Analisa onshore underground pipeline paling mudah menggunakan bently autopipe dengan menghitung batas anchor zone dimana tanah dan pipa telah menyatu, dan slippage zone dimana pipa bergerak relative terhadap tanah, yaitu bagian dari posisi pipa mulai di kubur hingga mencapai anchor zone. Expansion spool ini untuk mengakomodasi pergerakan dari slippage zone.

Tanya – Wawan Hendrawan

Dear All,

Untuk gas pipeline 20 km, 6′ underground apakah anchor blok diperlukan, bila temperature fluidnya sekitar ambeint.

Tanggapan 1 – And Riawan

tidak perlu, Pak . . .

Referensi ANSI B31.8

mohon koreksi juga dari teman yg lain

Tanggapan 2 – edfarman chan

Saya bukan pipeline engineer, tapi kalau boleh share sedikit yg saya tahu ttg U/G pipeline.

In my humble opinion nggak bisa semudah itu memutuskan perlu atau tidaknya anchor block di U/G Pipeline.
Harus ada data yang lebih detail, b’gimana dengan specifikasi materialnya, service fluid, service condition (P&T), routing/layout pipe.
Lalu ada study / calculation untuk mengetahui berapa besar load yang terjadi pada system tsb. Ada eng’g softwarenya juga.
Dari sana kelihatan perlu atau tidaknya anchor block, hingga bisa diputuskan dimension & posisinya.
Please CMIIW.

Tanggapan 3 – Wawan Hendrawan

Specification material : API 5L GR.B, Temperature 129 deg F (54 deg C), Pressure 892 psi ,Fluidnya Natural gas, routingnya hampir lurus tidak ada loop.
pipa underground (1. 2 meter dibawah tanah)

Apakah perlu anchor , untuk menahan Launcher dan receiver didalam plant.

Tanggapan 4 – Eko Drajat, Nugroho

kalau di modelling di caesar sepertinya tetep memerluken fixed support (concrete + u-bolt atau metode lainnya) walau di tanam sekalipun. kalau nggak ada fix support di modelling akan jadi goyang kiri-kanan.

………….. (mode sok tahu ON) ………..

Tanggapan 5 – Amal Ashardian

Anchor block tidak digunakan untuk menahan expansi. Tetapi untuk menahan titik itu supaya tetap pada posisinya, relative terhadap facility misalnya di dekat sectional valve atau didekat receiver/ launcher.

Expansi harus di akomodasi dengan diberikan expansion spool.

Analisa onshore underground pipeline paling mudah menggunakan bently autopipe dengan menghitung batas anchor zone dimana tanah dan pipa telah menyatu, dan slippage zone dimana pipa bergerak relative terhadap tanah, yatu bagian dari posisi pipa mulai di kubur hingga mencapai anchor zone.

Expansion spool ini untuk mengakomodasi pergerakan dari slippage zone.

Mudah mudahan membantu.

Tanggapan 6 – herlambang sunyoto

Sepertinya harus ada study lebih lanjut, karena selain tahu fluida yang mengalir didalam pipa, kita juga harus tahu kondisi tanah yang dilalui oleh pipa.

Pengaruh spesifik fluida & eksternal pipe khususnya kondisi tanah.
Kejadian di tempat kami bekerja, terjadi Up Heave Buckle pipe, yaitu pipa yang muncul ke atas permukaan tanah. Setelah beroperasi sekian tahun dengan sendirinya, padahal buried pipe. Khususnya pipa-2 gas kami yang mempunyai Water Gas Ratio yang lumayan tinggi.

Sebatas yg saya ketahui.

Tanggapan 7 – Amal

1, kalau ternyata terjadi di slippage zone:

Upheavel buckling menunjukkan expansion yang tertahan, bisa jadi distu salah menempatkan anchor blok.

Rule of thumb nya : High temp underground pipeline begitu keluar dari tanah, bertemu degan expansion loop dulu atau dog leg, baru kemudian anchor blok.

Bisa juga karena di dekat situ ada elbow yang ditanam, elbow ini akan bertindak sebagai anchor point dan menyebabkan upheavel buckling. Underground pipeline semestinya memakai elastic bend supaya expansion bisa diteruskan.

2, kalau terjadi di anchor zone,

Upheavel buckling biasanya karena disitu ada imperfection tanahnya sedikit naik dan up ward pipe movement tidak bisa ditahan oleh urukan tanahnya.

Tanggapan 8 – hadiwinoto soedar

Base assumption harus jelas;property tanah,isulation yg dipakai,delta temperatur apa sangat tinggi,asbuilt isometric dllnya> kalau pakai caesar 2 harus jeli dan hati2 dlm mengambil assumsi dan modelingnya.