Over speed engine bisa disebabkan karena Load berkurang (baik sebagai penggerak kompressor atau Generator), Governor rusak/hunting dan mungkin juga karena supply fuel gas tersebut ke Engine akibat BTU naik atau Pressure naik. Untuk Gas Turbine, over speed bisa juga disebabkan karena Load berkurang misalnya sebagai penggerak Kompressor, akibat Flow ke kompressor berkurang ataupun akibat perubahan komposisi gas yang terlalu ringan over speed bisa terjadi.

Tanya – HeriAgus@samudera

Mungkin ada rekans yang bisa menjelaskan faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan engine overspeed, dan bagaimana faktor2 tersebut menyebabkan overspeed.

Tanggapan 1 – Harris Prabowo

Kalau engine tersebut merupakan penggerak dari generator bisa disebabkan terjadi pada governor pengatur kecepatannya, sehingga perlu kalibrasi ulang (misalnya seperti Woodward). Kalau engine tersebut sebagai penggerak kabel drum pada rig perawatan sumur/rig kupl terjadi pada governor yang berhubungan langsung dengan injection pump pada jenis diesel engine, sehingga perlu kalibarasi ulang juga.

Semoga kami tidak salah menginformasikan karena berbekal dari pengalaman operasional lapangan atau kawan-kawan dari Trakindo bisa menjelaskan lebih detil.

Tanggapan 2 – sulton amrullah

Saya cuma ingin menambahi, overspeed engine juga bisa disebabkan karena Load berkurang (baik sebagai penggerak kompressor atau Generator), Governor rusak/hunting dan mungkin juga karena supply fuel gas tersebut ke Engine akibat BTU naik atau Pressure naik. Untuk Gas Turbine, overspeed bisa juga disebabkan karena Load berkurang misalnya sebagai penggerak Kompressor, akibat Flow ke kompressor berkurang ataupun akibat perubahan komposisi gas yang terlalu ringan overspeed bisa terjadi.

Tanggapan 3 – Priatna, Waluya

Saya setuju dengan pak Sulton over speed bisa disebabkan juga oleh loadnyaberkurang. soalnya saya pernah waktu precomm.terjadi over speed dan untk menghindari itu kami sewa load bank.

Tanggapan 4 – sulton amrullah

Apakah Load Bank tersebut dipakai untuk mengetest Beban/Kemampuan dari Generator? Kalau ya, berarti prinsip kerjanya sama dengan Water Resistant Test (dummy Load Test) yang menggunakan media air dalam volume yang besar dalam suatu kolam.

Tanggapan 5 – HeriAgus@samudera

Mau bertanya lebih jauh lagi,

*) sebenarnya sejauh mana ya suatu beban tersebut mempengaruhi konsumsi bahan bakar, atau lebih jauh mempengaruhi efektivitas / tingkat kesempurnaan pembakaran suatu engine.

*) jika overspeed tersebut karena factor governor, yang sejauh pengertian saya (kalau tidak salah) ujung2nya adlah mengatur volume bahan bakar yang dikirim ke injector, sejauh mana kuantitas bahan bakar mempengaruhi pembakaran. Soalnya jika pembakarannya buruk saya pikir power juga akan turun, kalau bebannya diasumsikan tetap bukannya secara kasar dapat dikatakan putarannya juga turun?

*) Jika overspeed karena nilai BTU fuel gas naik, yang ingin saya tanyakan faktor apa yang bisa membuat nilai BTU suatu komposisi fuel gas berubah.
Jika nilanya bertambah tinggi, apakah malah tidak menimbulkan panas yang terlalu berlebihan dalam chamber sehingga malah akan menggangu proses pembakaran.

Tanggapan 6 – Priatna, Waluya

Pak Sulton,

Kita bukan mengetest Generatornya tapi memberikan beban pada Generator supaya jangan terjadi overspeed. Load bank disini merupakan suatu panel listrik yang mempunyai banyak breaker dengan aneka ragam load. Misalnya ada breaker yang 60A, 30A, 40A dan lain sbb. Kalau water resistant cara penggunaannya bagaimana, apakah airnya dipanaskan ?. Soalnya saya belum pernah mengerjakan dengan water resistant.

Tanggapan 7 – sulton amrullah

Terima kasih Pak atas infonya mengenai Load Bank, wah lama-lama saya jadi mengerti tentang listrik walaupun sedikit (maaf saya bukan orang Listrik). Mengenai
water resistance test, saya pernah menyaksikan test ini di Pertamina UP-I Pangkalan Brandan. Test ini digunakan untuk mengetest beban maksimum dari suatu Generator apakah benar Genset tersebut mempunyai kapasitas beban maksimum sesuai spec-nya. Test ini dilakukan dengan menggunakan tiga elektroda yang yang dihubungkan dengan kabel dari panel dan dilaksanakan dengan menaikkan beban secara bertahap dari 0% sampai dengan 100% dengan mengatur level electroda yang dicelupkan ke dalam air dengan menggunakan motor. Beban dapat dinaikkan/diturunkan dengan mengatur level electroda, untuk menaikan beban maka level electrode diturunkan lebih dalam ke dalam kolam air. Beban tersebut dinaikan secara bertahap dan ditahan untuk masing2 beban sampai 100% supaya genset tersebut tidak hunting.
Untuk lebih jelasnya saya akan kirimkan outline dan skema gambarnya via japri.

Tanggapan 8 – Priatna, Waluya

Pak Sulton,

Terima kasih juga infonya dan setelah saya discuss dengan kawan2 disini ada juga yang pernah melaksanakan test yang menggunakan water resistant dan saya pikir wa ter resistant hanya bisa dipakai pada pengetesan di fabrik tidak bisa digunakan di onshore ( bukan fabrik ) maupun di offshore untuk keperluan precomm ataupun commmissioning. Dan masih banyak peredam over speed seperti pada governornya,control valve yang mengatur penggunaan bahan bakar.

Tanggapan 9 – sulton amrullah

Pak Priatna,

Memang benar Pak, test ini hanya dapat dilakukan pada pabrik yang mempunyai fasilitas untuk test WRT ini. Sebagai contoh Pertamina UP-I Pangkalan Brandan, Sumut mempunyai fasilitas untuk WRT test ini. Perlu saya informasikan bahwa Pertamina UP-I mempunyai 3 buah Gas Turbine Generator, 2 Solar Centaur 40 dan 1 Centaur 50, ketiganya ditest dengan WRT ini pada waktu commissioning & performance test.