Seperti kita ketahui bersama, ada beragam cara sand control. Dari sisi populasinya, gravel pack adalah yg paling populer. Semenjak 10 tahun belakangan, fracpac semakin bertambah populer, terutama di GOM. Mengapa ?
Tujuan gravel pack hanyalah satu, yaitu mengurangi sand production. Beliau tidak menambah laju produksi suatu sumur, malahan sebaliknya beliau menambah ‘skin’, artinya mengurangi laju produksi. Seperti sudah diketahui, FracPac adalah kombinasi antara gravel pack & proppant hydraulic fracturing. Artinya, selain mengurangi laju sand production, beliau dapat meningkatkan laju produksi. Back to basic, utk menentukan mana metode sand control yg paling efektif & cocok di suatu tempat, kita harus melihat banyak faktor. Tidak semua formasi cocok utk di fracpac.

Was: Mohon pencerahan ttgpump performance curve

Pembahasan – Doddy Samperuru

Bapak-Bapak,

Seperti kita ketahui bersama, ada beragam cara sand control. Dari sisi populasinya, gravel pack adalah yg paling populer. Semenjak 10 tahun belakangan, fracpac semakin bertambah populer, terutama di GOM. Mengapa ?

Tujuan gravel pack hanyalah satu, yaitu mengurangi sand production. Beliau tidak menambah laju produksi suatu sumur, malahan sebaliknya beliau menambah ‘skin’, artinya mengurangi laju produksi. Seperti sudah diketahui, FracPac adalah kombinasi antara gravel pack & proppant hydraulic fracturing. Artinya, selain mengurangi laju sand production, beliau dapat meningkatkan laju produksi. Back to basic, utk menentukan mana metode sand control yg paling efektif & cocok di suatu tempat, kita harus melihat banyak faktor. Tidak semua formasi cocok utk di fracpac.

Agak misleading kalau dikatakan fracpac lebih murah drpd gravel pack. Statement ini boleh benar kalau jenis fluida, sand & volumenya sama. Gravel pack akan lebih mahal krn kita memakai downhole tools (screen, packers, tubing, dsb.) dimana di fracpac pemakaian downhole tools tergantung kebutuhan. Secara teori, volume fluida & sand di fracpac akan lebih tinggi drpd gravel pack. Umumnya fracpac memerlukan fluida berviskositas tertentu, sementara gravel pack bisa menggunakan air biasa. Dari penjelasan ini, fracpac bisa lebih mahal drpd gravel pack.

Resiko gravel pack buntu (yg umumnya dikarenakan sistem sand controlnya tidak efektif shg pasir formasi masih bisa masuk ke dalam screen & mem-plug di situ) selalu ada di setiap pengerjaan gravel pack. Maka dari situ, down hole assembly didesain utk bisa diretrieve. Memang banyak kasus engga bisa diretrieve sama sekali. Satu cara yg populer adalah membuat perforasi. Cuman kalau perforasinya di zone yg sama yg banyak pasirnya, yah cepat atau lambat akan terplug lagi.

Utk fracturing (& variasinya), secara teori akan perfect kalau lubang perforasi tepat di arahkan ke bagian formasi dimana bidang stress-nya minimum (teknologi modern sekarang sudah membolehkan kita melakukan hal ini). Jadi walaupun perforasinya mempunyai fase 180derajat, tetapi kalau tidak tepat atau mendekati bidang minimum stress tidak akan begitu efektif. Fenomena ‘tortuosity’ & ‘pinch-points’ adalah umum terjadi. Lainnya, dari sisi fracturing, jumlah perforasi & dalamnya penetrasi tidak begitu penting. Yg lebih penting adalah posisinya yg benar, 180 derajat sudah cukup, tidak perlu dalam2 yg penting diameternya besar.

Tip screen out (TSO) adalah metode fracturing yg hanya efektif di formasi yg permeabilitasnya tinggi. Disebut TSO krn proppant didesain utk berhenti di satu titik tidak jauh dari perforasi (titik ini akan menjadi ujung/tip dari fractures) sehingga fracture tidak bertambah panjang melainkan akan semakin lebar (& tinggi) sampai ke point jenuh (screened out). Panjang fracture bisa bermacam2, 70ft, 30ft, 100ft, 200ft, whatever, tergantung banyak faktor. TSO akan memberikan konduktifitas yg cukup agar hidrokarbon boleh masuk dari formasi lewat fractures & lewat lubang perforasi ke dalam sumur. Volume fluida & proppant secara relatif akan lebih sedikit, shg cost bisa dikurangi.

Artikel ttg gravel pack & fracpack ini sangat banyak tersedia di SPE juga di masing2 situs service cos. Banyak operator di GOM, termasuk Total, sudah banyak melakukan fracpac. Sementara di West Africa, beberapa operator (termasuk Total) banyak melakukan gravel pack. Dari situ bisa dilihat berapa success-rationya.

Tanggapan 1 – Bambang Tjondro

Benar Pak, di platform offshore hanya gas lift, ESP dan mungkin PCP yang bisa dipakai. Kalau untuk menahan pasir seaiknya menggunakan fracpac (hydraulic fracturing) karena lebih murah dan tidak mengurangi produksi diandingkan gravel pack (-15%).
Semoga ada tanggapan. Trims

Tanggapan 2 – Elwin Rachmat

Boleh jadi pak Bambang Tjondro benar tentang fracpac. Saya sendiri tidak punya pengalaman dalam fracpac. Saya kira pak Bambang Tjondro punya perkiraan berapa besar success ratio fracpac dari yang sudah diterapkan. Pengalaman saya dengan gravel pack sebenarnya tidaklah gemilang. Tidak sedikit gravel pack yang saya perforate karena tidak saja menghentikan produksi pasir tapi juga menghentikan produksi minyak karena buntu. Apakah pak Bambang Tjondro pernah mengalami buntunya fracpac dan bagaimana solusinya? Apakah perforasi juga salah satu alternatifnya?

Tanggapan 3 – Bambang Tjondro

Terimakasih atas surat Pak Erwin ini, mengenai fracpac sebaiknya di lakukan dengan perforasi ke 180derajat (Schlumberger menawarkan alat ini awal tahun ini) dan dilakukan dengan metode Saucier untuk melihat fines yang datang dan ukuran sandnya disesuaikan. Dari sini dipilih sand yang digunakan untuk hydraulic fracturing tip screen out ini, cukup 70 ft dari sumur.Banyak literature yang menyetakan fracpac bisa tahan sampai bertahun-tahun. Dulu di ARCO, lalu Caltex, BP,Exxon dll cukup sukses dengan cara ini. Pengerjaannya seperti di Hydraulic fracturing. Bandingkan biaya di ARCO dulu, gravel pack $200,000, fracpac $120,000 (in offshore lho). Di darat agak murah.
Sampai disini dulu ya.Best Regards