LNG vaporizer merupakan fasilitas untuk mengubah LNG cair kembali menjadi gas untuk kemudian didstribusikan ke user semisal power plant etc. Jadi LNG vaporizer adanya di terminal importer, sedangkan saat Indonesia tidak mengimpor LNG (malah mengekspor).

Tanya – Eldwin Djajadiwinata

Saya memerlukan info mengenai proses produksi LNG, transportasinya, receiving terminalnya dan Jenis2 LNG vaporizer berikut cara kerjanya, terutama jenis LNG vaporizer yang dipakai di Indonesia. Saya masih sangat awam mengenai LNG. Kalau ada yang memiliki artikel, jurnal atau info mengenai hal tsb, mohon dikirimkan.
Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak.

Tanggapan 1 – Danan Suryo Wicaksono

Kebetulan sekali. Saya juga bergelut di dunia LNG walaupun topiknya sedikit berbeda.

Mas Eldwin, setahu saya Indonesia itu eksporter LNG (malah terbesar di dunia saat ini, walaupun sebentar lagi bakal disalip Qatar). Jadi singkatnya di Indonesia, gas alam diubah jadi LNG cair. Nah, LNG ini kemudian dikapalkan ke negara importer seperti Korea dkk.

LNG vaporizer itu merupakan fasilitas untuk mengubah LNG cair kembali menjadi gas untuk kemudian didstribusikan ke user semisal power plant etc. Jadi setahu saya LNG vaporizer itu adanya di terminal importer, sedangkan (setahu saya lagi) Indonesia tidak mengimpor LNG (malah mengekspor).

Mas Eldwin saya senang sekali jikalau kita bisa berdiskusi lebih jauh mengenai bidang ini.

Tanggapan 2 – Eldwin Djajadiwinata

Untuk mas Danan,

Terima kasih atas infonya. Tapi ada gak LNG untuk keperluan dalam negeri? Misalnya di daerah yang jauh dari sumber gas alam tersebut sehingga harus dicairkandulu untuk dikirim ke sana.

Tanggapan 3 – M Zaki Zulqornain

Pak Eldwin,

Sedikit menambahkan aja. Pengubahan gas alam menjadi LNG sebenarnya hanyalah mengubah fasa dari gas menjadi cair utk kemudahan transportasi. Dg mengubah menjadi cair, didapat volume yg jauh lebih kecil dari volume awal dalam fasa gas. Biasanya gas diubah menjadi LNG jika buyer berada dalam jarak yg jauh sehingga tidak ekonomis utk dialirkan melalui pipa. LNG plant jenis ini sering disebut baseload. Walaupun demikian, ada juga gas yg diubah menjadi LNG agar mudah disimpan dan dicairkan kembali ketika dibutuhkan (misal di musim dingin ketika kebutuhan gas utk pemanas di rumah2 meningkat tajam). Utk hal ini tujuan produksi LNG adalah utk menjaga tingkat produksi gas suatu lapangan agar tidak terlalu fluktuatif. LNG plant yg demikian biasa disebut peak shaving.

Business chain LNG secara umum cukup panjang, dari mulai well, lalu gas processing facilities & LNG plant, LNG transport/tanker, LNG terminal, baru pipeline ke end user.

Indonesia mempunyai 2 kompleks LNG plant yg telah beroperasi (Arun dan Bontang) dan 1 yg sdg dibangun (Tangguh), tapi keseluruhan produknya ini utk ke luar negeri (Jepang, Korea Selatan, Cina). Karena itu business chain LNG di Indonesia berhenti di LNG plant (plus LNG vessel kalau penjualannya secara CIF). Selama ini kebutuhan gas di dalam negeri dicukupi lewat gas pipa. Seperti diketahui konsentrasi industri di Indonesia kebanyakan di Jawa, dan selama ini kebutuhan gas di Jawa relatif bisa dipenuhi dari lapangan2 gas di sekitar Jawa. Di waktu2 belakangan ini mulai ditingkatkan pengaliran gas alam dari Sumatera melalui pipa ke Jawa (proyek PGN) karena mulai terjadinya kecenderungan penurunan produksi gas di Jawa. Dalam kaitannya dg situasi ini, muncul ide utk pembangunan LNG terminal di Jawa utk menghindari kekurangan pasokan gas ke Jawa. Tapi kelihatannya sampai sekarang belum ada kemajuan yg berarti dalam rencana pembangunan LNG terminal di Jawa ini. Terakhir malah muncul i de utk mengalirkan gas dari Kaltim ke Jawa.

Tanggapan 4 – Maison Des Arnoldi

yang pernah saya lihat dipanaskan dengan air laut dengan menggunakan heat exchanger. tentu diatur jumlah masing2 medianya.

Tanggapan 5 – stephanus sulaeman up v

Dengan hormat,

LNG dibuat dari gas alam bertekanan yang didinginkan. Prosesnya berupa a.l. penghilangan impurities (mercuri, air, carbon dioksida), dilanjutkan dengan proses pendinginan tiga tahap yang diselingi dengan proses pemurnian. Pendinginan awal dilakukan secara umum (propan-butan cooler), kemudian dengan MCR (multi component refrigeration (methane-propane) dilanjutkan dengan MHE (main heat exchanger) dengan prinsip joule-thompson effect. Pada setiap tingkatan pendinginan dilakukan proses pemurnian, sehingga terdapat column-column a.l. depentanizer, debutanizer, depropanizer dan deethanizer. Keluaran dari MHE (column dengan tube terbuat dari aluminium coil yang sangat panjang-ribuan meter) mempunyai temperature -160 derajat celcius masuk kedalam double wall tank (yang dilapisi pearlite diantaranya) untuk mengurangi boil-off. Produk boil off disedot oleh boil-off compressor dan dapat dipakai sebagai bahan bakar untuk power generator. Dari tangki produk disalurkan kekapal setelah sebelumnya line transfer dipurge dengan nitrogen, yang juga dikirim kefuel gas atau flare. Kapal pengangkut bersifat double wall pula dan produk boil-offnya dipergunakan sebagai bahan bakar kapal. Biasanya maksimum boil off selama perjalanan ke Jepang/Korea berkisar 2 – 3 % dari jumlah cargo. Temperatur tetap dijaga, pada waktu sampai ketangki pemakai juga dilakukan prosedur yang sama. Tanki pemakai umumnya berupa tanki underground untuk mengurangi losses temperature yang terlalu cepat. Proses penguapan LNG secara cepat pada waktu pemakaian puncak dapat dilakukan dengan bantuan fin cooler.

Note : info ini hanya saya peroleh dari orang lain, saya tidak terjun secara detail.

Tanggapan 6 – M Zaki Zulqornain

Kayaknya yg diterangkan Pak Stepanus ini proses APCI ya. Memang di Badak & Arun semuanya pakai APCI dgn pendinginan bertahap. Selain APCI ada teknologi Phillips Cascade, Prico dari Black & Veatch, dan juga Linde.
Phillips’ Cascade dipakai di Egypt LNG, Kenai LNG di Alaska, dan Atlantic LNG di Trinidad.
Black & Veatch’s Prico dipakai di Skikda LNG di Aljazair (first LNG baseload in the world)
Linde dipakai di Snohvit LNG di Norway (ngga tahu sudah on stream belum, kalau ga salah delay).
Terlampir saya sertakan sedikit flow diagram APCI, Prico dan Cascade. Sorry ga punya flow diagramnya Linde.

Tanggapan 7 – amir lng

Selamat Pagi Mas Danan dan Mas Eldwin.

Saya mau sedikit sharing info utk dpt mengetahui proses produksi LNG bisa dibrowsing di www.badaklng.co.id atau di www.rasgas.com dimana gas alam dari sumur gas akan dipisahkan kotorannya baik CO2, H2S, air, Mercury dan Hydrocarbon beratnya. Gas alam yang sudah bersih ini akan didinginkan dengan menggunakan MCR (Multi Component Refrigerant) spt N2, C1, C2 dan C3 dgn komposisi tertentu. Mengenai proses pencairan gas ada bbrp teknik yg juga bisa dibrowse di internet spt APCI, CoPi (Conoco Philips), Linde, dll. Tetapi saat ini yg terbanyak memakai APCI yg digunakan baik di Bontang, Arun (Indonesia), Malaysia atau Qatar. Pencairan gas (LNG) dilakukan agar diperoleh pengecilan volume sehingga effisien dlm transportasinya.

Setelah LNG tiba di tempat pembeli maka akan diuapkan kembali menggunakan vaporizer (heat Exchanger) dgn media pemanas spt udara, air laut atau air panas dari exhaust gas boiler. Jadi kondisi dinginnya LNG juga bisa dimanfaatkan. Mengenai typenya ada yg open rack dan ada yg submersible.

Utk yg ini lebih detail bisa dibrowse di http://www.spp.co.jp/English/jigyou/ekika-e.html atau http://www.tokyo-gas.co.jp/lngtech/orv/index.html atau http://www.tokyo-gas.co.jp/techno/stp/02a8_e.html .

Osaka Gas salah satu pembeli LNG Indonesia juga sedang riset mengenai vaporizer ini dan bisa dilihat pada http://www.osakagas.co.jp/rd/sheet/007e.htm

Melihat lokasi kuliah anda di Tongyeong Korea sebaiknya dpt mengunjungi terminal pembeli Kogas yg juga berada di Tongyeong dgn rekomendasi dari universitas anda. Mudah2an disana akan dpt melihat baik teori dan praktek dari vaporizer ini, krn Kogas banyak mengembangkan peralatan yg lebih efisien.

Mudah2an anda bisa menyelesaikan riset tsb dgn baik dan dpt memberikan kontribusi dalam iptek dan juga dpt diaplikasikan utk receiving terminal di Indonesia nantinya.

Bila ingin diskusi lebih detail bisa lewat japri saja.