THR diatur adalah minimal 1x gaji dalam setahun dengan mekanisme sbb: 1. THR dihitung setelah masa kerja 3 bulan baik itu sebagai tenaga kontrak (PKWT/ perjanjian kerja waktu terbatas) dan tenaga permanen (PKWTT/ perjanjian kerja waktu tidak terbatas), dihitung sejak kontrak ditandatangani entah itu PKWT atau PKWTT; 2. setelah melewati 3 bulan, THR dihitung prorata sampai akhir masa kontrak (bila PKWT). Misal masa kontrak 4 bulan, maka THR = (4/12) x 1 gaji; 3. Bila anda terhitung sebagai PKWT sudah 1 tahun, maka anda berhak THR 1x gaji terhitung sejak kontrak anda tanda tangani, bukan sejak tanggal PKWT berakhir.

Tanya – ricky hendra

Dear milister migas,

Saat ini saya bekerja dalam masa peralihan dari kontrak ke permanen.

Yang jadi masalahnya adalah pembagian THRnya.

Saya terhitung kontrak dari 1 december 2009 selama setahun, yang jatuh tempo sampai 1 december 2010.

Sekarang saya sudah diangkat menjadi permanen.

Akan tetapi THR yang saya terima hanya sebesar satu bulan, yaitu terhitung dari December 2010, padahal saya sudah bekerja selama setahun.

Adakah di peraturan depnaker yang menetukan masalah ini?

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Riksha. L [Mr.]

Ricky,

Sependek pengetahuan saya, peraturan mengenai THR itu tertulis di Surat Perjanjian Kerja (Entah PKWT atau PKWTT).
Coba anda baca lagi di surat perjanjian kerjanya.

Untuk peraturan dari UU tenaga kerja / disnaker, maaf saya tidak bisa banyak membantu.

yang cuma dapet THR 1 bulan gaji tiap tahunnya.

Tanggapan 2 – Ivan Taufan (@HOME)

rekan ricky,

sepanjang pengetahuan saya, THR diatur adalah minimal 1x gaji dalam setahun dengan mekanisme sbb:

1. THR dihitung setelah masa kerja 3 bulan baik itu sebagai tenaga kontrak (PKWT/ perjanjian kerja waktu terbatas) dan tenaga permanen (PKWTT/ perjanjian kerja waktu tidak terbatas), dihitung sejak kontrak ditandatangani entah itu PKWT atau PKWTT.

2. setelah melewati 3 bulan, THR dihitung prorata sampai akhir masa kontrak (bila PKWT). Misal masa kontrak 4 bulan, maka THR = (4/12) x 1 gaji

3. Bila anda terhitung sebagai PKWT sudah 1 tahun, maka anda berhak THR 1x gaji terhitung sejak kontrak anda tanda tangani, bukan sejak tanggal PKWT berakhir.

Tanggapan 3 – Muamar Khadafi

pak Ricky,

ada aturanya dalam Permenaker 4 Tahun 1994 (silahkan digoogling saja)..
melihat kasus anda, sepertinya Perusahaan anda sudah memenuhi kewajiban untuk membayar THR anda sebesar 1 bulan upah untuk masa kerja 1 tahun ( 1 Dec 09 – 1 Dec 10).

Demikian semoga membantu…

Tanggapan 4 – ricky hendra

Pak Muamar,

Saya sudah coba googling dan ketemunya di kepmen 4 thn 1994,

Tidak ada sama sekali penjelasan mengenai peralihan dari karyawan kontrak ke permanen, yg ada bahwa pekerja yang dipekerjakan secara terus menerus dalam 12 bulan berhak untuk THR minimum 1/12 x 12 bulan gaji pokok.

Namun kenyataannya, saya hanya mendapat THR sebesar 1/12 x 1 bulan Gaji pokok.

Penjelasan dari pihak HRD menyatakan bahwa THR yg saya terima hanya 1 bulan, karena kontrak sudah berakhir 3 minggu sebelum hari raya.

Berdasar kepmen seandainya karyawan kontrak dipecat 3 minggu sebelum hari raya, maka tidak berhak untuk menerima THR.

Akan tetapi kenyataannya saya bukan putus kerja, tetapi tetap dipekerjakan secara terus menerus, hanya status dari kontrak ke permanen yg berubah.

Apakah hak utk THR dalam kasus ini berlaku hanya 1 bulan atau 1 tahun?

Tanggapan 5 – Muamar Khadafi

Pak Ricky,

mungkin tadi saya salah paham tentang kasus anda bahwa anda menerima satu bulan upah untuk THR yang sudah menjadi hak anda, namun ternyata anda menerima hanya 1/12 x 1 bulan upah saja.

Oke, begini sebelum bicara THR, disini kasus anda adalah terjadi perubahan status dari karyawan kontrak (PKWT) menjadi karyawan tetap (PKWTT). dalam perundangan ketenagakerjaan tidak menyebutkan secara spesifik tentang prosedur pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. Perundangan hanya menjelaskan tentang syarat2 PKWT menjadi PKWTT (ref. Kepmenaker no. 100 Tahun 2004). oleh karena itu, jika memang anda diangkat menjadi karyawan tetap oleh Perusahaan anda pada saat anda selesai PKWT, maka seharusnya acuannya adalah PKWT tersebut, salah satu yang menjadi acuan adalah tanggal anda masuk kerja (disini anda menyebutkan 01 Dec 2009).
dalam membuat surat pengangkatan perlu adanya acuan, misalnya ketika karyawan PKWTT yang harus menjalani masa percobaan 3 bulan, maka setelah selesai karyawan tersebut menjalani masa 3 bulan tersebut pihak manajemen harus sudah mengambil keputusan apakah karyawan tersebut gagal percobaan atau lulus percobaan. dan seandainya lulus percobaan maka diterbitkanlah surat pengangkatan yang didalamnya memasukkan masa percobaan tersebut merupakan masa kerja karyawan tersebut.
dengan demikian, hal ini pun bisa terjadi ketika karyawan kontrak menjadi karyawan permanen. masa kerja karyawan kontrak tersebut seharusnya dihitung sebagai masa kerja karyawan.

Demikian semoga menjadi jelas.

Tanggapan 6 – Eko Setyo Utomo

urun rembug..

All,

Kalau dari kontrak ke permanen beda perusahaan maka yg dihitung waktunya adalah perusahaan terakhir, sdgkan perusahaan sebelumnya pasti akan diignore oleh perusahaan baru tsb (contoh kontrak dr outsourcing ke permanen employe di perusahaan dimana outsourcing itu menempatkan pekerjanya) Hal mana waktu yg tdk dihitung dinegosiasikan saja dgn perusahaan yg baru (kalau bisa:))

kalau dari kontrak ke permanen SAMA perusahaannya, maka pekerja BERHAK THR sesuai aturan yg berlaku.

Tanggapan 7 – steve

Pak ricky, sebenarnya info bapak masih belum jelas. sebenarnya tidak ada masalah dalam peralihan kontrak ke tetap, semua dapat THR asal sudah bekerja lebih dari 3bulan. THR akan dihitung prorata.

yang menjadi masalah adalah waktu kerjanya, biasanya jika anda kontrak, waktu kerjanya dihitung dari waktu habisnya kontrak. jadi disini waktu kerja anda baru dimulai dari 2 desember 2010, kecuali sudah ditentukan lain dalam perjanjian kerja.

Saya asumsikan bapak dapat THR desember ini. Jadi tahun lalu dari perusahaan tidak memberikan karena belum bekerja lebih dari 3bulan.

Pak, besarnya THR memang yang standar adalah 1bulan gaji jika sudah bekerja 12bulan. Kecuali memang di perusahaan bapak berbeda dan masa kerjanya dihitung sejak masa kontrak bapak berarti bapak harusnya mendapatkan full seperti karyawan lain yang sudah bekerja lebih dari 1tahun.

Tanggapan 8 – Sayyid Hasan Al Hamid

Ikut urug rembug, biasanya ini juga tergantung dari perusahaan yang kita ikuti, ada juga kawan yang sudah bekerja lama (lebih dari 1thn) di suatu perusahaan dengan perpanjangan kontrak setiap 3bln, hanya mendapatkan separo gaji…

untuk peraturan saya masih belum memahami..

Tanggapan 9 – ricky hendra

Pak steve,

Dengan HRD sudah clear sekarang, setelah SK pengangkatan permanen keluar, maka masa kerja kontrak saya dihitung menjadi masa kerja.

Besarnya yang saya maksud yaitu faktor pengalinya Pak, setahun. Jadi 1/12 x 12 bulan = 1 bulan gaji. Di tempat saya memang ada yang dapat lebih dari 1x gaji, tergantung dari masa kerja, dan ini merupakan kebijakan perusahaan masing – masing.

Berdasar peraturan perusahaan, pegawai kontrak bila diangkat menjadi permanen harus dirumahkan minimal 15 hari baru kemudian boleh bekerja kembali.

Namun User sendiri rata – rata tidak menerima bila karyawan diistirahatkan, saya tetap bekerja.

Kepmen 04/1994

Pasal 6

Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR

Yang saya heran dari pihak HRD, pasal diatas hanya berlaku untuk karyawan permanen.

Seandainya saya dirumahkan, THR akan hangus.

Terkecuali kontrak saya berakhir setelah hari raya.

Pertanyaannya,

Apa benar peraturan tsbt tidak berlaku bagi karyawan kontrak?