Air adalah bahan yang urgent dalam suatu proyek . Campuran beton yang baik seharusnya menggunakan air bersih ( air tanah dll) dengan tujuan komposisi adukan beton menyatu/ bersenyawa antara semen:pasir dan koral. Kalau belum ada air bersih mungkin bisa minta tetangga kanan kiri dulu ( ganti bayar listrik aja), beli air (mobil Tangki), atau sambil bikin bor sumur. Mungkin bisa di lihat dulu kira2 yang menguntungkan dari segi waktu, biaya dll.
alternatif terakhir mungkin pakai tawas.

Tanya – skypoper

Mohon pencerahannya :

Kami sdg ada proyek bangunan di daerah yg air bersih sulit didapat, jadi diambil dari sungai airnya keruh dan coklat, apakah bisa langsung buat cor beton dgn spek beton k-225 , atau harus ditreatment dengan dulu supaya jernih semisal dgn tawas.

Lalu semisal dlm desain tul kolom mgunakan D16, kenyataan susah didapat apabisa lgsg dikonversi ke D13 dengan luas tul sama , dan bagaimana bila utk tul balok jika di konversi D13 ke d10 (deform ke polos).

Tanggapan 1 – eddy purwanto

Mohon ma’af p.andri, ikut sharing ya…

1. Air adalah bahan yang urgent dalam suatu proyek . Campuran beton yang baik seharusnya menggunakan air bersih ( air tanah dll) dengan tujuan komposisi adukan beton menyatu/ bersenyawa antara semen:pasir dan koral.
kalau belum ada air bersih mungkin bisa minta tetangga kanan kiri dulu ( ganti bayar listrik aja), beli air (mobil Tangki), atau sambil bikin bor sumur.

Mungkin bisa di lihat dulu kira2 yang menguntungkan dari segi waktu, biaya dll.
alternatif terakhir mungkin pakai tawas.

2. Mohon di perjelas lagi untuk kalimat yang ke 2. maksud nya susah gmn? apa beton nya tidak bisa masuk / sulit karena komposisi tulangan terlalu rapat sehingga untuk menuang beton kesulitan / butuh waktu lama.

Tanggapan 2 – skypoper@yahoo

to pak edy

1. Memang idealnya seperti itu pak, tapi kenyatannya di lapangan dikalimantan yg kondisi ditengah hutan, diatas bukit,jalan tanah, cuaca tidak menentu, air hanya didapat dr sungai, tidak ada kesepakatan awal untuk sumur bor , air diambil dari parit2 yg bersih, cuma terkadang habis hujan keruh. Karena jadwal yg ketat dan mereka tlh ambil air seperti itu yg dibawa dgn tangki 1m3 ke lokasi diatas bukit, waktu kita cek pengecoran sudah dilakukan dan mereka berargumen tidak ada masalah dgn air seperti itu, apakah ada yg punya pengalaman seperti ini ?

2. Bukan pak, si kontraktor propose koversi menggunakan tul D13 yg awalnya didesaingambar D16, nah mereka mengajukan itu seakaniakan setengah ‘menodong’ kondisi tulangan sudah dipotong-potong dan sbagian sudah dibentuk untuk pengecoran besok. Dengan kondisi medan proyek spt saya katakan diatas jadi kalau di hold menunggu D16 maka butuh wkt 1 minggu lagi, shg proyek takut trlambat.

Tks atas tanggapannya,

Tanggapan 3 – eddy purwanto

Pak Andri,

Sepengetahuan kami memang di perbolehkan mengganti dia tulangan D16 ke D13 dengan konversi kekuatan yang hampir sama ( biasanya jmlh tulangan menjadi sekitar 2x dari design D16 ). Biar lebih update dengan info progress lap sebaiknya p.andri lebih banyak kontrol dan turun ke site jd kita bisa tahu problem lap lbh awal.

Tanggapan 4 – Sayyid Hasan Al Hamid

Ikutan nimbrung, untuk air sebaiknya tetap mengikuti Standart yang di perbolehkan oleh SNI kita, sedang untuk perhitungan tulangan silahkan di konversi dengan hitungan yang benar dan teknik yaitu As perlu total harus sama dengan As hasil Konversi rumusnya
Jml tulangan konversi = As Perlu total / Luas tulangan konversi

Keterangan :

As Perlu total adalah Jumlah tulangan dikali dengan luas tulangan per-batang

untuk konversi dengan berbeda Mutu / Kekuatan (Fy) maka harus ada juga konversi hitungan tekniknya. (sumber dari konversi wiremesh pabrik)

Jml tulangan konversi = (As Perlu Total x (fy-ada / fy-konversi)) / luas tulangan konversi

semoga membantu,

Tanggapan 5 – cak.topan@gmail

Kalo menurut dosen saya dulu, itu harus air yang bisa diminum. Juga menurut ACI 318-99 chapter 5.4.
Artinya air tersebut tidak ada kontaminasi dengan zat2 berbahaya yang bisa mengurangi kuat tekan, setting time dan korosif.

Saran saya, mendingan ada test kuat beton saja untuk memastikan. Itulah dasar anda accept ato tidak.

Untuk nomer 2, itu dibolehkan. Selama areanya sesuai itu bisa diterima.
Kalo soal ‘nodong’, ya tergantung client. Kalo tidak sesuai spek dan kesepakatan awal bisa ditolak, kan?

Tanggapan 6 – Bagus Mulandono

Pak Andri yang baik,

Sedikit urun rembug,

1. Idealnya memang dengan menggunakan air bersih. Apabila kondisi air yang ada seperti yang anda katakan dan waktu projek yang ketat dan terbatas, anda dapat melakukan uji kekuatan beton dengan mengirimkan sample ke lab pengujian terdekat untuk memastikan kekuatan beton tersebut.

2. Untuk tulangan yang diganti, apakah kontraktor anda menggunakan jumlah tulangan yang sama dengan tulangan desain? Tentunya kontraktor anda dapat memberikan hasil kalkulasi dari proposalnya sebab penggantian tulangan berpengaruh pada kekuatan struktural bangunan. Apabila hasil kalkulasi ulang menyatakan kuat perlu dipikirkan juga workabilitinya seperti yang disampaikan pak Eddy.

Mohon koreksinya dari rekan2 MIGAS yang lain.