Sebenarnya bidang proses merupakan suatu bidang yang diajarkan oleh suatu jurusan tertentu di perguruan tinggi, meskipun tidak spesifik menjurus ke bidang ilmu minyak dan gas. Disiplin tersebut dinamai ilmu teknik kimia.

‘Hendra, Asep’

Teruntuk Pak Swastioko Budhi Suryanto sebagai moderator migas_Indonesia dan Pak Cahyo Hardo Priyoasmoro sebagai moderator bidang proses, terus terang saya dan mungkin rekan-rekan yang lainnya yang tergabung di Milis ini masih belum banyak mengetahui tentang bidang proses.
Sebagai karyawan yang bergerak di bidang Migas, saya sangat tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai ilmu ini. Mungkin dari Pak Budhi dan Pak Cahyo serta rekan-rekan milis Migas Indonesia mempunyai referensi artikel mengenai bidang ini dan menyumbangkan artikelnya ke milis ini.

Untuk yang kedua, saya ingin mengetahui bidang commissioning termasuk ada satu pertanyaan di benak saya, mengapa kok yang bekerja di commissioning kebanyakan atau bahkan semuanya karyawan dari luar Indonesia ??? Apa orangIndonesia tidak ada yang sanggup menguasai ilmu ini? Mohon pencerahannya.

Cahyo Hardo

sebenarnya bidang proses merupakan suatu bidang yang diajarkan oleh suatu jurusan tertentu di perguruan tinggi, meskipun tidak spesifik menjurus ke bidang ilmu minyak dan gas. Disiplin tersebut dinamai ilmu teknik kimia.

Enaknya di bidang migas (terutama yang hulu), dari sisi ilmu teknik kimia, operasinya terbilang sederhana ketimbang bidang operasi hilir atau industri kimia/petrokimia yang relatif ‘ketat’.

Jadi kalau mau mempelajari bidang proses dan bapak berasal dari teknik kimia, relatif lebih mudah. Tetapi, bukan berarti selain disiplin ini tidak bisa. Kenapa? karena pekerjaan di bidang proses sebenarnya adalah tidak jauh dari bidang dasar sbb:
termodinamika, aliran fluida, perpindahan panas, dan perpindahan massa serta…neraca massa dan energi.

Dua hal terakhir mungkin agak ekslusif bagi rekan yang di luar bidang teknik kimia, tetapi, saking sederhananya industri migas hulu, rasa2nya ilmu2 yang diajarkan di kuliah dulu beserta persamaan2 yang buat pusing kepala, di lapangan bisa disederhanakan. Karena apa? Mungkin salah satunya adalah karena tidak adanya reaksi kimia, serta jikapun ada fenomena perpindahan massa, paling tidak jauh dari kolom kontaktor glycol atau instrument air dryer. Khusus untuk neraca massa dan energi, menurut saya ilmu ini adalah syarat mutlak bagi yang pengen simulasi proses, via hysys misalnya.

Bagaimana bisa menjadi orang yang ngerti proses tetapi bukan dari disiplin teknik kimia. Tentunya belajar ilmunya adalah hal yang utama. Khusus untuk industri perminyakan , saya memberi masukan kepada bapak untuk belajar kembali, paling tidak termodinamika, perpindahan panas, serta mekanika fluida. Selanjutnya bapak bisa baca buku2 “sakti” berikut:

1. Surface Production Operation jilid 1 dan 2 karangan Maurice Steward PhD. Isi buku ini cukup bagus untuk kalangan praktisi dari luar bidang teknik kimia. Dr Maurice adalah professor teknik perminyakan dan pakar di industri migas hulu.

2. 3 buku trilogi dari Norman P Lieberman MChE:
Working guide of process equipment, process design for reliable operation, serta troubleshooting process operation.

3. Buku operasi migas yang excellent tetapi memerlukan sedkit pengetahuan teknik kimia yang lebih dalam adalah : Gas conditioning & processing karya John Campbell. Jika bisa ikut kursusnya, itu adalah bekal yang amat bagus karena para pengajarnya kebanyakan para profesor atau doktor yang hands-on di lapangan?

4. Untuk dunia design, Pak Hendra bisa nyontek
karangan Ludwig, judulnya kalau tidak salah Petrochemical equipment design.

5. Atau kalau cuma sekedar pengen tahu, bisa baca GPSA handbook. Isinya tentang A-Z dunia minyak dan gas bagian hulu, tetapi tidak terlalu mendalam.

Segitu dulu cerita ngelantur saya Pak Hendra ttg proses.

Artikel proses?

Pak Hendra, saya kira banyak sekali majalah2 menyajikannya, tapi yang menyajikan untuk kalangan orang yang awam proses, kalau saya amati memang belon ada. Mungkin bisa jadi subyek menarik untuk dijadikan buku nih mmh..mh…Tapi Pak Hendra bisa menanyakan ini juga ke Pak Sulaeman, boss-nya booklet migas indonesia. Mungkin di sana ada juga artikel ttg proses. Di migas indonesia on-line, juga ada beberapa artikel ttg proses, tapi isinya memang berusaha disederhanakan tapi belum mengakomodir orang awam yang ingin belajar lebih di bidang process engineering.
Dalam hal ini, saya minta maaf. Oh yach Pak Hendra, terus terang saya lagi siap2 nulis tentang system refrijerasi berbasis freon R134A, plus kontrolnya, plus operasinya, plus pusingnya kalau shutdown, plus cacat bawaannya, dll. Mudah2an cepat selesai.

Komissioning dari luar Indonesia? Saya piker tergantung yach, apa model alatnya. Seingat saya dulu di Vico, rasanya dari kompressor sampe plant sekalipun, itu dipimpin oleh orang Indonesia. Orang bule cuma sebagai wakil vendor alat, yang akan
ditanyai jika ada sesuatu yang menyimpang. Cuma itu saja. Tapi mungkin maksud Pak Hendra lebih dari itu?.

Rekan2 yang lain ada yang bisa membantu?
Ada artikel proses yang menarik?
Pengalaman pribadi?
Dunia process design?
I saw a lot of process engineers involved in this organization! ……Please..please share with us.

Swastioko Budhi Suryanto

Kalau moderator bidang keahlian proses sudah turun tangan untuk menjawab pertanyaan, susah bagi saya untuk menambahkannya, karena sudah diborong habis semuanya. OK, saya menjawabnya dari sisi lain aja. Kalau anda rajin surfing di internet maka begitu banyak informasi yang bisa anda peroleh. Hanya sayangnya, mayoritas informasi tersebut datang dari luar Indonesia. Saya pikir hal tersebut merupakan hal yang wajar karena mereka mempunyai tradisi yang kuat dalam hal berbagi informasi seperti publikasi karya ilmiah, standarisasi, dsb.

Untuk menggerakkan Bangsa Indonesia agar mempunyai tradisi seperti mereka, tidak semudah membalikkan tangan. Untuk itulah Migas Indonesia didirikan sebagai tempat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Mas Cahyo sangat rajin dalam sharing informasi di bidang keahlian yang sangat dia kuasai betul yaitu proses. Dengan menggunakan kekuatan jaringan Milis Migas Indonesia, informasi tersebut dapat dinikmati oleh sekitar 1560 orang. Pada saat itu secara tidak langsung, wawasan ilmu pengetahuan kita naik satu tingkat ke level yang lebih tinggi. Apabila kebiasaan berbagi informasi ini dapat dilakukan oleh setiap anggota Milis Migas Indonesia, tidak lama lagi
para bule-bule yang banyak berkeliaran di sekitar kita dapat kita pulangkan.

Publikasi bagi bukan anggota Milis Migas Indonesia dilakukan dengan menggunakan jaringan Migas Indonesia Online (www.migas-indonesia.com). Dengan hit rate rata-rata 265 per hari, kita harapkan hasil diskusi di Milis Migas Indonesia juga dapat dibaca oleh kalangan umum sehingga masyarakat industri di Indonesia dapat melepaskan diri dari ketergantungan terhadap SDM dari luar Indonesia. Memang tidak mudah untuk mencapai kondisi ideal tersebut diatas. Tapi kalau tidak dimulai dari sekarang, seterusnya kita akan selalu bergantung pada luar negeri. Maka dari itu, rajin-rajinlah
memposting suatu artikel ilmiah kedalam Milis Migas Indonesia, mengikuti jejak yang telah dirintis oleh beberapa anggota aktif Milis Migas Indonesia seperti Mas Cahyo, Pak Waskita, Pak Sthepanus Sulaeman, dsb.

Sedangkan untuk pekerjaan commissioning sendiri, pendapat Mas Hendra tidak sepenuhnya benar. Sudah banyak tenaga ahli kita yang mumpuni dalam melakukan pekerjaan tersebut. Mungkin kondisi di McDermott Batam adalah demikian, tapi tolong diingat bahwa hal tersebut dilakukan berdasarkan schedule project yang berbasiskan kontrak. Susah kita mengontrak engineer-engineer Indonesia untuk pekerjaan 6 bulan sampai 12 bulan.
Makanya, tidak aneh bila para pekerja Philipina yang mengisi posisi tersebut.

FYI Mas Hendra, saya adalah salah seorang engineer yang diminta McDermott Batam untuk melakukan commissioning proyek Conoco Belanak. Hanya karena schedule project yang mengharuskan melakukan pekerjaan tersebut kontinu selama 6 bulan, saya mengajukan keberatan ke management karena masalah keluarga. Mohon maaf Pak Waluya kalau saya tidak jadi di-batam-kan. Sorry lho, bukan karena saya menjabat sebagai Ketua Pameran Peralatan Migas pada bulan Juni 2003.

Sorry kalau jawaban diatas masih belum menjawab pertanyaan anda yang sebenarnya. Saya hanya sekedar memberikan motivasi saja bahwa bila kita aktif menggunakan Milis Migas Indonesia sebagai milis profesi di semua bidang keahlian, sebagai tempat berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman, maka pertanyaan dari Mas Hendra dapat kita minimalkan.