Apakah memang ada Rupture Disc yang memang dipasang sebagai pembatas antara dua sources?

lucky

Sewaktu saya mengikuti Weekly Safety Talk minggu lalu, saya mendapat suatu topik yang agak unik. Cerita lengkapnya saya lampirkan. Dari pada panjang lebar, mohon bantuannya untuk memberikan pencerahan…atas pertanyaan saya ini. Apakah memang ada Rupture Disc yang memang dipasang sebagai pembatas antara dua sources ?. Sepertinya saya kurang
pengalaman nih karena baru kali ini mendengar rupture disc dengan arrangement seperti itu (Terlampir, halaman 3)

Swastioko, Budhi

Wah pak Lucky, plant nya nggak di HAZOP dulu tuh. Kalau sudah di HAZOP, pasti yang diperbolehkan adalah yang dotted line (proposed line) tersebut.
Karena seperti yang kita ketahui bersama, kualitas instrument air harus 99.9% kering dan oil free. Jadi kalau baru keluaran dari pre-filter sih, nggak boleh langsung masuk ke instrument air header. Akibatnya, yah itu tadi terjadinya process upset akibat kegagalan peralatan instrumentasi.

Rupture Disc sebenarnya hampir sama dengan PSV. Perbedaan yang utama, sekali
over pressure, harus diganti dengan yang baru. Kalau PSV kan bisa menutup dan membuka berulang kali. Makanya di Rupture Disc tersebut dipasang PSD alarm untuk mengingatkan para operator bahwa Rupture Disc telah membuka.

Tapi umumnya, Rupture Disc dipasang dibawah PSV untuk menghindarkan PSV dari
fluida proses yang korosif. Pemasangan seperti yang anda tunjukkan pada gambar jarang dilakukan, meskipun diperbolehkan secara teknis. Kenapa sih tidak digantikan saja peran rupture Disc tersebut oleh sebuah Shutdown Valve yang akan bekerja otomatis bila K-501 shutdown.

Wahyudi
Menurut saya ini kok bukan incident tapi kesalahan operasi :
1. Sebenarnya rupture disc ini bekerja seperti yang diharapkan, yaitu mensuplai air instrument dari plant air yang dikarenakan supply dari K-501 fail.
2. Seharusnya kalo dari plant air (keluaran S-509)tidak boleh langsung ke SEC 200 dan LAO , kenapa valve no.4 dibuka ?

Seperti kata pak Budi, bukankah sebaiknya rupture disc ini diganti dengan on/off valve dengan input pressure switch low di air instrument header yang ke sec 200 dan LAO. Bukankah cost operationnya jadi lebih murah karena setahu saya, harga rupture disc mahal…

M Arif Ansori

Saya juga baru sekali ini tahu ada arrangement pemasangan Rupture Disc seperti yang digambarkan tersebut, sepenjang yang saya ketahui, fungsi rupture disc tersebut sebenarnya mirip dengan Safety valve tetapi bisanya untuk tekanan yang relatif rendah dan outletnya langsung ke Atmosfir. Saya nggak tahu persis filosofi designnya kenapa arrangemen untuk rupture disc yang bapak maksud seperti itu, tetapi kadang memang ada kalau di Safety/relief valve (secara umum) outletnya digabung satu dengan yang lain masuk ke header vent system atau drain system (alasan lingkungan), itupun menurut hemat saya kurang effektif dari segi operasi/maintenance karena terkadang kita kesulitan melacak Safety/Relief valve mana yang nge-pop.

Dari gambar yang ada, kemungkinan ada kelebihan supply plan air (sebelum masuk Air Dryer) yang bisa dimanfaatkan sebagi ‘Plant Air’, tetapi tentunya ini sudah diperhitungkan pada saat awal design system tersebut, tetapi biasanya jarang terjadi karena pada saat membuka valve ‘Instrumen Air’ ke ‘Plant Air’ (melalui by-pass Rupture disc) akan terjadi penurunan tekanan suply ke distrubusi Instrument Air (Control valve, dsb) dan ini sangat riskan terhadap kebutuhan instrument air itu sendiri ( akibat fatalnya control valve menutup/membuka akibat losses tekanan ).
Demikian sedikit informasi, mudah-mudahan ada yang menanggapi lebih lengkap lagi.

Hendrayana 6204041 Dadang
Sedikit tambahan tanggapan. Saya juga baru sekarang lihat pemasangan rupture disk seperti itu. Barangkali perancangnya berfikir sbb :
1)bermaksud menghemat (walaupun RD mahal, tapi lebih murah dari ON/OFF valve)
2)probabilitas kejadiannya (hilang tekanan) sangat kecil.
Tetapi dari segi kehandalan tentu ON/OFF valve lebih dapat diandalkan.
Yang ingin saya tanggapi adalah tentang PROPOSED LINE, yang harus diperhatikan di sini apakah Design Capacity Air Dryer S-501 mencukupi untuk supply baik ke R-502+LAO+SEC200 ? Kalau tidak cukup, sebaiknya jalur make-up dari valve 4 terus ke RD (atau diganti dengan ON/OFF valve) kemudian diconnect ke upstream Air dryer S505A/B,sehingga tetap mengalami proses drying yang cukup sebelum supply sebagai IA.

Cahyo Hardo
saya sudah membaca artikel ttg incident tsb. Terus terang saya agak ragu menganalisanya karena data yang tertampilkan di paper tsb tidak lengkap. Wajar saja, karena laporan tsb hanyalah ditujukan untuk kalangan terbatas.

Ketidaklengkapan laporan itu misalnya adalah tidak terteranya data K-502 dan first oxidizer (R-xyz?) di P&ID. Apakah K-502 itu adalah kompressor juga seperti K-501? Lalu, di mana tie-in point-nya?

Kedua, data parameter operasi, mis: tekanan sembur K-501/kapasitas dryer dari plant air dan untuk system K-501, serta data hilang tekan (pressure drop) across filter dan dryer.

Keduanya menyebabkan analisa bisa menjadi ke-mana2. Contoh saja, kalau tidak salah ada rekan yang menyarankan melakukan tie-in (proposal) dari valve 4 ke suction dryer di sistem K-501, tentunya dengan verifikasi lanjut terhadap kapasitas dryer di system ini. Dst, dsb.

Kalau melihat arrangment perpipaannya, sedemikian rupa sehingga mem-by-pass dryer sistem plant air, apakah karena hanya masalah limitasi kapasitas dari dryer tersebut, atau masalah pressure drop semata. Maksud saya adalah, dikhawatirkan jika lewat dryer maka pasokan air ke ke sistem SEC-200 (apa ini?) dan ke LAO (apa ini?)ketika K-501 atau portable air compressor gagal menjalankan tugasnya, jadi tidak memenuhi?

Ataukah karena, lagi berhubungan dengan kelakuan hidrolik dari udara, maka sebenarnya fungsi dari rupture disk tsb (RD) juga berfungsi sebagai restriction orifice (RO)? Apakah ada kemungkinan jika hanya dipasang SDV, maka ketika membuka maka pasokan udara dari plant air ke second oxidizer menjadi terganggu karena udara lebih memilih mengalir ke sistem sec200/LAO, sehingga dapat menyebabkan second oxidizer jadi shutdown? Pemasangan PCV yang reduce-port bisa menjadi alternatif, atau SDV yang dilengkapi RO.

Apakah pemikirannya adalah probabilitas kegagalan sistem pemasokan udara dari K-501 atau portable compressor sangat kecil sekali (seperti yang pernah diungkapkan oleh salah seorang rekan, sehingga untuk menghemat ongkos cukup dipasang RD saja? Tetapi jika ini benar, maka ketika sistem di K-501 atau portable air compressor hidup kembali dan RD hendak diganti, maka sistem isolasinya, per P&ID menyebabkan system SEC-200 tidak akan mendapatkan pasokan udara!(karena valve no. 2 pasti ditutup. Apa emang seperti ini filosofinya? Atau ada gambar valve yang memang tidak ditampilkan sbg isolator sistem sistem RD?

Sebenarnya, manakah yang lebih didahulukan, proses di second oxidizer atau pasokan udara instrumentasi ke LAO/Sec-200/K-502/first oxidiser?

Apakah pemasangan RD (berkaitan dengan fungsinya sebagai RO) juga ada hubungannya hubungannya dengan sistem kompresor K-502 (limitasi settle out pressure misalnya?)

Modifikasi yang ditampilkan, terus terang saya tidakbisa memberikan komentar, to be honest, karena ada beberapa pertanyaan di atas yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Saran saya sih, sebaiknya dilakukan process hazard analysis sebelum menentukan perubahan, bisa memakai hazop, atau jika dianggap banyak sekali yang familiar dengan sistem tersebut di atas, maka lebih ampuh jika menggunakan methode ‘what-if’atau kombinasi ‘what-if – checklist’ karena metode ini memang ditujukan bagi sistem yang dimana dibutuhkan pengetahuan operasi yang mendalam berdasarkan pengalaman lapangan sehari-hari.

tetapi, jika di tulisan di atas tidak benar dan designnya semata karena lalai dan hanya ingin menghemat ongkos, maaf sekali, saya harus mengatakan bahwa: it was a bad design. Tetapi jikapun ini betul, tetap saja bisa diambil lesson learn-nya karena
pengalaman adalah guru yang terbaik, sedangkan buku atau literatur hanyalah guru yang tidak bisa marah.

Better design comes from bad design, best design comes from better design, until perfect design.