Hal-hal yang harus diperhatikan, jika ingin menggunakan fasilitas dermaga untuk menampung kapal dengan kapasitas yang lebih tinggi: 1. Kita harus mencari tahu besaran-besaran kapal tersebut (dimensi), terutama draft kapal, karena terkait dengan kedalaman (depth) alur dan kolam pelabuhan yang didesain sebelumnya, sesuai dengan peruntukkannya apakah mampu menampung kapal jenis sekarang. Selain itu kita juga harus memperhitungkan batimetri (peta dasar laut) terakhir, karena terkait akan perubahan kontur laut akibat arus laut yang mengakibatkan kemungkinan adanya pendangkalan sehingga kapal yang bisa berlabuh justru harus memiliki draft kapal yang lebih kecil; 2. Kita juga harus memperhitungkan kondisi struktur dermaga sekarang (kekuatan struktur) terkait dengan umur layannya; 3. Kita juga harus memperhitungkan kapasitas asesoris dermaga seperti fender dan bollard apakah masih bisa menampung beban untuk kapal yang lebih besar.

Tanya – Sayyid

Salam hormat bapak2 semua,

Klo boleh saya ingin bertanya, di suatu perusahaan yang memiliki dermaga / Jetty pada umumnya, ingin memasukkan kapal dengan kapasitas 40rb DWT untuk unloading material, sedangkan design dulunya jetty tersebut hanya di design untuk kapal dengan 30rb DWT (namun karena umur yang sudah lama, ada senior yang bilang itu cuman mampu 20rb DWT karena faktor umur).
Apa saja yang perlu diperhatikan untuk memasukkan kapal tersebut dari sisi design civil engineeringnya? Sementara ini rekomendasi yang di usulkan adalah mengganti kapal yang akan masuk. Bagaimana menurut bapak2 sekalian.
Terima Kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – kukuh thoriq ariefian

Pak Sayyid,

Dulu saya pernah menghadapi kondisi sama, yang dilakukan adalah melihat kondisi degradasi strukturnya kalaupun jetty itu struktur penopangnya dari tiang baja maka perlu dilakukan pengukuran korosi (diameternya berkurang jadi berapa?) kemudian dianalisa ulang strukturnya dengan software, misal SAP 2000 atau ETABS apakah masih mampu menahan gaya dari kapal 30.000 DWT tersebut dan prediksi berapa tahun mampu menahan beban kapal tersebut dengan diameter paling minimal, Tetapi rekomendasi SAP 2000 yang bisa memodelkan gelombang secara lebih baik. Mungkin itu saja, dari yang lebih senior mungkin bisa menambahkan.

Tanggapan 2 – r_widarbo

Pak Sayyid,

Dari sejauh yang saya tahu, bbrp hal yg harus dicek lg adlh:

1. Kekuatan struktur dermaga. Tambahan bobot kapal ini akan berpengaruh thdp gaya impact atau tarikan yg terjadi pd dermaga.

2. Kapasitas fender, mungkin hrs diganti dgn yg lbh besar utk menerima gy impact ini.

3. Kapal lebih besar/ panjang, shg posisi bollard (utk mengikat rantai kapal pd saat sandar) hrs diliat lg. Mungkin jg hrs ditambah.

4. Draft kapal, harus dicek thdp alur pelayaran existing, takutny trll dangkal. Jadi mungkin diperlukan dredging.

Mohon maaf jika tdk byk membantu.

Tanggapan 3 – M Ubaydillah Ema Maulana

sekedar menanggapi,

saya setuju dengan usul mengganti kapal yang masuk harus diganti/diperkecil kapasitasnya mengingat faktor usia.kalo dari sisi struktural yang harus diperhatiakan adalah kondisi fisik dari jetty dan fender2 nya,karena bagian tersebutlah yang meredam gaya yang terjadi.jika ingin tetap memasukkan kapal 40rb DWT maka bisa dilakukan perkuatan dengan menambah kekuatan struktur berupa pile2(dengan konfigurasi tertentu) dan fender.

Tanggapan 4 – Ijef effendy

Pak Sayyid,

Indikator dalam mendesain sebuah dermaga jika di tinjau dari sisi Engineering Civil nya masuk dalam perencanaan pelabuhan yang dalam hal ini ada beberapa kategori input perencanaan yang harus di perhatikan spt :

1.Sarat kapal atau draft kapal jika ingin 40 rb dwt harus di lihat selisih berat kapal dalam keadaan kosong dengan kondisi penuh muatan, ini penting untuk loading dan unloading yang akan di laksanakan nantinya. data dapat di lihat dari performance kapal tsb atau di Tabel jenis2 kapal tsb di produksi.

2.MSL air laut, ini berhubungan dengan item no 1, karena jangan sampai salah perencanaan dalam hal ini yang bisa mengakibatkan kandasnya kapal dan juga struktur jetty. data ini bisa di dapat dari pengkuran rata2 tahunan dari instansi yg berwenang.

3.Kalo sudah di desain untuk 30 rb dwt sebelumnya, sebenarnya ini tidak ada pengaruh terhadap umur jika life cyle konstruksi tersebut sudah di desain spt diatas, namun akan mungkin dalam hal ini harus di cari lagi data yang akurat karena mungkin saja desain FENDER nya untuk 20 rb dwt bukan untuk 30 rb dwt, karena ini berakibat pada benturan/impact terhadap jetty tersebut.

4.Jika dilihat dari umur mungkin yang dimaksud adalah proses pendangkalan/sedimentasi jika umur jetty tersebut sudah lama, karena proses pendangkalan dari material2 juga perlu di perhatikan, bisa jadi dengan kondisi tsb kapal 20 rb dwt yang bisa akses ini berhubungan dengan draft kapal spt di bicarakan diatas.

5.Jika kita ingin redesign jetty tersebut untuk memenuhi capacity 30 rb dwt kapal tersebut tinjau dari faktor ekonomisnya.

demikian sedikit dan sebagian opini dari saya.

Tanggapan 5 – Manuntun Parlonggoman Siahaan

Bapak Sayyid, yth

Hal-hal yang harus diperhatikan, jika Bapak ingin menggunakan fasilitas dermaga untuk menampung kapal dengan kapasitas yang lebih tinggi:

1. Kita harus mencari tahu besaran-besaran kapal tersebut (dimensi), terutama draft kapal, karena terkait dengan kedalaman (depth) alur dan kolam pelabuhan yang didesain sebelumnya, sesuai dengan peruntukkannya apakah mampu menampung kapal jenis sekarang. Selain itu kita juga harus memperhitungkan batimetri (peta dasar laut) terakhir, karena terkait akan perubahan kontur laut akibat arus laut yang mengakibatkan kemungkinan adanya pendangkalan sehingga kapal yang bisa berlabuh justru harus memiliki draft kapal yang lebih kecil.

2. Kita juga harus memperhitungkan kondisi struktur dermaga sekarang (kekuatan struktur) terkait dengan umur layannya.

3. Kita juga harus memperhitungkan kapasitas asesoris dermaga seperti fender dan bollard apakah masih bisa menampung beban untuk kapal yang lebih besar.

SOLUSI:

1. Melakukan studi pemetaan batimetri di kolam pelabuhan dan alur pelayaran. Hal ini, bukan pekerjaan baru dan sulit. Banyak konsultan dalam negeri yang bisa melakukan. Hasilnya lalu dibandingkan dengan draft kapal yg akan digunakan, jika memenuhi maka tidak ada masalah. Bisa juga dengan alternatif pilihan, memasukkan kapal pada saat pasang, sehingga kapal tidak karam saat bersandar.
Jika kedalaman yang dibutuhkan kurang, maka dapat dilakukan pengerukan TETAPI harus dikaji dulu, apakah dapat merusak struktur dermaga eksisting???

2. Melakukan studi pengecekan kondisi dermaga eksisting. Hal ini juga sudah biasa dilakukan konsultan dalam negeri. Juga menyajikan metode perkuatan menggunakan alat dan bahan tertentu. (setahu saya vendornya BASF, Fosroc, SIKA).

3. Melakukan pengecekan kapasitas asesoris dermaga (fender dan bollard), bisa dilihat dari katalognya.

Banyak hal yang sebenarnya bisa diuraikan lagi.

Terima kasih Pak
Semoga bisa membantu.

Tanggapan 6 – Sayyid Hasan Al Hamid

Terima kasih bapak2 Yth semua.

Sementara ini dari sisi draft atau kedalaman masih memenuhi, dari sisi panjang LoA juga memenuhi, hanya saja mugkin dari sisi benturan yang dihasilkan belum saya kaji.

Namun ada sedikit alasan kapal tersebut bisa bersandar di dermaga tersebut adalah, kapal masih dalam keadaan kosong dan akan melakukan loading di dermaga tersebut, dengan begitu benturan sandaran yang di hasilkan tidaklah seberat kapal dengan 40.000 DWT sebenarnya, dan untuk bollard, kapal tersebut menggunakan jangkar untuk bersandar tidak terlalu mepet di dermaga tersebut karena loadingnya ke kapal menggunakan alat bantu konveyor.

Jika kejadian seperti itu bagaimana menurut bapak2 sekalian?

Tanggapan 7 – Manuntun Parlonggoman Siahaan

Salam Bapak Sayyid

Jika kedalaman kolam pelabuhan sudah tidak menjadi masalah terhadap draft kapal saat dimuat maksimum tidak menjadi masalah, maka satu hal telah terpenuhi.
Untuk masalah benturan kapal ke fender, bisa dikaji lagi. Besaran energi benturan ke fender sebelum gayanya diteruskan ke kapal, depengaruhi oleh beberapa besaran yang dapat diatur sehingga mendapatkan nilai energi benturan yang lebih kecil. Besaran itu antara lain sudut kapal saat merapat ke dermaga, kapasitas kapal, dan kecepatan kapal. Khusus untuk besaran sudut merapat kapal dan kecepatan kapal saat merapat ke dermaga, dapat kita atur. Jika energi akhir yang dikonversikan menjadi gaya (gaya berthing) lebih kecil atau sama dengan desain awal maka tidak menjadi masalah lagi. Untuk menghitung gaya berthing, biasanya terdapat di beberapa buku port design atau di katalog fender.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah beban operasional yang bekerja di atas dermaga tidak lebih besar dari beban desain awal (khawatir jika ada peningkatan kapasitas kapal diikuti juga dengan penambahan kapasitas beban di atas dermaga).

Terima kasih.

Tanggapan 8 – Sayyid Hasan Al Hamid

Terima kasih pak,

Untuk analisa belum saya kaji, karena saat ini hanya memberikan rekomendasi dulu, dan akan saya kaji kemudian, untuk gaya benturan memang bisa diminimalkan dengan menguragi kecepatan dan mengatur sudut sandar, hanya saja saya masih belum yakin di lapangan akan bisa di atur sedemikian. Untuk itu maka saya usulkan dan tidak ingin mengambil resiko sementara untuk tidak memasukkan kapal dengan kapasitas tidak sesuai recana, karena calculation sheet design lama juga filenya entah kemana dan belum saya pegang (setelah melihat gambar disana hanya terlihat kapal yang bersandar 20.000 DWT memang seperti yang di utarakan senior saya), maka saya harus mengkaji lagi tentang daya benturan tersebut, Namun jika kapal mereka memasang jangkar dan meminimalkan benturan terhadap dermaga maka baru kita pikirkan lagi.

BTW

adakah kawan2 yang memiliki e-book untuk design dermaga atau evaluasi dermaga? untuk design fender saya sudah dapatkan copy file-nya.

Tanggapan 9 – Didit Hariyanto

Pak Sayyid,

Pendapat pak Jeffrey saya kira tepat. Saya hanya menambahkan (kebetulan saya pernah melakukan apa yang pak Sayyid alami) sebagai berikut :

1. Bathymetric untuk mengetahui apakah kedalaman laut layak untuk sandar kapal yang lebih besar.

2. Check ulang kemampuan existing Jetty (check sisa existing kekuatan beton, kekuatan pancang) dll

3.Simulasi (check apakah lantai jetty) masih bisa untuk melayani kapal yang lebih besar
(structure, elevasi dll)

4. Setelah semua ok baru ke design (apakah Jetty harus di extend dan diperkuat atau yang lain).

Bukan bermaksud untuk promosi (saya dulu dibantu PT. Atrya – dari Bandung untuk design dan survey 1-2). Mohon saran dari rekan lain.