Pada umumnya setelah crane boom direpair dalam peraturan dunia MIGAS Indonesia diharuskan dilakukan load test sesuai prosedur. Detail procedur, step dll bisa konsultasi dengan third party. Kalau mengacu ke code crane yg setelah direpair atau suda termakan usia, maksimum pengangkatan yang diijinkan adalah 75% capacity, istilah lain adalah derating. Jadi 75% dari hasil derating tsb adalah nilai 75% max dari jarak angkat, panjang boom dan sudut angkat yg diijinkan max dan minimum.

Tanya – U Manik Supriyadi

Dear milis,

Mohon bantuan sharingnya nih,

Crane kami mengalami bengkok pada boom chord bagian atas, untuk itu kami mencoba melakukan perbaikan dengan cara mechanical (di press agar lurus kembali). tapi saya ragu apakah itu bisa diterima atau tidak sesuai standart/manufacturer recommendation.
Yang ingin saya tanyakan apakah cara tersebut bisa dilakukan? Apa acuannya?

Tanggapan 1 – Alex Herianto

Om Manik,

Pengalaman di perusaan saya dulu, di repair dengan ganti frame yang bengkok… replacement
karena kalau di pressed kekuatan moment nya tidak sesuai dengan aslinya. alias decreased.

Tanggapan 2 – Alvin Alfiyansyah

Sama dgn Bos Alex pengalaman di tempat kita Pak Manik,

Kita juga mengganti bagian yg bengkok utk beberapa Crane yg mengalami hal tersebut tidak melining ataupun pressed. Ngga tahu dech bahasa materialnya apa…;).

Tanggapan 3 – Widodo Wirjono w

Kami yang dari Department Operations tentu akan miris dengan crane yang sudah pernah failed dan di repair.
Jaman sekolah dulu katanya kalau metalnya dapat stress sedikit dia masih plastis, masih bisa balik dengan physical chracteristic sama. Tapi kalau sdh bengkok, saya kira sudah lewat area plastis (mohon pencerahan dari mechanical)

Di kilang Crane lifting termasuk critical activity. Dalam bahasan ‘simultaneous operations’, misalnya lifting melewati hydrocarbon pipe rack, hazard-nya drop load object ke live pipe line, potential terjadi bocor hydrocarbon, etc. Operasi ini termasuk group ‘restricted’, perlu mitigation control tersendiri.

Kalau boomnya sudah pernah fail dan direpair, tentunya kemungkinan terjadi ulang fail akan lebih besar.

Tanggapan 4 – sugeng.hariyadi

Pak widodo,

Justifikasinya tidak seperti itu…, sbagaimana stetement saya sebelumnya ke saudara manik, bagusnya undang pihak ketiga utk inspeksi dan sertifikasi guna memperoleh kepastian yg bisa dipertanggung jawabkan. Ada Code yg mengatur mengenai bagaimana inspeksi, repair dan perawatan crane yg salah satunya adalah DNV. Kalau bengkoknya parah, recom yg paling parah sih ya harus ganti cord section boom, tp waktu pesan harus jelas disampaikan mengenai type crane, dan cord section boom yg rusak serta utk brapa toon crane tsb (kapasitas daya angkat).

Kalau membahas lifting, bukan hanya waktu berada di daerah operation saja yg menjadi critical, waktu konstruksi jg critical.
Kalau utk kerja didaerah live line ato plant, hal pertama yg mesti harus dilakukan adalah dibuatkan JSA ato JRA. Dari sini anda bisa analisa apa yg menjadi kemungkinan potensial dan bagaimana memitigasinya. Tak perlu kuatir yg berlebihan krn itu smua ada resikonya. Yg terpenting ada JSA, ada lifting procedure yg bisa diikuti.
Kalau lifting itu cross over pipe rack, mitigasinya yg paling aman utk pipa tsb adalah dg memasang pipe rack protection dg mengacu pada radius collaps boom. Jangan lupa, faktor ekperience dan sertifikasi dari crane operator jg perlu diperhatikan. Klo tak cukup punya jam terbang utk critical lift, bagusnya dicari yg senior dan yg bertanggungjawab thd alat yg dioperasikannya.

Dalam lifting ada calculation nya juga, termasuk GEAR yg dipakai, DAF, SF, dll yg mesti diperhatikan dan bukan hanya sekedar lifting.

Klo ingin detail, via jepri aja. . , mudah 2xan bisa bantu.

Tanggapan 5 – syaifuddin azhar

As per Logic, Itu betul sekali (kekuatannya akan menurun) tidak sesuai lagi dengan standart, kemungkinan bengkok lagi sangat besar, Press lagi adalah pekerjaan sia-sia belaka, wast money, time, Manpower dll.
Ganti Frame sudah sangat correct action.

Tanggapan 6 – Anton Firman Tama

Dear,

Boom itu memang akan mengalami deflection

Cuman kl dia bengkok, mungkin krn : angin (=jika di laut/darat saat operasi/mengangkat beban & swing-nya di lock), kejut (=bs jd saat operasi sling nya putus).
u/ hal ini blom ada factory/principle me-rekomendasi u/ repair apapun.
kl pun di repair, sebisanya di dpt mengangkat beban jauh dari Maksimal (=msl. max. 10 ton, stlah repair u/ operasi 5ton pun jangan, sebisanya di bawah nya jauh).

Sebaiknya, punya stock component u/ hal tsb.

Tanggapan 7 – sugeng.hariyadi

Saya sarankan anda menghubungi third party inspektor bidang crane. . , anda bisa konsultasi dg sucofindo, BKI ato ABS untuk urusan ini. Untuk acuan repair selain mengacu pada factory maintenan manual, ada internasional Code yg menjelaskan metode perbaikan dan teknik pengelasan crane boom seperti DNV.
Tapi pada umumnya setelah crane boom direpair dalam peraturan dunia MIGAS Indonesia diharuskan dilakukan load test sesuai prosedur. Detail procedur, step dll anda bisa konsultasi dg third party. Kalau mengacu ke code crane yg setelah direpair ato uda termakan usia, maksimum pengangkatan yg diijinkan adalah 75% capacity, istilah lain adalah derating.

Jadi 75% dari hasil derating tsb adalah nilai 75% max dari jarak angkat, panjang boom dan sudut angkat yg diijinkan max dan minimum.

Atau utk gamblang, coba anda hub. Third party inspector company.

Tanggapan 8 – cak.topan

pak Sugeng;

Mohon diterangkan lebih lanjut mengenai derating.

Beberapa crane tua yang saya temui (apakah 15-20 tahun bisa dianggap tua?), tidak diaplikasikan derating.
masih sesuai menggunakan load chart dari manufacture. crane2 tersebut well-maintained dan sudah pasti mengalami beberapa repair.
setiap tahun ada load test hingga 125% dari chart.

Apakah derating dilakukan dengan justifikasi engineering saja, ato perlu dilakukan load test dulu untuk melihat kemampuannya?

misalnya jika gagal angkat 60 ton sesuai chart (pada kondisi panjang boom, radius yg ditentukan), ternyata kemampuannya 50 ton (masih konfigurasi yang sama). sehingga perlu di-derating 16% kira2?

Tanggapan 9 – Sugeng Hariyadi

pak Manik;

sependek yang saya tau, prosedur repair mengacu pada manufacture recommendation.
jika manual booknya uda ga ada. mendingan dihubungi aja crane manufacture representativenya.
jangan coba2 memperbaiki sendiri tanpa ada referensi yang bisa dipertanggungjawabkan. bisa fatal akibatnya.

Derating adalah penurunan daya angkat dari suatu crane (pesawat angkat) yang disebabkan oleh beberapa hal…, semisal usia crane, kondisi gear box swing, engine, free foult control engine, gear box drum wire, main cord boom, insert cord boom atau tip boom yang sudah relatif lama (lebih dari 10thn), atau boom crane yang sudah pernah di repair karena korosi, atau bengkok atau apapun yang menyebabkan daya angkat crane tersebut tidak lagi optimal sebagaimana kondisi semula karena perawatan atau maintenance yang kurang.

Derating juga tidak menutup kemungkinan buat crane baru, apabila boom yang dipakai sudah pernah diganti atau repair, kecuali bagian boom section yang telah bengkok diganti dari manufacture. Perlu diingat bahwa material pipa untuk crane boom adalah berjenis pipa special yang high strength. Oleh karena itu dalam peraturan Migas, diwajibkan bagi semua crane yang akan dipakai dilingkungan kerja migas harus ada periodik inspeksi per-6 bulan (oleh third party) dan certifikat migas 1 tahun harus diperbaharui.

Sebelum sebuah crane dinyatakan derating oleh Crane third party inspector, crane tersebut akan dilakukan serangkaian check dan test pada semua bagian crane termasuk pada bagian sambungan boom, brace pada boom, kondisi welded of brace boom dll. Semua serangkaian tersebut dituangkan dalam crane inspection check list yang meliputi ;

1. Greasing pada crawler,

2. Engine status, (meliputi swing gear, boom up/down gear drum, lift drum gear)

3. Hydraulic system, bocor apa tidak..?

4. Sirine and signal.

5. Travel control

6. Load indicator control dan free fall control.

7. Sling

8. Hook, auxilary hook

9. Boom (Main, inser boom, tip boom). Untuk boom, semestinya dalam inspeksi harus dilakukan brushing guna mengetaui adanya retak pada lasan dan tidak boleh hanya diliat visual saja…, ini berlaku pada brace, diagonal brace, main cord, ataupun pin connection boom, travel block pada tip boom, semua harus di check secara teliti.

10. Wind speed control,

11. dll…, dlll..

Setelah itu semua dilakukan pengecekan, baru dilakukan pengetesan daya angkat mengacu pada Load Chart crane sebagaimana hasil tabel yang diberikan oleh manufaktur. Apabila dalam test tersebut crane tidak mampu untuk mengangkat beban yang diisyaratkan sebagaimana tabel. Pihak crane inspektor akan memberikan rekomendasi untuk daya angkat yang baru. mereka akan memberikan hasil hitungan sesuai dg kondisi crane anda.

Dari hasil inspeksi inilah apakah crane yang anda gunakan masih layak memakai beban seperti load chart awal atau sudah diturunkan kapasitasnya. Contoh…; saya punya crane 600T, bisa mengangkat 200T (netto) single lift dengan panjang boom 65M, akan tetapi karena kondisi crane tersebut tidak memungkinkan (pernah rusak, dll) crane tersebut tidak diijikan lagi mengangkat 200T beban, melainkan 120T max. (Netto).

Perlu dipahami, bahwa derating diterapkan/dikeluarkan untuk memitigasi bahaya dalam metode pengangkatan akibat kondisi crane yang tidak memungkinkan. Dalam SIMOB di suatu oil company, kalau saya boleh ambil contoh TOTAL EP Indonesie, mereka punya devisi khusus untuk mengevaluasi kondisi crane dan termasuk di dalamnya mereview apakah crane tersebut masih layak angkat atau sudah derating.

Begitu juga dengan Crane MIGAS certificate, kalau dari hasil inspeksi dan uji crane di nyatakan derating, sertifikat yang keluar adalah derating dan batas ambang angkat sudah tidak boleh mengikuti load chart dari manufacture.

Moga bermanfaat.

Tanggapan 10 – U Manik Supriyadi

Dear bapak2

Terima kasih atas responnya, kemarin rekan2 kami di site telah melakukan repair pada boom tersebut dengan cara dipressed yang di witness oleh third party dan hasilnya accept tapi pihak third party tersebut tidak memeberikan comment/analysis apa2.Atas masukan bapak2 kami telah melakukan evaluasi dan hasilnya kami akan mengganti boom tersebut.