Kita mulai saja dari istilah SCADA yaitu ‘Supervisory Control And Data Acquisition’. Jadi system ini adalah suatu Sistem Kontrol Supervisory dan Pengumpul Data (Data Acquisition). Pada prakteknya pengumpul data umumnya adalah data dari Site di lokasi ‘remote’, atau sering disebut sebagai ‘Telemetry’, dan Supervisory Control pada Site di lokasi ‘remote’ pula, atau sering disebut ‘Telecontrol’.

Joko Kuntono

Rekan-rekan anggota milist,

Saya baru menjadi anggota milist ini dan banyak diskusi menarik yang bermanfaat. Akhir-akhir banyak dibicarakan mengenai SCADA sebagai perangkat control yang paling canggih. Mohon untuk Bapak-bapak yang pernah menggunakan atau mengetahui SCADA ini bisa menjawab keingintahuan saya sebagai berikut :

1.Fungsi dan cara kerjanya SCADA itu seperti apa, apa bedanya dengan DCS
2.Sensornya menggunakan apa, bagaimana system control dan communicationnya
3.Bagaimana proses installasi dan perangkatnya

Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan rekan-rekan sekalian.

Rudhy H

Sekedar berbagi info saja. Saya pernah mengoperasikan SCADA untuk jalur pipeline dari Pagerungan ke Gresik ± jarak 400 km.
SCADA : System Communication And Data Acquisition
Jadi hanya mengenai sistem komunikasi dan datanya saja yang membedakan dengan DCS. Kalau SCADA menggunakan gelombang microwave untuk komunikasi antar stasiunnya.

Mungkin ada yang bisa menjelaskan lebih rinci?

Pak Joko dan rekan-rekan,

Sebagai anggota baru, sebaiknya Anda download rangkuman diskusi dari bulan-bulan terdahulu agar bisa mengikuti apa yang sudah di diskusikan di milis ini. Anda bisa download di http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/files/.

Waskita Indrasutanta

Saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda sbb:

1. Kita mulai saja dari istilah SCADA yaitu ‘Supervisory Control And Data Acquisition’. Jadi system ini adalah suatu Sistem Kontrol Supervisory dan Pengumpul Data (Data Acquisition). Pada prakteknya pengumpul data umumnya adalah data dari Site di lokasi ‘remote’, atau sering disebut sebagai ‘Telemetry’, dan Supervisory Control pada Site di lokasi ‘remote’ pula, atau sering disebut ‘Telecontrol’. Supervisory Control adalah kendali yang dilakukan diatas kendali lokal, sebagai contoh, pada oil production kita mempunyai beberapa production site yang dikumpulkan pada stasiun pengumpul (gathering station). Kendali lokal dilakukan untuk masing-masing production well dan supervisory control di statsiun pengumpul, melakukan control kepada semua production well dibawahnya. Misalnya, salah satu production well mengalami gangguan, dan stasiun pengumpul tetap harus memberikan dengan production rate tertentu, maka supervisory control akan melakukan koordinasi pada production well lainnya agar jumlah produksi bisa tetap dipertahankan.

Istilah SCADA, DCS, FCS dan PLC saat ini sudah menjadi agak kabur karena aplikasi yang saling tumpang tindih. Walaupun demikian kita masih bisa membedakan dari arsitektur-nya yang serupa tapi tak sama. Sesuai dengan rancang bangun awalnya DCS lebih berfungsi baik untuk aplikasi kontrol proses, sedangkan SCADA lebih berfungsi baik untuk aplikasi seperti istilah diternagkan diatas. Saya mencoba memposting ke milis (http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/files/) slide mengenai perkembangan SCADA menjadi Remote Application Control System, tetapi tidak berhasil. Nanti akan saya selesaikan artikel saya mengenai hal ini dan memposting-nya melalui moderator milis.

2. Sensor, Transmitter dan Actuator yang dipergunakan SCADA sama saja dengan yang dipergunakan sama saja dengan yang dipergunakan DCS, FCS, dan PLC, dengan standard 4~20mA, HART, Fieldbus, dsb., sesuai dengan kompatibilitas SCADA System yang dipergunakan. Ada beberapa pabrikan yang membuat MV (Multi Variable) Transmitter, yang langsung menggunakan Modbus, sehingga dengan menambah Radio Modem, transmitter ni menjadi sebuah RTU. Arsitekturnya terdiri sebuah MTU (Master Terminal Unit) dengan Operator Workstation, dan pada remote location terdapat RTU (Remote Terminal Unit). Dengan teknologi saat ini, aristektur SCADA mulai berubah dan sering disebut sebagai ‘Remote Application Control System’ yang akan saya bahas pada artikel tersebut diatas.

3. Instalasi perangkat, seperti layakanya system-system yang lain sesuai dengan rancang bangun dari system.