Kami sedang berusahan mencari set tekanan bagi-SDV-SDV di jalur pipa gas, dengan menghitung waktu respon tutup bagi SDV terdekat jika terjadi kebocoran/ledakan di hilir pipa. Apakan ada standard waktu minimum bagi SDV ini untuk menutup (bukan SDV’s stroke time)? Sebenarnya bagaimana penentuan setting SDV umumnya dilapangan? Apakah saja pertimbangan untuk penentuan jarak antar SDV? Misalkan di daerah padar penduduk dengan tanpa penduduk? Jika ada berapa umumnya minimal jarak tsb>

Tanya – Intan Rahmanita

Dear Bapak Ibu Anggota Milis Migas,

Kami sedang berusaha mencari set tekanan terendah bagi SDV-SDV di jalur pipa gas, dengan menghitung waktu respon tutup bagi SDV terdekat jika terjadi kebocoran/ledakan di hilir pipa.

Apakah ada standar waktu minimum bagi SDV ini untuk menutup( bukan SDV’s stroke time)?

Sebenarnya bagaimana penentuan setting SDV umumnya dilapangan?

Apakah saja pertimbangan untuk penentuan jarak antar SDV ? misalkan di daerah padat penduduk dengan tanpa penduduk? jika ada berapa umumnya minimal jarak tsb?

Terima kasih atas perhatian bapak/ibu, apalagi jika berkenan membalas email ini.

Tanggapan 1 – Djohan Arifin

Ceu Intan,

Kalau mau pakai Petronas Technical Standard (PTS), nominal closing time SDV 1 second per inch valve size dengan maximumnya = 45 second, maksudnya 10′ SDV closing time = 10 detik, 60′ SDV closing time = 45 detik. Gak tahu apakah requirement ini ada di API atau nggak.

Untuk onshore hydocarbon pipeline SDV perlu dipasang pada setiap ujung sectionalized classes dengan maksud agar sewaktu-waktu dapat diisolir jka terjadi emergency. Ada empat class (1, 2, 3 & 4) pipeline, makin tinggi kelasnya (makin banyak resiko terhadap keberadaan pipeline, salah satunya karena makin padat penduduknya) makin pendek section pipelinenya, patokannya kelas-1 panjangnya = 20 mile kelas-4 = 5 mile. Silahkan merujuk pada ANSI B.31.8. agar lebih jelas. Mungkin MIGAS sudah punya standard panjang sectionalized pipeline ini.

semoga bermanfaat

Tanggapan 2 – Triez

Wah,menarik nech..mas djohan klo untuk minyak gmn,ya..mungkin kita bisa ngacu ke B31.4 diantaranya..cuman saya liat kok ngga ada ya,mas untuk setling time,nya..misal ada backpressure dr sistem down stream atau over pressure yang mengakibatkan transient system..gmn kira2 analisa transient analysisnya ya?apa rule td masih bisa di pake mas?share aja misal pipeline dengan panjang 140 km dan shutt-off ESDV(#600) adalah 104 kg/cm2Â dengan tekanan diupstream 94 kg/cm2..kira2 setting pressure switch di ESDV downstream 15 kg/cm2,masih terlalu rendah ga ya?
Klo ada referensi mohon di share,mas.
Trims sebelumnya,just share..

Tanggapan 3 – Harry Satriadi

Mas Triez,

Menurut saya bisa saja dihitung waktu yang dibutuhkan penurunan/kenaikan pressure sampai ke set point ESDV dengan mengunakan software transient analysis. Apakah ada standarnya ga berapa waktu yang diijinkan jika pipa tersebut pecah karena sesuatu hal sehingga terjadi penurunan pressure sampai menyentuh PSHL pada ESDV terdekat.
Terimakasih.