Service factor pada pemilihan coupling diperlukan untuk mengakomodasi adanya beban kejut (impact) yang ditimbulkan oleh mekanisme mesin penggerak ataupun yang digerakkan. Secara prinsip, semakin besar/sering terjadi beban kejut maka semakin besar service factor yang dipilih yang berarti akan menaikkan power rating dari coupling. Pada umumnya setiap produsen coupling sudah mencantumkan table besaran service factor yang merujuk pada jenis-jenis peralatan yang akan ‘dilayani’ oleh coupling.

Tanya – Syamsul Anwar

Sekarang saya sedang merencanakan retrofit salah satu coupling kami (dari gear coupling ke flexible coupling). Kalo ada rekan2 yang mengetahui Service Factor yang digunakan untuk penentuan power rating flexible couplings (based on AGMA 514-02). Mohon untuk dapat dishare. Thx.

Tanggapan 1 – Ilham B Santoso

Service factor pada pemilihan coupling diperlukan untuk mengakomodasi adanya beban kejut (impact) yang ditimbulkan oleh mekanisme mesin penggerak ataupun yang digerakan. Secara prinsip, semakin besar/sering terjadi beban kejut maka semakin besar service factor yang dipilih yang berarti akan menaikkan power rating dari coupling. Pada umumnya setiap produsen coupling sudah mencantumkan table besaran service factor yang merujuk pada jenis-jenis peralatan yang akan ‘dilayani’ oleh coupling. Misalnya pada Falk, untuk coupling yang melayani mesin dengan torsi konstan seperti compressor sentrifugal, pompa sentrifugal, blower, dll diambil service factor nya 1, sedangkan untuk mesin dengan beban kejut (shock) tinggi seperti roughly mill, reciprocating compressor atau pump, dll diambil service factornya 3, dan seterusnya.

Dalam hal penggantian jenis coupling maka pertimbangan yang perlu diambil tidak hanya dari sisi power rating tetapi perlu hal-hal lain yang harus dipertimbangkan tertutama yang berhubungan dengan kemungkinan adanya perubahan karakteristik dinamik dari mesin, seperti masalah momen inersia kopling, defleksi dan kekakuan torsional coupling. Hal ini perlu dipertimbangkan karena akan berpotensi pada penggeseran critical speed mesin dan kestabilan dinamik mesin. Tentu saja selain itu factor-faktor seperti toleransi misalignment, gap minimum, dimensional dan lain-lain juga menjadi pertimbangan yang penting.

Semoga ada manfaatnya,

Tanggapan 1 – Syamsul Anwar

Pak Budi,

Terima kasih atas penjelasannya & salam kenal. Mohon maaf kalo menggunakan Japri.

Ternyata retrofit coupling itu cukup complicated juga.

Sebenarnya data yang kami miliki mengenai karakteristik dari mesin yang akan kami retrofit sangat minim sekali (fyi, kami hanya memiliki data proses & operating saja). Mungkin bapak punya advice untuk masalah ini.

Dan karena pengetahuan saya mengenai coupling nol besar, mungkin Pak Budi punya literature tentang coupling khususnya mengenai retrofit coupling yang dapat dishare khususnya saya yang masih beginner.

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

Salam kenal juga pak Syamsul,

Kalau tidak mengetahui sama sekali jenis mesin yang akan dipasang coupling yah tentu kita tidak bisa memilih coupling dengan baik, kecuali kalau mau trial and error.

Sebagai contoh sederhana, coupling untuk pasangan motor listrik – kompresor sentrfugal, tentu berbeda sekali dengan coupling untuk pasangan diesel – kompresor torak meskipun memiliki rating daya yang sama.

Pada prinsipnya sebelum retrofit, atau proses modifikasi secara umum, maka adalah sangat baik bila kita mengenal karakteristik jenis kopling yang aslinya. Karakteritik itu paling tidak mencakup rating daya nya, maximum/minimum toleransi misalignment, dimensional, massa inertia, defleksi dan kekakuan torsional. Data-data tersebut dapat diperoleh dari katalog coupling (lebih akurat) atau dari data-data umum (generic sebagai prediksi saja, namun sering kali sudah cukup).

Kemudian tujuan retrofit harus cukup jelas mengapa perlu diganti jenis coupling tersebut, apakah untuk :

* perawatan yang lebih sederhana, atau

* perlindungan yang lebih tinggi pada driver, atau

* mengatasi masalah getaran, atau

* mempermudah proses alignment mesin, atau

* penggantian driver atau driven machine, dll

Berdasarkan tujuan dari retrofit itu baru bisa dipilih jenis kopling yang lebih memadai sebagai pengganti jenis kopling yang ada. Setelah itu baru pemilihan rating torsi (ukuran dari kopling). Pemilihan rating cukup mudah, cukup dicari torsi yang akan diteruskan (Daya mesin/putaran mesin) dikalikan dengan servis factor sesuai jenis mesin yang akan dilayani. Ini adalah rating minimal, jadi rating yang dipilih harus diatas rating minimal ini. Sayangya saya tidak punya materi dalam softcopy pak, namun coba bisa dichek ke web site nya Falk, rasanya disitu (dahulu yah..saya belum chek lagi) ada materi2 menarik tentang coupling, atau minta CD catalog nya. Seingat saya ada metode/petunjuk pemilihan kopling yang cukup jelas..gratis kok, tapi mungkin agak lama pengirimannya. Tapi, nanti saya juga coba cari2 dulu..siapa tahu ada.

Kalau ada data yang lebih detil, bisa disharing saja pak, saya yakin banyak yang bisa membantu termasuk saya….tapi yah pelan-pelan pak..he he he.

Salam, semoga membantu.

Tanggapan 3 – Anshori Budiono

Dik Syamsul,

Sebaiknya dibicarakan dengan Senior atau Lead di tempat Anda bekerja. Sekiranya perlu, sebaiknya menggunakan jasa konsultan atau kontraktor yang kompeten di bidang rotating / machinery.

Saya yakin, dik Syamsul tidak mulai dari nol besar karena … sistem transmisi tentunya menjadi salah satu ilmu dasar dan wajib di jurusan teknik mesin. Meski demikian, untuk kasus retrofit peralatan di tempat adik bekerja, dimana seperti penuturan dik Syamsul bahwa pengalaman dik Syamsul sangat minim, sangat minim, saya tetap menyarankan menggunakan jasa konsultan.

Saya bukan menganggap dik Syamsul tidak bisa loh… Akan tetapi …, kebetulan sekali di milist kita ini sedang hangat2nya topik Project Management, maka dalam hal mengurasi resiko apalagi untuk ‘kasus lack of experiences’, maka outsorcing seharusnya yang menjadi pilihan dari management tempat dik Syamsul bekerja.

Tanggapan 4 – Budhi S.

Saya posting beserta attachment dokumen ‘Competency Matrix untuk Mechanical Maintenance’ kiriman dari Sdr. Sariman Rianto.
Semoga bermanfaat.