Apabila sebagai user, tentu kita kalau mau beli material harus sesuai peruntukkannya, sesuai desain tentunya. Jika requirementnya cuma minimum fy=36ksi, tentu SS400 dan ASTM A36 bisa saling subsitusi. Sedangkan chemical content, tentu juga ada pertimbangan sendiri. biasanya welding. Kalau mau dikembangkan lebih luas lagi, ada pertimbangan di fatigue analysis, sampai ke reliability. Apakah bisa saling subsitusi? Itu kembali ke kemauan kita. Apakah chemical contentnya, (misalnya CE, ato unsur lain) sesuai dengan keinginan kita.

Tanya – DARMAYADI

Mungkin bisa di diskusikan di forum ini, apa bedanya material ASTM A36 dengan material JIS 3101 SS400.

Dari mechanical test tercantumn bahwa untuk ASTM A36, tensile :400–550 MPa, Yield : min 250 MPa, Elongation : min 20%

Sedangkan untuk JIS 3101 SS400, Tensile : 400 – 510 MPa, Yield : min 235 MPa dan Elongation : min 21%.

Kira-kira..ada gak teman yang bisa kasih masukan kapan kita pilih menggunakan ASTM A36 dan kapan kita menggunakan JIS 3101 SS400 dalam mendesign suatu project?

Tanggapan 1- novembri nov

Ini ada sedikit article ttg pertanyaan Pak May..

Untuk inti pertanyaannya kapan designer pakai SS atau A36 :

Kalau orang designer menghitung kekuaan struktural dengan melihat mechanical propertiesnya + safety factor.

Bila dari calculation mereka sudah masuk dan dicheck dengan software spt SAP atau lainnya OK ya mereka bisa memilih satu diantara keduanya….

Factor lainnya mungkin masalah harga saja ….

—————————————————————————————————–

Ss400 – Japanese Industrial Standard JIS G 3101 – ‘Rolled steel for general structure’
American ASTM A36 – ‘Carbon Structural Steel’

Those are comparable. Check this conversion chart:

http://www.worldofsteel.com/resources/ba…

Difference is that Ss 400 has no chemical composition assigned, while A36 is allowed for max. 0.25% C and 0.40% Si.

In case when thickness is over 3/4” to 1 1/2” [20 to 40], incl., max. 0.80-1.20% Mn is also assigned for A36.

Japanese standard JIS G 3101 recognizes 4 grades of steel:

Ss 330, Ss 400, Ss 490 and Ss 540.

Ss stands for structural steel, and numbers correspond to tensile strength in N/mm^2.

First three types have no assigned chemical composition, while Ss540 is allowed for max. 0.30%C and 1.60%Mn

Tanggapan 2 – danang indrasworo

Sekadar menambahkan informasi bahwa biasanya jenis material ini sudah ditentukan sebelumnya dalam client specification bab material.

Dari beberapa project yang pernah saya temui, kebanyakan client2 meminta material ASTM A36 untuk aplikasi non critical/ tertiary item pada struktural. Namun mengingat ketersediaan dipasar yang sering susah ditemukan, umumnya di waive dengan material yang equivalent seperti JIS 3101 SS 400 ini. Hal ini biasanya diperlukan SQ/TQ untuk approval client.

Namun secara practical jika tidak ada specification yang mengatur maka menurut saya bisa saja menggunakan A36 atau SS 400 selama nilai mechanical properties (Yield, Tensile Stregth ) masuk ke dalam design dan dalam hal ini pemilihan mungkin didasari atas pertimbangan cost.

Tanggapan 3 – Agus Suryantoro

Pengalaman saya, kita pernah propose ke client untuk ganti A36 ke BSEN 1075 (kalau gak salah) karena untuk type WF di local market tidak ada, akhirnya owner menerima selain Fy-nya, ternyata dia lebih konsentrasi ke kadar Carbon, kalau ndak salah A36 kadar C= maks.0.26% sedangkan yang kita propose 0.24% jadi bisa diterima.

Silahkan lihat ASTM, mana yang akan digunakan sangat tergantung sikon.

Tanggapan 4 – Agus Hernandar

Pak Darmayadi,

Kalau saya melihat nggak ada perbedaan di antara keduanya. Biasanya di spec project juga kedua material ini merupakan padanan / alternatif.

Tanggapan 5 – Firman

Perbedaan jelas ada pak…wong udah jelas ditulis dibawah range nya ada perbedaan…Cuma tidak significant saja (ini lebih karena ego dari suatu Negara supaya standardnya agak beda dikit)… klo merupakan alternative, ya saya setuju.

Tanggapan 6 – Ismail Hamzah Azmatkhan Al-husaini

Pak Darmayadi,

Tergantung dari requirement project pak.

kalau requirement dari owner bahwa equipment yg di desain mesti ASME Stamp, maka harus menggunakan SA-36 atau A-36 tetapi bila tidak ada requirement ASME stamp, maka dapat digunakan JIS G3101 SS400.

Tanggapan 7 – Richard Bonardo

Kawan-kawan :

Saat kursus WE di JWES saya tanyakan hal ini ke salah seorang pengajar (japanese) dan kurang lebih ini jawaban beliau :

1. SS400 are originally made not for welding process application, ini dibuktikan dengan rentang kadar chemical composition yang lebar. Di jepang sendiri ada grade steel khusus untuk structural work yang menggunakan welding – maaf saya lupa kode gradenya –

2. SS400 tidak mencantumkan heat resistance properties, jadi untuk structural work yang terpapar panas dan membutuhkan justifikasi engineering untuk menentukan ketahanannya material ini tidak recomended. Contoh Boiler Casing, boiler inlet duct dll.

Tanggapan 8 – eko susilo

Bang Bona,

Menarik sekali penjelasan sampeyan di point yang pertama, untuk yang kedua sudah clear. Mohon dijelaskan lagi maksud dari point pertama, apakah not for welding process application ini adalah untuk pekerjaan yang pengelasan banyak di aplikasikan pada SS400 tsb atau kalau cuma untuk pengelasan bracing tidak masalah, karena penyambungan dengan bracing hanya pekerjaan minoritas (semisal aplikasi SS400 untuk kontruksi gedung).

Tanggapan 9 – dhono1973

Slamat sore pak,

IMHO. Chemical composition yg diatur di JIS terlalu lebar krn tdk di state jelas kadar C….Si…dll (maaf pak ga inget).

Sedangkan di A36 chemical comp lebih diatur scr jelas..terutama C-nya shg membuat org lebih yakin bahwa weldabilties material ini lebih terjaga.
Kalau di JIS ibaratnya krn tdk diatur maka ditakutkan hal ini membuat hasil produk terlalu fluktuatif. Lha diatur saja bs fluktuatif, apalagi tdk diatur. Sy rasa org metalurgist lbh paham hubungan chemical comp…dg kelakuan mechanic plus weldabilities… monggo..

Tanggapan 10 – firman.bhaktiwinaya

Wah saya koreksi pak…

Di JIS / ASTM/ DIN/ BS itu sama sama jelas…dicantumkan chemical komposisinya…juga mechanical propertiesnya komplit ko…

Kecuali klo bapak belum pernah buka langsung JIS standard atau standard yang lainnya…JJJ

Suatu manufacturing material…harus menguji material yang di buatnya untuk memastikan chemical komposisi, Dan mechanical propertiesnya tercapai sesuai dengan standard yang dipake…juga distandard tersebut dicantumkan apa saja yang harus di uji..juga.

Bagaimana cara pengujiannya.

Tanggapan 11 – Triez trisworo99

Dear Pak Darmayadi,

Ikut sharing,ya, walaupun saya bukan orang material.

Klo ditanya beda detailsnya saya kurang tahu, tapi yang jelas setahu saya, A 36 jauh lebih baik dari SS-400, namun SS-400 jauh lebih mudah dicari dipasaran ketimbang A36, dan harganya jauh lebih murah. Saya pernah pake kebetulan untuk cable ladder support dan steel plate lighting maupun cable ladder support kemarin2.
Klo bapak liat aktual di lapangan SS-400 jauh lebih rapuh dari A36. Walupun mungkin secara fisik tidak begitu terlihat apalagi bila sudah keluar dari blasting painting. Namun A 36sendiri tidak jauh lebih bagus dari S275 tentunya.
Itu mungkin simple,nya,pak,saya yakin pak darmayadi lebih menguasai dalam hal ini.

Tanggapan 12 – firman.bhaktiwinaya

Pak tris,

Bapak tidak bias men-judgement…lebih baik atau nggaknya. Berdasarkan satu kasus seperti itu…Pembuktiannya bisa dilakukan dengan DT.

Saya kasih sample misalkan:

A 36 dengan hasil test tensile 450 Mpa , Yield 275 Mpa, elongasi 24 % dan

SS 400 dengan hasil test uji 450 Mpa , Yield 275 Mpa, elongasi 24 %

Artinya kedua jenis material tsb yang oleh manufakturingnya dibuat dengan standard yang berbeda…secara kekuatan adalah sama.

Kasus bapak mungkin saja terjadi…pertama bisa disebabkan komposisi kimia yang berbeda, mechanical properties yang berbeda dan manufacturing company nya juga berbeda…

Bahkan yang satu company pun bisa berbeda…antara yang satu “Heat No” dengan “Heat No” yang lainnya. Pasti berbeda pula. Coba bapak review Mill cert. suatu jenis material (berbeda Heat no) dari satu manufacturing company, hasilnya pasti berbeda.

Tanggapan 13 – trisworo99

Hehehe..ok, Pak Firman.

Misal yang dibawah bukan sample, tapi dengan komposisi actual yang diungkapkan pak darmayadi ( ASTM A36, tensile :400–550 MPa, Yield : min 250 MPa, Elongation : min 20% Sedangkan untuk JIS 3101 SS400, Tensile : 400 – 510 MPa, Yield : min 235 MPa dan Elongation : min 21% ) apa anda setuju klo A36 sedikit lebih baik dari SS400?
kemudian klo boleh tahu ‘komposisi kimia yang berbeda, mechanical properties yang berbeda dan manufacturing company nya juga berbeda’, apa maksudnya klo kita order JIS 310 SS400 harus kita state komposisi kimia maupun mechanical propertis yg kita inginkan? Bukannya supplier/manufacture sudah tahu standardnya?

Terima kasih sebelumnya,

Tanggapan 14 – cak.topan

kalo sebagai user, tentu kita kalo mau beli material harus sesuai peruntukkannya, sesuai desain bapak tentunya.
jika requirement bapak cuma minimum fy=36ksi, tentu SS400 dan ASTM A36 bisa saling subsitusi.

sedangkan chemical content, tentu juga ada pertimbangan sendiri. biasanya welding, pak.
kalo mau dikembangkan lebih luas lagi, ada pertimbangan di fatigue analysis, sampe ke reliability.

apakah bisa saling subsitusi? nah itu… kembali ke kemauan kita.

apakah chemical contentnya, (misalnya CE, ato unsur lain) sesuai dengan keinginan kita?

manufacture memang sudah tau standar fabrikasinya sendiri.
sedangkan kita juga tau apa kemauan kita sendiri.
sisanya tinggal nge-match-kan antara market availability dan specification yang kita pegang.

ini bukan masalah mana yang lebih baik dari yang lain, tapi yang kita mau itu apa.
kalo sesuai yang dipilih. tidak sesuai, ya cari yang lain. tidak ada yang jual, ya… mari kita mumet. 😀

kalo soal cost, yaaaa…. tentu saja yang lebih murah itu yang dipilih 😀

Tanggapan 15 – Richard Bonardo

Cak Eko :

Untuk bisa lebih mudeng masalah ini saya sarankan browsing mengenai proses pembuatan baja khususnya proses Fully Killed Steel (A36) Vs Semi killed steel (SS400)

Pada semi killed steel tidak dilakukan de-oksidasi -cmiiw- . Sehingga saat dilas ada Oksida yang terjebak dan menimbulkan porositas dalam logam lasan.

Proses de-oksidasi ini melibatkan penambahan Si (silikon) , in which hal ini tidak diatur dalam SS400 – tolong panjenengan cross cek di JIS 3101 SS400 apakah ada requirement untuk Si, karena daku tidak pegang copynya –

Tanggapan 16 – DARMAYADI

Wah..menarik nih…

Mungkin karena ada pernyataan seperti point no 1 itu maka klien minta A36..
Kira-kira penyebabnya apa ya? sehingga Jepang memproduksi baja SS400 tapi tidak untuk di Las ??

SS400 masuk dalam kelompok JIS G3101 yang dalam scopenya diyatakan bahwa baja ini adalah Hot Rolled Steel yang digunakan untuk struktur umum seperti ; Bridge, Ships, dll.

Mungkin ada pendapat lain??

Tanggapan 17 – jokoaprilanto

Awal nya ss 400 adl sama dg SS41 adl product rolled steel for general structure base on JIS G-3101 dan telah diproduksi sampai akhir desember 1990 dan stl 1 januari 1991 product berubah menjadi SS400. Jika dibandingkan dg A36, dg melihat mech properties dan chem comp yg similar maka dpt di katakan SS400 sama dg A36. maaf jika kurang berkenan. JK-Stahl.

Tanggapan 18 – Bagus SW

Dear rekans,

Sorry saya angkat topik ini lagi..

Saya baru mengetahui bahwa SS400 (kalo ngga salah sekarang namanya berubah menjadi G3101-SS41) tidak untuk dilas.. Sementara ada rencana kami menggunakan SS400 untuk welded tangki storage yang didesain menggunakan API 650.

Lalu apakah kami harus mengganti material SS400 tersebut menjadi A-36 atau tetap menggunakan SS400?

Terima kasih atas jawaban rekan2 sekalian..

Attachment : Comparison A 36 & SS400