Steam drum adalah sebuah bejana yang selalu berisi 2 fasa steam (liquid dan vapor) karena biasanya ada level controlnya. Kalau tidak ada level controlnya fungsi boiler bisa berubah. Kalau kekeringan boiler bisa jadi superheater, kalau kepenuhan boiler bisa jadi economizer. Fungsinya bermacam-macam, tergantung bagaimana cara memandangnya misalnya : • Menjaga steam yang dihasilkan selalu dalam kondisi saturated; • Menjaga boiler coil (pengubah fasa liquid menjadi vapor) tetap terbasahi sehingga tidak jadi superheater; • Selain itu sebagai buffer jika BFW pump shutdown maka tidak serta merta boiler coil jadi superheater karena kekeringan (ada time delay beberapa waktu sehingga lebih safe).

Rangkuman Diskusi KBK Proses

Editor : Zulfan Adi Putra – Swastioko Budhi Suryanto – Moderator KBK Proses

Tanya – Errick Setiawan – Hitachi Construction Machinery Indonesia

Saya ada pertanyaan, apakah kondensat (steam) yang kembali dari proses (condensate return) boleh langsung dimasukkan ke dalam boiler shell atau steam drum sebuah boiler yang menghasilkan uap jenuh (saturated steam) pada tekanan kerja 10 barg ?. Biasanya kondensat ini dijadikan fase cair (air) lalu dipompa untuk masuk ke dalam boiler. Bila bisa langsung, instrument atau tank apakah yang harus disiapkan ?. Asumsi kondensat yang kembali dari proses itu sekitar 70 – 80 persen dari kapasitas boiler.

Tanggapan 1 – Muchlis Nugroho – Rekayasa Engineering

Mas Errick, jawabannya tergantung dari kualitas process condensate itu yang dibandingkan dengan persyaratan kemurnian water boilernya. Misalnya process condensate dari pabrik methanol tentunya kualitasnya berbeda pH dengan process condensate dari pabrik urea. Kalau dari methanol mungkin bisa, tapi kalau dari urea mungkin perlu treatment dulu. Kalau kondensat yang dimaksud adalah mirip produced water, maka masih perlu dianalisa dulu. Begitu Mas.

Tapi kalau dilihat dari tekanan boilernya (dan saturatednya itu), sepertinya persyaratannya tidak terlalu sulit untuk dicapai. Ini fire tube ya ?. Jika ternyata kualitas process condensate masuk kualifikasi feed water (termasuk disaat upset), maka tinggal masukkan saja ke surge tank dari BFW pump/circulation pump.

Tanggapan 2 – Stephen Sugiarto Rahmat – Agip Lubrindo Pratama

Mas Errick, saya bukan ahli boiler, tetapi punya pengetahuan sedikit tentang operasinya, sehingga saya menanggapi pertanyaan yang diajukan, agar yang lain yang lebih ahli bisa memberikan tanggapan dan/atau sanggahan.

Filisofi dasar perlunya Steam Drum adalah untuk menampung uap yang dihasilkan, dan berfungsi sebagai ‘buffer tank’ agar tekanan uap yang akan disalurkan relatif tidak berfluktuasi terlalu besar. Entahkah itu saturated steam ataupun super heated steam, maka fungsi steam drum tetap sama, artinya suatu bejana yang menampung hasil uap yang baik tekanan maupun suhunya sesuai yang dikehendaki.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi jika condensate, yang tentu saja dalam fase cair, bertemu dengan uap dalam kondisi tertentu yang berada dalam steam drum ?. Kita harus tahu dulu, mengapa condensate return dirancang masuk ke condensate tank dulu, baru bersama-sama dengan make up water masuk menjadi feed water. Pada waktu uap menjadi cair, maka ada ‘pengayaan Oksigen’ terlarut dalam condensate, sehingga diperlukan ‘oxygen scavenger’ dalam condensate tank. Kenapa kelebihan oksigen dalam system boiler kok dimasalahkan ?. Karena oksigen bebas akan bersifat oksidatif, sehingga bisa mempercepat tingkat korosi dan bisa bereaksi dengan mineral lain yang ada dalam air sehingga membentuk senyawa lain, yang biasanya berupa garam dan meningkatkan kesadahan air ketel (boiler), sehingga blow down rate nya harus lebih tinggi yang berdampak kepada pemakaian chemicals yang lebih banyak (karena banyak air yang harus dibuang, dan cycle dari boiler water nya menjadi lebih pendek).

Jadi, jika condensate langsung dikembalikan ke steam drum (misalnya dengan proteksi check valve dan peralatan lain yang memadai), yang akan terjadi ialah :

1. Flashing, karena suhu condensate yang relatif dingin bertemu dengan uap yang relatif panas, sehingga bisa timbul tekanan mendadak dan sporadic yang tidak terkontrol.

2. Kualitas uap yang dalam steam drum terganggu, yang tadinya saturated ataupun superheated akan berubah, bisa menjadi uap basah, sehingga enthalpy nya pun berubah, dan bisa berakibat kinerja equipment yang dipasok oleh steam drum tersebut tidak seperti yang diharapkan, dan akan berakibat fatal jika uap tersebut misalnya untuk dipasok ke turbin uap, karena uap yang basah akan merusak turbine blade, dan biaya perbaikannya akan sangat mahal.

3. Tingkat korosi dalam system boiler tersebut akan meningkat, karena adanya oksigen bebas yang berlebihan.

Mudah-mudahan menjawab pertanyaan mas Errick. Saran saya, jika ingin mengadakan modifikasi dalam sistem boiler, sebaiknya berkonsultasi dengan pakarnya atau boiler manufacturer, agar tidak timbul kerugian yang besar.

Tanggapan 3 – Budi Yuwono – Kaltim Methanol Industri

Sekedar sharing, di tempat kami condensate masuk ke water treatment plant, kemudian masuk ke demineralized water tank untuk umpan boiler. Ada sebagian yang dilakukan modifikasi, dimana condensate (dari turbine) dimasukkan langsung ke deaerator tank. Instrument yang digunakan berupa pH analyzer yang men drive on/off valve, jika pH nya masih memenuhi persyaratan maka condensate langsung ke deaerator, kalau melebihi ambang batas yang diijinkan akan dibuang ke sewer.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: