Pengaruh beda frequency akan berakibat pada (dari 60 Hz ke 50Hz) 1. Rotasional speed akan turun, probably 20%; 2. Cooling rate akan mengikuti speed, turun juga;
3. Load Horse power akan turun; 4. V/f akan naik yang berarti ada draw current tambahan.

Tanya – eko ‘batman

Bapak2/Ibu2,

Mohon bantuan penjelasannya bila ada motor dengan spek 60 Hz dipakai ke sistem listrik 50 Hz, apakah ada pengaruh/rugi2 terhadap konsumsi power dan performance motornya.
Satu lagi, bila sistem tegangan power listrik lebih rendah dengan spek input power motor, apa ada pengaruh terhadap performancenya.
Demikian, mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – faried mustawan

Pak Eko,

Pengaruh beda frequency akan berakibat pada (dari 60 Hz ke 50Hz)

1. Rotasional speed akan turun, probably 20%.

2. Cooling rate akan mengikuti speed, turun juga

3. Load Horse power akan turun….

4. V/f akan naik yang berarti ada draw current tambahan.

yang penting apakah load motor masih bisa memenuhi kriteria yang diharapkan kalau speed turun?

Tanggapan 2 – ‘De’

Pak Eko,

jika tegangan yg disuply tetap maka motor dengan spek 60 Hz jika dipakai ke sistem listrik 50 Hz akan mengakibatkan V/f semakin besar yg berarti fluks nya makin besar yang berarti inti besi akan makin panas..So.. jika ingin memakai motor dg spek 60hz ke 50 hz maka perlu diperhatikan ratio V/f nya..

Tanggapan 3 – eko ‘batman

Terima kasih Pak Faried, Pak Dewa dan Pak Mujibun,

Berarti bila menurunkan frekuensi yg penting untuk dipertimbangkan rasio V/f, tentunya dengan konsekwensi akan menurunkan speed dan load horse powernya.

Diharapkan rasio V/f nya sama untuk meminimalkan rugi-rugi…

Terima kasih banyak.

Tanggapan 3 – mujibul.anam

sekedar menambahkan sedikit menyangkut tegangan, mohon dikoreksi apabila ada yang kurang tepat.

di dalam design basis, operating voltage suatu system biasanya dibatasi dengan nilai variance tertentu terhadap system voltage yang ditetapkan, ini mungkin berkaitan dengan voltage drop atau over voltage yang terjadi di dalam system.

electric motor sebaiknya beroperasi pada operating voltage yang tidak jauh berbeda dengan motor rated voltage (nameplate).

dalam motor starting analysis, biasanya operating voltage dengan15% voltage drop terhadap system voltage masih di ijinkan.

menyangkut quality, operating voltage suatu system dalam kondisi steady state perlu dijaga nilainya pada range tertentu.