Realita bahwa kehidupan dan kesejahteraan di negara Malaysia lebih terjamin tidak bisa dipungkiri. Walaupun peringkat demokrasi negara Malaysia 40 tingkat di bawa Indonesia, namun kebijakan ekonomi pemerintah Malaysia ternyata lebih mementingkan rakyat dan tidak liberal seperti Indonesia. Realitas kualitas SDA, SDM dan demokrasi Indonesia lebih bagus dari Malaysia ternyata tidak menjamin bahwa rakyat Indonesia lebih kaya, makmur dan sejahtera daripada rakyat Malaysia. Kenyataan inilah yang sangat menyakitkan rakyat Indonesia yang juga lebih senior dalam meraih kemerdekaan di banding Malaysia. Sungguh sangat dan sangat ironis.

Tanya – Joi Surya Dharma

Apa ada yang bisa sharing tentang harga BBM di negara2 lain terutama pada saat harga minyak setinggi sekarang ini.
Sy ingin list down perbandingan harganya dan juga policy pemakaian bbm di negara2 tsb.

Perbandingan BBM Indonesia vs Malaysia

Memang sangat keterlaluan sekali kebijakan2 ekonomi di Indonesia, terutama tentang pembatasan subdisi BBM di Indonesia. Dengan melihat faktor sumber daya alam yang melimpah seharusnya rakyat Indonesia wajib menikmati BBM yang murah meriah. Ya setidaknya lebih murah daripada harga BBM di negara tetangga terdekatnya, Malaysia yg nota bene negaranya lebih kecil dan jumlah sumber daya alamnya tidak sampai separuh di banding Indonesia. Apalagi secara ekonomi, pendapatan per-kapita masyarakat Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan rakyat Malaysia yang secara otomatis mempengaruhi daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Realita bahwa kehidupan dan kesejahteraan di negara Malaysia lebih terjamin tidak bisa dipungkiri. Walaupun peringkat demokrasi negara Malaysia 40 tingkat di bawa Indonesia, namun kebijakan ekonomi pemerintah Malaysia ternyata lebih mementingkan rakyat dan tidak liberal seperti Indonesia. Realitas kualitas SDA, SDM dan demokrasi Indonesia lebih bagus dari Malaysia ternyata tidak menjamin bahwa rakyat Indonesia lebih kaya, makmur dan sejahtera daripada rakyat Malaysia. Kenyataan inilah yang sangat menyakitkan rakyat Indonesia yang juga lebih senior dalam meraih kemerdekaan di banding Malaysia. Sungguh sangat dan sangat ironis.

Bukti nyata yang ada di depan mata adalah masalah harga BBM. Walaupun cadangan dan sumber BBM di Malaysia tidaklah sebanyak di Indonesia, namun kenyataannya harga BBM di Malaysia lebih murah dan lebih bagus kualitasnya daripada di Indonesia. Ditambah lagi kebijakan pemerintah Indonesia yang membatasi subsidi BBM yg bersifat radikal dan arogan dengan tidak memperhatikan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Seiring dengan naiknya harga BBM dunia, Malaysia juga telah menaikkan harga BBMnya. Namun kenaikannya tidaklah seradikal dan arogan seperti Indonesia. Pemerintah Malaysia hanya menaikkan harga BBM jenis RON 95 sebesar RM0,05 atau sekitar Rp140 saja dari harga sebelumnya per-liter RM1.85 atau Rp 4.220 sehingga menjadi RM1.90 atau Rp 4.360 per-liter. Sedangkan untuk jenis RON 97 naik hanya sebesar RM0,15 atau kira2 Rp 420 atau dari harga asal per-liter RM 2.15 atau Rp 6.020 naik menjadi RM 2.30 atau RP 6.440. Perlu diingat bahwa petrol RON 95 di Malaysia itu seperti Pertamax plus di Indonesia dan untuk RON 97 di Indonesia mungkin belum dipasarkan. Jadi secara kualitas, BBM jenis Premium dan Pertamax di Malaysia adalah tidak ada dan minimal kualitas BBM yang dipakai adalah jenis RON 95 atau setaraf dengan Pertamax Plus. Sungguh menggelikan!

PERBANDINGAN HARGA PER-LITER BBM INDONESIA VS MALAYSIA

BBM INDONESIA

Belum ada/dipasarkan ?

Pertamax Plus Rp 7100

Pertamax Rp 6.800

Premium Rp 4.500

BBM MALAYSIA

RON 97 RM 2.30 = Rp 6.440

RON 95 RM1.90 = Rp 4.360

Tidak ada/tidak dipasarkan

Tidak ada/tidak dipasarkan

Jadi secara realitanya rakyat Indonesia selama ini hanya mengkonsumsi kualitas BBM yg jauh lebih rendah daripada kualitas BBM yang dikonsumsi rakyat Malaysia sebab mereka minimal memakai BBM sejenis Pertamax Plus. Maka tidak mengherankan jikalau umur dan ketahanan mesin kendaraan di Indonesia juga kalah panjang dan tahan dibanding kendaraan di Malaysia. Apalagi secara infrastruktur jalan raya di Indonesia sekali lagi kualitasnya juga kalah telak dibanding Malaysia. Dan anehnya, ternyata harga kendaraan second, terutama mobil di Malaysia itu kok lebih murah dibanding di Indonesia. Sungguh dan sungguh menggelikan hehehhehehehehhe.

Semoga bisa menjadi bahan kajian dan evaluasi bagi bangsa dan pemerintahan Indonesia. Sehingga kalau mau studi banding gak perlu deh ke Eropa, Amerika dll daripada ngabisin uang rakyat. Da cukup ke Malaysia saja. Atau kalau mau yg lebih ya studi banding saja ke Singapura.

Padahal Sebagai bahan kajian dan intropeksi saya tuliskan perbandingan harga BBM di Indonesia dan Malaysia sekarang ini.

Tanggapan 1 – Sugeng Hariyadi

Apa perlu ya kalangan profisional protest ramai – ramai untuk tidak menganut kebijakan ekonomi liberal seperti sekarang….? kalau memang perlu harus merubah kebijakan ekonomi, kenapa tidak diusulkan saja menganut ekonomi kerakyatan misalnya…, atau sistem ekonomi lain yang lebih baik…?

Gimana pak Joi..? apa ada opini lain. Sejak pemerintah mendengungkan pembatasan subsidi tahun lalu bahkan sampai diundur bulan maret besok ini…, keliatannya tak ada yang ngotot protes ya…, cuman cuap – cuap aja…!

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia untuk pembahasan bulan Desember 2010 ini dapat dilihat dalam file breikut: