubah, sepertinya tidak ada masalah. artinya buat staff macam saya tidak ada pengaruh apapun (maaf, saya kary tetap).
CMIIW

Tanggapan 6 – nu_la2002

Idealnya,management of change akan dibuat ktika ada perubahan seperti status menjadi IPO.darisana akan diktahui sbrapa besar impact dan konsekuensi akibat perubahan tadi.

Skrg bs dlihat apa saja kelengkapan prusahaan,mulai dari sertifikasi yg d dapat.pngaruhnya ada pd tambahan pekerjaan tuk karyawan ybs.

Kalo d prusahaan sdh menerapkan Program MESA,maka karyawan akan dpt porsi saham sesuai dg jabatan dan masa bakti dprusahaan.kalo perihal gaji,kmbali kpd performa dan judgement atasan anda..

Tanggapan 7 – Sarullah, Salman: Mr.

Pak Asika Yudha – Coba share sedikit yg saya tahu,

Sesuai pertanyaan Bapak “aturan yang berlaku terhadap pergantian/perubahan nama perusahaan dan konsekuensinya terhadap karyawan…” secara langsung setahu saya, aturannya tidak ada.

Yang perlu diperhatikan justru lihat dulu kenapa perusahaan tsb ganti nama.

1. Apabila terjadinya pergantian nama disebabkan karena perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan perusahaan : maka berlaku pasal 163, ayat 1 dan 2 – UU ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003.

2. Apabila terjadinya pergantian nama disebabkan karena perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan memaksa (force majeur) : maka berlaku pasal 164, ayat 1,2 dan 3 – UU ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003.

3. Apabila terjadinya pergantian nama disebabkan karena perusahaan pailit (dalam hal ini diambil alih) : maka berlaku pasal 165 – UU ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003.

Semoga bisa menjelaskan dan membantu ….

Tanggapan 8 – asika yudha

OK..mantap dan Makasih atas penjelasannya Pak Salman dan terima kasih juga untuk yang lain-nya yang telah memberikan penjelasan.

Tanggapan 9 – M Taufik

Jika perusahaan yang akan ganti nama masih memiliki kewajiban yang belum dibayarkan, sedangkan status karyawan tersebut sudah resign, apa pengaruhnya?dan apa yang harus dilakukan?

Tanggapan 10 – Widhi Setyo Kusumo

Pak Taufik,

Maksudnya hutang terhadap karyawan atau kepada klien ? Saya asumsikan terhadap karyawan ya pak.

Sama halnya dengan kriminalitas, apabila terjadi tindak pidana/perdata maka kita bisa melaporkannya ke kepolisian. Sedangkan untuk masalah ketenagakerjaan, kita bisa melaporkannya ke disnaker setempat (tingkat propinsi) bagian perselisihan perburuhan untuk ditindak lanjuti.

Yang parahnya adalah, kadangkala ada owner yang kabur duluan (sudah kembali ke negaranya) dan karyawan hanya bisa pasrah terima nasib. Mau dilaporkan juga percuma, yang dipanggil juga nggak ada. HRD ? Lha wong HRD nya juga ikutan demo karena nggak tau bossnya dah kabur…he…he… Kecuali ownernya orang lokal ya…

Kalau sudah begini, sebaiknya cari kerja lagi atau bikin usaha saja pak.

Mudah2an celotehan saya iini bermanfaat ya pak…

Sukses buat bapak dan semua.