Switchgear adalah perangkat listrik untuk operasi switching atau pemutus dan connecting beban baik beban individu maupun kelompok beban. Jadi switchgear umumnya dilengkapi dengan komponen2 untuk melaksanakan fungsi2 diatas. Komponen2 switchgear adalah sbb: Breaker/switch, relay proteksi, metering, pilot light, CT, and PT. Fungsi CT dan PT disini adalah sebagai detektor untuk relay proteksi dan juga sebagai sensor pengukuran besaran listrik arus dan tegangan. Switchgear bisa individu atau juga kelompok yg terkoneksi melalui common busbar. Motor Control Center (MCC) juga berfungsi kurang lebih seperti switchgear hanya saja bebannya umumnya motor. Operasi on/off dilakukan dengan start/stop melalui motor starter. Secara ringkas Motor Control Center (MCC) adalah kumpulan motor starter atau gabungan motor starter dan feeder breaker yg terkoneksi melalui common busbar.

Tanya – Yosep S

Dear rekan-rekan,

Mohon pencerahan,

apakah yang dimaksud dgn Switchgear, apa bedanya dengan MCC..? lalu apakah LV Induction Motor itu termasuk dlm package switchgear atau MCC..? kalau 480 VAC MCC itu apakah masih termasuk Low Voltage..?

Harap maklum rekan2, saya masih newbie di bidang Power Engineering.

Tanggapan 1 – Kunarta Djayaputra

Dear Yosep,

Sepengetahuan saya,

Yang namanya Switchgear itu adalah perangkat listrik yang fungsinya untuk men switch ON atau OFF. Jadi melalukan atau memutuskan listrik. Sebenarnya sama dengan switch lampu di rumah. Tapi yang ini ampere nya besar dan 3 phase. Bisa 3 pole atau 4 pole.

Switchgear bisa saja Low voltage maupun medium voltage.

Yang namanya MCC adalah kumpulan dari motor control atau starter dari Motor listrik. Sebenarnya motor starter atau motor control bisa saja individual. Tapi lebih effisien kalau dikumpulkan disatu tempat seperti MCC. Bisa dibayangkan kalau ada 50 motor listrik memakai individual control.

Sama dengan Switchgear, MCC bisa saja LV atau Medium Voltage kalau motor yang di control kapasitasnya besar seperti misalnya 1500 HP atau 2000 HP.

Untuk IEC standard voltage, 50 HZ dibawah 1000V adalah Low Voltage seperti misalnya 380V, 440V

IEC voltage range AC DC

High voltage > 1000 Vrms > 1500 V

Low voltage 50–1000 Vrms 120–1500 V

Extra low voltage < 50 Vrms < 120 V

Tanggapan 2 – berlian syako

Mudah2an boleh menjelaskan lebih ya.

Sebagai tambahan,

Switchgear adalah perangkat listrik untuk operasi switching (sebagaimana yg dikatakan Pak Kunarta) atau pemutus dan connecting beban baik beban individu maupun kelompok beban.

Untuk lebih detail berikut adalah fungsi dari switchgear:

1. Fungsi Switching (melalui Circuit Breaker atau Load Break Switch atau Disconnecting Switch, dll)

2. Fungsi Proteksi (switchgear dilengkapi dengan fuse atau relay untuk proteksi beban seperti overcurrent, overload, reverse power, under/over voltage, dll)

3. Fungsi pengukuran (switchgear dilengkapi dengan meter untuk pengukuran besaran listrik seperti arus, tegangan, kwh, frekwensi, Power Factor, dll)

4. Fungsi Monitoring (switchgear dilengkapi dengan pilot indicator/fasilitas monitoring untuk memonitor status seperti status on/off maupun abnormal/trip), bisa untuk remote monitoring melalui PLC/DCS/SCADA.

Jadi switchgear umumnya dilengkapi dengan komponen2 untuk melaksanakan fungsi2 diatas. Komponen2 switchgear adalah sbb: Breaker/switch, relay proteksi, metering, pilot light, CT, and PT. Fungsi CT dan PT disini adalah sebagai detektor untuk relay proteksi dan juga sebagai sensor pengukuran besaran listrik arus dan tegangan.

Switchgear bisa individu atau juga kelompok yg terkoneksi melalui common busbar.

Motor Control Center (MCC) juga berfungsi kurang lebih seperti switchgear hanya saja bebannya umumnya motor. Operasi on/off dilakukan dengan start/stop melalui motor starter. Secara ringkas Motor Control Center (MCC) adalah kumpulan motor starter atau gabungan motor starter dan feeder breaker yg terkoneksi melalui common busbar.

Motor starter di install didalam cubicle dan umumnya terdiri dari komponen2 berikut:

1. Circuit Breaker / Fuse Switch (berfungsi sebagai pemutus pengaman)

2. Contactor (berfungsi untuk operasi start/stop motor)

3. Overload Relay/Motor Protection Relay (berfungsi sebagai pengaman gangguan motor)

4. Control Circuit (Circuit pengaturan untuk meng energize/de-energize contactor maupun auxiliary relay untuk fungsi lainnya seperti motor pilot light control, motor space heater control, time delay operation, motor sequence operation, lead/lag operation, Wye Delta operation, soft start operation dll)

5. CPT (Control Power Transformer) untuk pencatu daya Control Circuit

6. Pilot Light (untuk indikasi status), status bisa juga untuk remote monitoring

7. Untuk motor2 besar dilengkapi juga dengan CT untuk metering maupun relay proteksi

Motor bisa dikontrol baik secara manual maupun automatic melalui penggunaan PLC atau DCS. Motor bisa di start baik secara local maupun remote dengan menggunakan local start stop dan HOA (Hand Off Auto) selector switch.

Dengan perkembangan teknologi saat ini solid state Modular relay banyak tersedia di pasaran yg membuat dimensi relay semakin kecil tapi berbagai fungsi terintegrasi menjadi satu device, jadi satu modular relay sudah mencakup semua fungsi proteksi, metering, dan monitoring, dengan demikian mengurangi jumlah komponen yg terpasang baik di switchgear maupun di MCC. Bahkan kemajuan teknologi network seperti jaringan ethernet dengan TCP/IP protocol juga bisa digunakan untuk inteligen control dan monitor dari perangkat2 listrik tsb.

Tanggapan 3 – Kunarta Djayaputra

More detail, sangat jelas. Mudah2 an banyak membantu teman2 yang baru terjun di site maupun engineering design.

Make me jealous. Dulu waktu saya baru terjun ke actual job tidak ada fasilitas e-mail, internet. Semua harus belajar sendiri.

Sekarang semua tersedia dan teman2 yang punya pengalaman mau sharing knowledge.

Tanggapan 4 – Mahadi Capah

Dear Pak Yosep,

Yang saya tau switchgear itu adlh sentral pengaturan power dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya, contohnya dar 150kv ke 20 kv dengan memakai step up/dn transformer, sementara MCC atau Motor Control Center adalah pusat power untuk motor/pompa yang di operasikan di Balance Of Plant(BOP), biasanya dari 20kv nanti diturunkan lagi 6.6 kv dan ke 400 Volt Induction motor: Biasanya masuk paket MCC tetapi jarngannya terpisah dari jaringan yang lain karena dalam kondisi emergency(black out) powernya didapat dari Genset yang letakkan terpisah atau istilah kalau saya ga salah Black Stat.

Untuk lengkapnya bisa di lihat di Key Single Line Diagram di perusahaan pa yoseph sekarang.

Saya juga masih baru, CMIIW…

Salam Power…

Tanggapan 5 – Darwis Sabari

Pak Yosef,

Saya coba bantu jawab,

Switch Gear itu adalah seluruh Panel yang ada di dalam MCC (Motor Central Control) terkecuali UPS (Uninterrupter Panel System)
Switch Gear itulah tempatnya incoming dan outgoing distribution system.
480 VAC itu benar termasuk LV (low voltage)

Semoga membantu

Tanggapan 6 – faried mustawan

Mas Yosef,

kalau definisi kita bisa cari di wikipedia:

http://en.wikipedia.org/wiki/Motor_controller

http://en.wikipedia.org/wiki/Switchgear

http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Electric_power_distribution

http://en.wikipedia.org/wiki/Single-line_diagram

Generally,

switchgear adalah power distribution utamanya terdiri dari incoming circuit breaker, outgoing circuit breaker breaker, bus coupler (tie breaker), outgoing/ incoming transformer circuit breaker. Dimana circuit breaker disini bisa ACB (Air Circuit Breaker) ataupun VCB (Vacuum Circuit Breaker),
sementara MCC (Motor Control Center) adalah outgoing motor starter, yang biasanya kombinasi circuit breaker dan contactor. Motor starter bisa direct online starter ataupun variable speed drive, atau delta wye starter.
Phisically MV/LV switchgear dan MCC tergabung menjadi satu kesatuan, detail bisa dilihat di single line diagram.

Perkembangan switchgear/MCC sudah sedemikian pesat yang memungkinkan remote monitoring dan control, dengan smart relay protection, dimana satu relay bisa mengcover semua type protection (50, 51, 51N, 87, etc), demikian halnya protection untuk motor, generic name PMU (Protection Motor unit). Conventional switchgear juga masih banyak ditemukan, terutama di existing installation.

untuk 480VAC masih digolongkan low voltage, sementara medium voltage biasanya di range 3.3kV, 5kV, 6.6kV, …13.8kV

Untuk induction motor, biasanya milik package tertentu semisal HVAC system, instrument air compresssor etc yang terdapat di lapangan (field), dimana antara motor di field dan MCC terkonek lewat power cable.

selamat belajar

Tanggapan 7 – Eko Prast.

Mhn ijin nimbrung pak;

Switchgear ndak selalu berurusan dgn step up atau step down saja lho pak, memang utk skala besar berlaku seperti itu.

Ada juga Low Voltage switchgear yg gak merubah tegangannya sama skali, contoh kecil ya di platform kecil2 yg pakai 3 phase 415V itu, sejak dari generator sampai motor & beban2 lain tegangan tetap sama.

Gampangnya membedakan antara switchgear dgn MCC adalah hirarki-nya, switchgear bisa saja mempunyai bagian yg mengatur switching & supply ke motor, itulah MCC, cmiiw;

LV induction motor harusnya dikontrol & disuplai lewat MCC, sedangkan suplai MCC diperoleh dari switchgear;

Low voltage itu spengetahuan sy smua tegangan <1kV, 1kV-20kV itu middle, 20kV-70kV itu high voltage, lebih dari itu extra high voltage, trgantung acuan standar yg dipakai, krn standar high voltage di US & Indonesia beda jauh;

Tanggapan 8 – zoel.boelank

Ikut nimbrung,

Switchgear pada intinya sebagai pemutus arus/pengaman level akhir. Bisa dipakai utk menghubungkan dari HV ke MV, MV ke LV, kemudian disalurkan ke beban (MCC). Di MCC itu sendiri merupakan satu atau lebih control plus pengaman untuk mengoperasikan peralatan elmot. Bisa di tempat dalam satu ruangan atau terpisah.

Tanggapan 10 – Saleh Rustam

Switchgear pada umumnya bagi kebanyakan org adalah Circuit Breaker khususnya untuk tegangan menengah dan tinggi, namun saya juga sepakat kalau Disconnecting Switch juga merupakan bagian dr Switchgear dan merupakan switch untuk mengisolasi jaringan meski dalam kondisi OFF Line tdk serupa dengan rekan sejawatnya Circuit Breaker.

Untuk sistem kelistrikan di Indonesia, dari transmission line katakanlah 150 kV dgn menggunakan transformer stepdown diturunkan menjadi 11 kV, 33 kV, dll. Kemudian line 11 kV atau 33 kV ini akan menuju ke panel distribution board yg terdiri dari Main CB sbg upstream breaker dan kemudian beban didistribusikan ke beberapa downstream circuit breaker. Pada dasarnya panel distribusi ini mirip dgn MCC namun panel distribusi tegangan menengah ini tdk disebut sebagai MCC tetapi panel distribusi yg memiliki beberapa switchgear. Salah satu cabang atau downstream breaker panel distrbusi medium voltage akan menuju ke transformer stepdown lagi katakanlah dari 11 kV ke 380 volt dan output dr transformer ini akan menuju ke MCC, nah….di MCC sendiri punya Main CB kemudian ada horisontal busbar dan dari horisontal busbar ini ada beberapa vertikal busbar tempat menjepitkan kontak dari MCC modul sebagai input power MCC modul tsb. Pada MCC modul sendiri memiliki disconnecting switch, contactor, atau
CB, dan fuse….hampir mirip dgn medium voltage power distribution cuma berbeda rating pemutusnya atau switchgearnya….so saya juga susah akhirnya membedakan apakah istilah switchgear bisa juga dipakai oleh low voltage CB dan DSnya???

Low voltage induction motor bukan merupakan bagian dari switchgear tetapi lebih tepat beban dari switchgear itu sendiri. LV induction motor diluar dari panel distribusi.
Untuk induction motor kapasitas besar terkadang dijumpai dihubungkan atau
disuplai dari panel distribusi tegangan menengah separti 3.3 kV misalnya. Motor tersebut dihubungkan ke CB tegangan menengah, fuses dan Disconnecting Switch yg terletak di dalam panel distribusi tegangan menengah sdgkan untuk LV Induction
Motor kapasitas rendah hingga 200 HP dihubungkan ke MCC module yg juga didalamnya terdapat DS, contactor, fuse or CB.

Berdasarkan standar yg umum penbagian level voltage sbb:

110 – 1000 volt = low voltage

>1000 – 52 kV = Medium Voltage

>52 kV – up = High Voltage

>500 kV = Extra