Jika kita akan melakukan mechanical test (Tensile Stress) ulang terhadap anchor and connnection bolts , bagaimana prosedurnya supaya sesuai dgn applicable ASTM dalam hal : 1. Jumlah samples pada tiap-tiap size dan standard e.g. M20 A325, M20 A193, M40 A460, M36 A460…Mxxx for Axxx…dst….dst; 2. Jika ada 1 sampel yang gagal, apakah ada denda. Misalnya harus ditest 2 sampel lagi, dan jika sampel berikutmya berturut-turut gagal lalu sudah cukup utk membuktikan bahwa material tidak sesuai standard; 3. Apakah ada persyaratan kompetensi khusus bagi Lab test selain misalnya ISO 17025 , maksudnya apakah ASTM mempersyaratkan bahwa Lab harus diakreditasi oleh ASTM atau badan authorized lain nya ?; 4. Mohon advise-advise lain yang mungkin saya perlukan untuk memastikan bahwa test akan akurat, dan benar menurut applicable recognized standards spt. kompetensi teknisi, peralatan, dll.

Tanya – Dirman Artib

Rekan milis yth.

Saya dapat bonus problem akhir tahun nih.

Jika kita akan melakukan mechanical test (Tensile Stress) ulang terhadap anchor and connnection bolts , bagaimana prosedurnya supaya sesuai dgn applicable ASTM dalam hal :

1. Jumlah samples pada tiap-tiap size dan standard e.g. M20 A325, M20 A193, M40 A460, M36 A460…Mxxx for Axxx…dst….dst.

2. Jika ada 1 sampel yang gagal, apakah ada denda. Misalnya harus ditest 2 sampel lagi, dan jika sampel berikutmya berturut-turut gagal lalu sudah cukup utk membuktikan bahwa material tidak sesuai standard.

3. Apakah ada persyaratan kompetensi khusus bagi Lab test selain misalnya ISO 17025 , maksudnya apakah ASTM mempersyaratkan bahwa Lab harus diakreditasi oleh ASTM atau badan authorized lain nya ?

4. Mohon advise-advise lain yang mungkin saya perlukan untuk memastikan bahwa test akan akurat, dan benar menurut applicable recognized standards spt. kompetensi teknisi, peralatan, dll.

Tanggapan 1 – Leryflounder

Mas Dirman, jumlah sample dan acceptance lotnya bisa mengacu ke mill STD, disitu dijelaskan untuk dalam satu lot jumlah tertentu maka persyaratan samplenya x buah Dan tidak boleh fail sebanyak y buah. untuk lab lab sepengetahuan saya cukup terakreditasi oleh Badan akreditsai Nasional seperti KAN ,atau akreditsi international misalnya LR , tetapi untuk alat alatnya dikalibrasi dengan alat calibrator yg traceable ke NIST.

Tanggapan 2 – RFebrian

Selamat pagi dan selamat tahun baru buat rekan-rekan semua…

Pak Dirman,

Saya sebenarnya juga belum pernah secara khusus ngurusin mechanical test bolt, tapi sependek pengetahuan saya ASTM sudah mengatur semuanya di standarnya kok, dalam hal ini ASTM A325 dan A193, sesuai dengan standard bolt yang di order. (kalau ASTM A460 adalah standard spec for copper-clad steel wire strand, mohon dikoreksi, mungkin pak Dirman mengacu ke standard lain?). Manufacturer yang mencertified product mereka ke standard ASTM tersebut tentunya seharusnya mengacu ke standard tersebut jadi menurut saya kalau kita melakukan test ulang ke product tersebut supaya fair juga harus mengacu ke standard yang sama dong. Saya sarankan pak Dirman baca lagi dengan teliti ASTM A325 dan A193nya.

1. Untuk bolt ASTM A325 tensile test nya dilakukan berdasarkan ASTM F606 Standard Test Methods for Determining the Mechanical Properties of Externally and Internally Threaded Fasteners, Washers, Direct Tension Indicators, and Rivet, saya tidak punya standard ini tapi sepertinya jumlah sampel, ukuran, dll nya diatur semua di dalamnya, dan acceptance tensile strength nya ada di A325nya sendiri.
Sedangkan untuk bolt A193 tensile testnya dilakukan berdasarkan ASTM A370, jumlah, ukuran test specimen, acceptance criteria ada di A193 sendiri.

2. ASTM A193 mengizinkan kalau test tidak masuk boleh dire-test dengan sample dari lot yang sama dua additional sample tapi kedua duanya harus passed.

3. Saya tidak bisa bilang dengan pasti apakah ASTM mengharuskan lab yang terakreditasi (menurut saya untuk mendapatkan hasil yang terpercaya tentu saja sebaiknya begitu), namun di ASTM A370 ada statement Attention is directed to Practices A 880 and E 1595 when there may be a need for information on criteria for evaluation of testing laboratories yang mana kedua standard practice ini termasuk di ISO 17025, nah masalah kompetensi teknisi, peralatan (pertanyaan no. 4) kan sudah termasuk yang di atur disini.
Komite Akreditasi Nasional (KAN) kita setahu saya mengakreditasi testing lab ke ISO 17025 juga, CMIIW.

4. Seperti yang saya bilang di atas, saran saya baca baik-baik dan detail standardnya lagi, termasuk jika dia cross-referenced ke standard lain.

Semoga membantu….

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Pak Febrian terima kasih, info nya sangat berguna.
Saya akan cross reference between A325 dan ASTM F606, A193 and ASTM 370 serta yang untuk A460 juga akan dicari info lebih detail standard test nya.

Btw.

saya tidak melakukan tes di Indonesia, jadi KAN atau JNK tak relevant untuk assurance of Lab. Tetapi sertifikat ISO 17025 is preferred, apapun badan akreditasinya e.g. UKAS, A2L …etc.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Ralat :

Tertulis A460

Seharusnya A490 (High-Strength Steel Bolt Classes 10.9 and 19.9.3 for St
Steel Joint)

(Test sudah dimulai. Hasil rahasia 🙂 )

Tanggapan 5 – RFebrian

Nah kalau A490 baru nyambung Pak.

Kalau boleh tahu apa alasannya, kenapa harus melakukan test lagi? secara bukankah biasanya bolt maufacturer mengeluarkan mill certificate.

Tanggapan 6 – joko aprilanto

Yth. Mas D’Art, sependek pengetahuan saya KAN juga menggunakan refferensi ISO 17025 jadi dasarnya dari mana KAN tidak relevant dg ISO 17025. jadi Laboratorium yang di akreditasi oleh BSN – KAN , acuan standar nya adalah ISO-17025. mohon diluruskan lagi oleh assesor yg kompeten jika sy salah, Trimakasih.

Tanggapan 7 – Dirman Artib

Pak Joko,

Saya berada di sebuah negeri yang jaraknya 7.5 jam terbang dari Jakarta ke arah Barat, jadi Lab yg akreditasi KAN tak applicable.

Pak Febrian,

Alasan untuk test lagi tak dapat saya ungkapkan di forum. Ini sebenarnya fenomena globalisasi industri yang menarik untuk dikaji dalam perspektif Quality Management System. Bakso walaupun bermerek Wonogiri tapi dibuatnya di Mumbay, bisa saja bikin kita gedek-gedek setelah memakan nya. Jadi tingkat kepercayaan saya thd mill certificate untuk sementara turun 2 point dgn pengalaman ini. Kalau ada yang mau ikut-ikutan, coba aja buktikan di project masing-masing, kalau terbukti pada 2-3 project lagi berarti bisa kita ambil kesimpulan umum dari kasus yang khusus (metode induktif).

Tanggapan 8 – jakindosidoarjo

Akreditasi utk lab kalibrasi dan pengujian berdasarkan ISO/IEC 17025 oleh Badan Akreditasi negara setempat. Kalau di Ind oleh KAN, di Sing ada Singlas, di Australia ada NATA dan di UK ada UKAS. Dan Badan Akreditasi tsb tdk boleh nyebrang ke negara lain, krn sdh ada MRA dan saling mengakui.

Tanggapan 9 – Dirman Artib

Pak Jakindo,

Badan akreditasi memang nggak boleh nyebrang pak, tapi perusahaan yang diakreditasi boleh nyeberang dan memanjat serta jungkir balik, wong perusahaan komersial boleh buka warung dimana aja di muka bumi.

Btw.

Bapak boleh periksa bahwa Qatar adalah negara yang nggak punya Badan Akreditasi Nasional. Info tambahan lagi, bahwa di USA Lab. kalibrasi yg terakreditasi ISO 17025 juga nggak banyak/nggak laku keras, karena mereka punya scheme ANSI untuk Lab.

Tanggapan 10 – jakindosidoarjo

Pak Dirman,

Betul perusahaan yg terakreditasi boleh kerja di negara lain dan saya pernah kerja di Singapore dg KAN.
Akreditasi ISO 17025, dibeberapa negara sifatnya masih volenter (sukarela), termasuk di Ind. Tetapi di Australia dan Singapore sifatnya mandatory (wajib)
ANSI adalah Badan Akreditasi utk USA, dg scheme ANSI/ISO 17025, sama dg BSN kita schemenya SNI-ISO/IEC 17025.

Tanggapan 11 – Dirman Artib

Pak Jakindo Yth.

1. Yang saya maksud bukan ANSI/ISO 17025 ..akan tetapi ANSI/NCSL Z540-1-1994, itu adalah scheme akreditasi untuk Lab. di US.

2. Badan akreditasi Amerika bukan ANSI pak …akan tetapi ANAB (American National Accreditaion Body).

Tambahan 1 lagi untuk Pak Jakindo:

Lab di USA juga boleh diakreditasi oleh A2L (American Association for Laboratory Accrediation), tak perlu oleh ANAB.

Tambahan 1 lagi untuk semua :

Pernahkah anda mendengar NEBB (National Environmental Balancing Bureau) ? Hanya ini di USA yg dianggap credible mengakreditasi perusahan yang menjadi third party bagi pengujian dan commissioning HVAC yang ramah lingkungan, clean air dan hygienist.

14 tahun lalu ketika pertama kali training ISO 9001 saya juga percaya bahwa hanya 1 Badan Akreditasi Nasional untuk masing-masing negara, itu memang benar untuk scheme ISO (International Organization for Standardization), tetapi kenyataannya ada scheme-scheme akreditasi lain yang non-ISO menawarkan sistem dengan segala keunggulan (juga kelemahannya dong).

Mudah-mudahan berguna.

Tanggapan 11 – gurukinayan

Acc dgn Bung Dirman.

Fenomena yg menarik…..

Memang kalau bakso di buat di mumbay walaupun ada stemp wonogiri tentu perlu di cermati, certificate baksonya banyak di internet, dengan sedikit olah mengolah, jadilah certificate yg se olah2 come from wonogiri and made of mumbay.

Saya punya pengalaman dgn bakso mumbay ini, krn sering berhadapan dengan ‘penjual’ bakso dan ‘penjual’ bakso dorongnya.

Kadang berhasil agar tetap make bakso asli wonogiri namun sering juga gagal krn yg mau ‘makannya’ tetap aja ga mempermasalahkan bakso yg di buat di mumbay walau pun di order bakso asal wonogiri.

TQ yg di approved oleh peng order bakso nya senjata yg mantep maka, tetaplah dgn bakso buatan Mumbay, walaupun nanti gedek2 memakannya.

Approved manufacture list and country certificate origin adalah fenomena yg menarik saat ini.