Saya ingin menanyakan ke rekan-rekan mengenai Control Valve Seat Leakage. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan mengenai implementasi ANSI/FCI 70-2-1991
tentang Control Valve Seat leakage ..

Osa Novi

Saya ingin menanyakan ke rekan-rekan mengenai Control Valve Seat Leakage. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan mengenai implementasi ANSI/FCI 70-2-1991
tentang Control Valve Seat leakage :
1.Dalam bahasa praktisnya,sebenarnya apa sih yang disebut ‘Rated Valve Capacity’ ?
2.Maximum Leakage Allowable yang diijinkan dalam tiap leakage class disebutkan dalam unit sekian persen rated valve capacity.Apa maksudnya ? bagaimana
menghitungnya dengan benar?
Note : saya coba menghitungnya dengan menghitung terbalik. Berapa Cv valve yang dipakai, lalu saya kalikan dengan persentase kebocorannya (misal Class IV : 0.01% rated capacity). hasilnya saya pakai untuk menghitung flowrate dengan memasukkan nilai pressure test yg dipakai. tapi cara perhitungan saya itu selama ini selalu berbeda jauh dengan yang ditunjukkan oleh Test & Inspection Record atau perhitungan Vendor.
3. Apakah ada standard untuk menentukan berapa besar tekanan yang harus digunakan untuk menguji seat leakage sebuah control valve, misal untuk valve size
sekian inch, harus ditest pakai tekanan berapa.

Bahrin Saifudin

Saya coba bagi informasi ttg control valve seat leakage ini, kalau ada yg salah tolong dikoreksi oleh rekan2 yg lain :

1. Valve rated capacity (Q) adalah Kapasitas (Flow rate) maximum dari control valve (pada opening 100%) pada kondisi test yg disyaratkan.

2. Max allowable leakage dlm persen Q, maksudnya adalah :

– Class II = 0.5% of rated valve capacity, berarti 0.005 x Q (scfh)
– Class III = 0.1% of rated valve capacity, berarti 0.001 x Q (scfh)
– Class IV = 0.01% of rated valve capacity, berarti 0.0001 x Q (scfh)

Cara menghitung Q, ya dihitung dari rumus dasar untuk Gas sizing, karena media yg dipakai untuk test untuk Class II sp Class IV adalah harus ‘clean air’. Test pressure antara 45 – 60 psig atau max operating differential (dipakai mana yg lebih kecil)

Untuk Class V dan VI, kriterianya tdk memakai rated capacity.

3. Sesuai std ANSI / FCI, test pressure ditentukan berdasarkan leakage class yg diinginkan, tdk ada hubungannya dg berapa size valvenya.

Kalau ternyata Pak Osa punya data antara hitungan Bapak beda dg vendor, mungkin bisa kirim contohnya ke saya untuk coba bantu klarifikasi (via japri aja).

Priatna, Waluya

Untuk test dari pada valve ada 2 type test pertama body (shell test ) testdan yang kedua seat test ini menurut API 6D dan API 598.

Bahrin Saifudin

Memang benar Pak Waluya, hanya saja yg ditanyakan Pak Osa adalah Seat Leakage Test.

Umumnya Test terhadap Control Valves di factory dilakukan sbb :

1. Hydrostatic test (shell test), biasanya berupa assembled hydro test
2. Seat Leak Test
3. Operational / FunctionalTest

Dilakukan pula ‘Diaphragm and Piston Test’, min 5 psig diatas max supply pressure, untuk mengetahui adanya leakage di actuator casing, joint dan tubing connection.

Untul Control Valve Assembly yg menggunakan Smart Positioner (yg sekarang sudah semakin banyak digunakan, termasuk di Conoco Belanak Platform), dilakukan pula Valve Signature Test untuk memenuhi kriteria Dynamic Error Band, hysterisis, dead band, dead time dll (kriteria2 ini berhubungan dg dynamic performance dari suatu control valves). Hanya saja belum banyak customer yg mensyaratkan kriteria2 ini dalam General Specification untuk instrument, setahu saya di Indonesia baru yg lisensi UOP.

Osa Novi

Terima kasih pak atas informasinya. saya coba menghitung lagi dengan prosedur yang Bapak sampaikan dan ternyata hasilnya tepat dengan perhitungan vendor.
Jadi caranya :
1.Hitung Flow capacity max. dengan menggunakan :
a.Cv rated dari control valve yg dipilih
b.Formula perhitungan Valve sizing dengan media GAS
dengan syarat delta P > Ptest/2
2.Kalikan Flow capacity max tsb dengan konstanta yang disyaratkan oleh Leakage Classnya.

Cuma memang kayaknya ada inkonsistensi dari vendor, yaitu ia kadang2 tidak mengikuti pressure test sebesar 45-60 psig atau max. operating diff, tergantung mana yg lebih kecil. Kadang2 walau max.operating diff. Nya lebih kecil dari 45-60 psig, tapi ia tetap pakai pressure test 3.5 Kg ke atas. Mungkin untuk mempercepat operasi mereka waktu melakukan seat leakage test, kali ya ?!

Bahrin Saifudin

Ada beberapa kemungkinan yg menyebabkan ‘ketidak konsistenan’ tsb :
– Memudahkan dan mempercepat test prosedur di factory, ini masalah kepraktisan kerja saja karena yg ditest kan banyak. Kalau refer ke test prosedur mereka sih pasti sesuai ANSI/FCI.
– Memang data service kondisi (terutama max operating diff) tidak diinformasikan ke factory, shg mereka tdk punya datanya

Dengan ditest pada angka max diff pressure dari pilihan yg disyaratkan, kan berarti lebih aman. Contohnya kalau operating diff press nya cuman 30 psig, kemudian di test pada 3.4 kg, valve leakagenya mungkin malah lebih besar, tetapi tetap memenuhi persyaratan persen leakagenya.