Pelumas SAE 30 biasanya terbuat dari jenis base oil mineral dan API class nya CD atau CF. Sehingga tidak terlalu masalah untuk mengganti dari merk A ke merk B.
Untuk lebih yakin dan meminimalisir resiko dapat dilakukan compatibility test dengan standar yg berlaku.
Pelumas dibuat dari campuran base oil dan aditif, sehingga parameter yg perlu diperhatikan adalah jenis base oil (mineral atau sintetik) dan aditif (dilihat dari API class).

Tanya – Yogi Julianto

Rekan2 milis,

Saya mau tanya, saya akan menggantikan Oli mesin dari merek A ke merk B dengan standar SAE30.

Apakah oli tersebut bisa dipakai di mesin walau beda merk?

Kalau tidak bisa, parameter apa saja yang harus saya cek supaya Oli merk B memenuhi kriteria Oli merk A. Mohon masukkannya dari rekan2. Terima kasih atas informasinya.

Tanggapan 1 – irf imamrozalifathar

Mas yogi,

Pada dasarnya tidak ada masalah anda mengganti oli A dengan oli B, sejauh jenis olinya sama, SAE nya sama,base oilnya sama (misalkan sama-sama mineral oil), API servicenya juga sama. Tidak ada masalah anda melakukan itu,karena persyaratan teknisnya terpenuhi.

Demikian masukan dari saya.

Tanggapan 2 – Pamiarto Saptosadewo

Mas Yogi,

Pelumas SAE 30 biasanya terbuat dari jenis base oil mineral dan API class nya CD atau CF. Sehingga tidak terlalu masalah untuk mengganti dari merk A ke merk B.
Untuk lebih yakin dan meminimalisir resiko dapat dilakukan compatibility test dengan standar yg berlaku.
Pelumas dibuat dari campuran base oil dan aditif, sehingga parameter yg perlu diperhatikan adalah jenis base oil (mineral atau sintetik) dan aditif (dilihat dari API class).
Demikian penjelasan secara singkat, moga2 bermanfaat.

Tanggapan 3 – Reza Fadillah

Mas Yogi,

Hal yang perlu diperiksa adalah base oilnya (mineral atau sintetik) dan API servicenya. Jika base oil & API servicenya sama, maka tidak ada masalah dalam penggantian merek.

Hanya untuk oil SAE 30, selain ada yang spesifikasi untuk engine (API Service CD/CF), juga ada yang digunakan untuk Power Transmission Hydraulic (TO-2/TO-4). Tentunya perlu diperhatikan aplikasinya untuk meminimalisir resiko.

Tanggapan 4 – rofi@sulfindo

Yang penting jangan dicampur pak. Walau sama spect tapi beda brand tdk boleh kita campur, kita tdk tahu additif apa dari keduanya. Ganti brand ga ada masalah. Tapi gantinya yang lebih baik yg optimal.

Tanggapan 5 – bayu winda anantaka

Mas Yogi,

Mohon maaf ini yg mau diganti olinya engine jenis apa?maksudnya high speed engine, medium atau low speed engine? kl high speed engine biasanya memiliki kapasitas charter yang kecil dan cukup mudah unutuk dilakukan pengantian total (totaly drain) sehingga tidak masalah jika dilakukan penggantian oli dengan brand yang berbeda. ‘Namun pemilihan oil (ganti brand ) harus dilihat juga pada sisi bahan bakar yang dipakai’.

Yang jd masalah jika ingin melakukan penggantian brand oli yg oleh suatu sebab ‘mungkin karena ketidaktersediaannya stok oli brand tertentu’, pada medium dan low speed engine, yg biasanya memiliki kapasitas charter > 1000 L akan sangat sulit jika harus dilakukan totaly drain ‘karena untuk mengganti seluruh oli akan membutuhkn biaya yg cukup besar’ sehingga yg paling memungkinkan adalah dg pencampuran. Namun yg perlu diperhatikan adalah antara kedua brand oli tersebut memiliki spesifikasi yang sama, dan yang paling penting sudah dilakukan uji kompatible yang membuktikan bahwa pencampuran kedua jenis oli tersebut tidak memberikan efek yang negative. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah dari sisi jenis bahan bakar yang dipakai. Semoga bisa membantu dan mohon koreksi jika ada kesalahan.

Tanggapan 6 – Yogi Julianto

Mas Bayu dan rekan milis yang lain,

Terima kasih informasinya.

Untuk mesin yang kita pakai adalah electrical engine 1500rpm menggunakan pelumas SAE 30 5ltr (small engine).

Saya mau menanyakan resiko yang paling sering terjadi setelah pergantian Oli ini?

Apakah terjadi bunyi yang lebih keras? Sehingga saya perlu menambah additive untuk mengurangi bunyi tersebut?

Atau sampai overhauling mesin?

Terima kasih sebelumnya,

Tanggapan 7 – Pamiarto Saptosadewo

Malam Pak Yogi,

Untuk Engine 1500 RPM artinya mesin anda adalah termasuk jenis high speed dan dengan volume tanki oli pelumas hanya 5 liter tidak terlalu masalah apakah API class nya CD atau CF.
Karena masing2 merk pelumas menggunakan formula masing2 yang artinya aditifnya bisa berbeda2, sebaiknya dilakukan pengurasan dan saya tidak menyarankan untuk diberikan (After Sales) aditif tambahan, karena aditif yang terkandung sudah cukup. Hanya untuk kondisi urgent saja, pelumas dapat ditop up ke merk yang lain dan biasanya max. 10%.

Moga2 cukup penjelasan saya, kalau kurang jelas bisa japri juga.