Jenis sertifikat itu bermacam-macam. Umumnya sertifikat merujuk kepada
suatu standar tertentu.
Bila standarnya mengatakan bisa melakukan inspeksi atau bahkan sertifikasi
sendiri dengan menggunakan test bench / laboratorium yang dijelaskan dalam
standar, logikanya inspeksi dan sertifikasi tidak perlu dilakukan oleh
badan lain.

Priatna, Waluya

Pada rekan2 yang tahu kami minta penjelasannya kenapa Bench test harusndicertifikasi oleh Migas apakah tidak bisa in house test dan kalau ada yang tahu peraturannya mohon diposting ke saya dan melalui Japri juga boleh.

Andi Zulkarnain

Yokogawa Indonesia mempunyai fasilitas laboratorium kalibrasi alat-alat instrumentasi yang bisa dikatagorikan sebagai test bench. Akreditasi telah didapat kan tapi yang me-registrasi adalah KAN, setalah OK didapatkan nomor LK-034-IDN. Dalam hal ini MIGAS tidak terkait.

Terima kasih,

Dirman Artib

Nah… ini satu kasus lain lagi nih ..!

Makanya seperti usul saya, hanya MIGAS yang bisa jawab hubungan ini semuanya.
Kembalilah kepada dasar-dasar kebutuhan proses sertifikasi. Marilah kita tinjau dasar-dasar peraturan perundang-undangan dari tingkat tinggi Undang-undang, Kepres, PP kalo ada, s/d JUKNIS, JUKLAK, Prosedur dll.

Itu saja …

Yudi.Pantja.Putera

eloh? tadi tak singgung soal draft PP SHE nya migas katanya bisa ‘melebar ke mana-mana dan tidak focus’ piye toh??

Elwin Rachmat

Jenis sertifikat itu bermacam-macam. Umumnya sertifikat merujuk kepada
suatu standar tertentu.
Bila standarnya mengatakan bisa melakukan inspeksi atau bahkan sertifikasi
sendiri dengan menggunakan test bench / laboratorium yang dijelaskan dalam
standar, logikanya inspeksi dan sertifikasi tidak perlu dilakukan oleh
badan lain. Tentunya test bench / laboratorium tersebut perlu diakreditasi
oleh manufacturer atau badan akreditasi sesuai dengan standar yang
dimaksud.
Bila KAN sudah mengakreditasi suatu test bench atau laboratorium, maka
fasilitas tersebut logikanya dapat digunakan dalam penerapan SNI untuk
standar yang berkaitan dengan akreditasinya. KAN (atau Departemen teknis?)
dalam hal ini perlu melakukan audit secara berkala seperti yang disebutkan
pada standar yang dimaksud.

Lain halnya bila sertifikasi yang berkaitan dengan suatu peraturan.
Peraturan yang dimaksud tidak selamanya berkaitan dengan suatu standar
tertentu (mungkin standarnya belum dibuat).
Bila peraturan mengaitkan suatu standar, umumnya standar tersebut menjadi
wajib (walaupun didalam standarnya tidak dinyatakan wajib).
Disini akan menjadi jelas bahwa kedudukan peraturan itu berada diatas
standar. Hal ini tidak hanya terjadi di negeri tercinta tetapi juga
berlaku pada negara lain.

Sebagai pengguna kita harus mengikuti pertama-tama peraturan yang berlaku,
bila peraturan tersebut merujuk standar tertentu kitapun harus
mengikutinya.
Sekali lagi saya sampaikan pada saat ini bila ada SNI yang menyangkut
keselamatan kerja, maka SNI tersebut berdasarkan peraturan menjadi wajib
walaupun didalam standarnya tidak dinyatakan wajib. Sedangkan SNI yang
tidak menyangkut keselamatan kerja sampai saat ini masih diberlakukan
secara sukarela. Namun kecenderungannya semua SNI akan diberlakukan secara
wajib sehubungan dengan mulainya globalisasi.

Miftachul Munir

Setahu saya, Test bench harus di recertifikasi jika dibuat untuk test atau
kalibrasi custody transfer meter saja. Sertifikasinya ke DitMet, KAN, atau
perusahaan servis yang memiliki standart rujukan atau dapat di trace ke
standard international. Seperti yg Andi jelaskan, Disini Migas tidak terkait
(tolong dibetulkan kalau salah). Intinya Migas tidak akan mengijinkan
kalibrasi custody tansfer meter (flowmeter) tanpa bench test yang tidak
tersertifikasi.

Bench test yang digunakan untuk keperluan internal/produksi (dan
maintenance) biasanya tidak dibutuhkan sertifikasi ini. Akan tetapi bench
test ini sebaiknya dikalibrasi menggunakan bench test untuk custody transfer
diatas (yg telah dikalibrasi DitMet, KAN, dll).

Calibrator standard bisanya dimensinya besar dan berat sehingga test
dilakukan di tempat Dimet, KAN, dll. Lebih mudah dan ekononis kalau
ekuipment yg akan di kalibrasi tidak di house. Memindah-mindah calibrator
standard sangat beresiko. Karena nilai standard dapat berubah.

Priatna, Waluya

Kami mita penjelasan dari rekan2 apakah ada perusahaan yang bisa
mengkalibrasi PSV yang bertekanan antara 1900 psi s/d 6000 psi.
Dan apakah PSV yang bertekanan tersebut dapat dicalibrasi melalui
hydrotest ataupun hydrolic test mohon informasinya.

Priatna, Waluya

Pak Munir,
Saya paham dengan penjelasan bapak tapi apakah certifikasi bench test harus
dengan Migas
apa tidak cukup dengan Thirt Party atau inhouse certificate.

Miftachul Munir

Pak Waluyo,

Tidak harus dg Migas, boleh dg thrirt party. Asal perusahaan/badan
pengkalibrasi tsb:
– punya rujukan dg standart international
– mau membawa standartnya ke perusahaan Bapak.

Sebagai perbandingan, Bench test Unocal ditest di DitMet, dikirim/diantar
langsung ke DitMet Bandung. Dan tidak melibatkan Migas.

Priatna, Waluya

Pak Munir,
Kami punya bench test terpisah antara air receiver tank dengan bench testnya
sendiri ( merupakan
meja yg terbuat dari plate besi yang mempunya ketebalan +- 2 inch ),apakah
ini bisa dicertificate
tanpa dengan Migas atau cukup dengan Thirt Party saja mohon pak
penjelasannya.