Karakter GT adalah high speed rotating machines yang memerlukan kebersihan extra untuk pelumasan bearing, selain sistim hidrolik control dengan beragam servo dan aktuator. Selain itu oil must free from water – bukan saja ‘free water’ tetapi dimulai dari pengamatan moisture in oil (RH%). Metode monitoring dapat menggunakan particle counter secara inline – tap langsung dari sistem atau port di tangki. Bisa juga secara offline dengan pengambilan sample menggunakan pompa khusus plus super clen bottle (ISO clean bottle). Alternatif methode secara offline menggunakan patch test – ini bersifat polutants identification dengan visualisasi bentuk dan jenis polutan.

Tanya – purnama

Saya pengen menanyakan kepada rekan2 yang pastinya punya pengalaman tentang cara nge-check kondisi oil yang ada di tank skid u/ skid gas turbin (khusus u/ pengecekan kondisi oil dari contaminan)…kira2 seperti apa proses pengecekannya ya kalau di field (onshore/offshore)…u/ memastikan kondisi di dalam tank ‘bersih’ apa semua oil yang ada di tank di drain? atau cukup dengan analysis ke lab atau bagaimana??

Tanggapan – Andy

Pak Purnama,

Saya coba sharing …

Kualitas dan kondisi pelumas pada tangki suatu sistim pelumasan – dalam kontek pertanyaan Anda adalah GT, dipengaruhi polutan yang bersumber internal dan external.

Polutan internal dari proses kerja sistim pelumasan itu sendiri, antara lain: wear debris parts/komponen GT plus aux (pompa, valves, etc), oil aging yang membentuk varnish, sludge, dsb.

Polutan external dapat berasal dari dust, silica, breather tank yang ‘naked’, polutan saat filling/transfering the oils, dsb.

Karakter GT adalah high speed rotating machines yang memerlukan kebersihan extra untuk pelumasan bearing, selain sistim hidrolik control dengan beragam servo dan aktuator. Selain itu oil must free from water – bukan saja ‘free water’ tetapi dimulai dari pengamatan moisture in oil (RH%).

Metode monitoring dapat menggunakan particle counter secara inline – tap langsung dari sistem atau port di tangki. Bisa juga secara offline dengan pengambilan sample menggunakan pompa khusus plus super clen bottle (ISO clean bottle). Alternatif methode secara offline menggunakan patch test – ini bersifat polutants identification dengan visualisasi bentuk dan jenis polutan.

Sampling point untunk tank section adalah top, mid, bottom diatas sedimentation area (inline dengan suction port)& drain bottom.

Gunakan bypass offline fine filter ~3 micron untuk menyelesaikan masalah polutan padat. Perhatikan beta ratio sistim filtrasi & ukur ulang konsentrasi particle sebelum dan sesudah purifikasi.

Parameter lain:

– moisture/water in oil menggunakan Karl-Fischer Titrator.

– Degradasi additive, oxidation mengunakan FT-IR.

– Total Acid Number (TAN).

– Viskositas 40C & 100C

Saya sarankan analisa komplit via lab atau peralatan on-site analysis yang memadai.

Demikian yang dapat saya sampaikan & CMIIW.