Pada dasarnya yang namanya proses recruitment di organisasi perusahaan dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu : 1. Test Pengetahuan (bisa tertulis dan bisa juga interview serta bisa termasuk test psikotest dan psikologi); 2. Test Kompetensi Oil & Gas (biasanya berupa technical interview dengan users atau panel dengan HR juga); 3. Test Medical (fit for oil & gas working environment).

Tanya – Muh. Wahid Nawawi

Dear All….

Para HR, Consultant, Manpower Supply, User, Recruiter dan semua deh…..

Saya pribadi dan mungkin diantara rekan2 ingin mengetahui sekilas
mengenai proses seleksi perekrutan/penerimaan karyawan baru di
perusahaan oil n gas dan lainnya yng begitu banyak pelamarnya. Adapun
pertanyaan saya antara lain:

1. Bagaimana si recruiter jika mendapati pelamar dg pengalaman di
bawah dr pengalaman yang dibutuhkan. Misal di butuhkan pengalaman
Minimal 5 thn sementara banyak pelamar dibawah 5 thn dan banyak pula
pelamar diatas 5 thn.

2. Bagaimana dg pelamar dg begrnd pendidikan yg tidak sesuai dg
pekerjaan yg dilamar namun dr pengalamannya sesuai didukung dg skill
yg ada.

3. Jika memang ada pelamar dibawah experience yg dibutuhkan mengikuti
interview kadang si usermengatakan pengalaman anda belum sesuai meski
anda mampu.

Tidak dipungkiri memang kadang yg biasa2 aja bisa lolos seleksi di
banding yg dianggap mampu saya yakin ada faktor2 lainnya seperti yg
rekan2 sharing sebelumnya.
Thanks atas informasinya.

Tanggapan 1 – Pungki Purnadi

Dear Maz Wahid,

Pada dasarnya yang namanya proses recruitment di organisasi perusahaan dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu :

1. Test Pengetahuan (bisa tertulis dan bisa juga interview serta bisa termasuk test psikotest dan psikologi)

2. Test Kompetensi Oil & Gas (biasanya berupa technical interview dengan users atau panel dengan HR juga)

3. Test Medical (fit for oil & gas working environment)

Semua test tsb diatas akan mengacu kepada referensi tertentu yang biasa disebut sebagai job spesifikasi atau dikenal sebagai persyaratan jabatan. isi dari persyaratan jabatan biasanya meliputi hal-hal sbb :

1. Pendidikan Dasar Minimum (apakah SLTA, D3 atau S1)

2. Jumlah Tahun Pengalaman Kerja (biasanya pengalaman yang relevan di bidang yang dilamar)

3. Job Fit atau kecocokan si kandidat dengan lingkungan organisasi (seperti core competencies, values, budaya dsb.)

Sehingga bila ada pelamar yang misalnya masih dibawah jumlah tahun pengalaman yang ditentukan maka secara otomatis bisa saja si kandidat langsung gugur dalam proses seleksi tsb. Sedang

kan yang memiliki tahun pengalaman yang cukup ataupun melebih akan lanjut dari proses selesai tsb.

Sedangkan untuk pendidikan dasar bisa saja berbeda dengan pengalaman kerja nya. Beberapa organisasi perusahaan migas akan tetap memproses kandidat-kandidat yang memiliki background pendidikan berbeda akan tetapi memiliki pengalaman kerja di bidang yang dilamar. Hal ini proses interview nya akan lebih dalam biasanya.

Disatu sisi lain faktor luck memang memegang peranan dalam proses recruitment.
Demikian penjelasan singkatnya, bila ada yang kurang jelas silahkan mengirimkan e-mail kembali.

Tanggapan 2 – Muamar Khadafi

Pak Wahid,

saya mencoba menjawab pertanyaan Bapak as per my experience:

Jawaban Pertanyaan Pertama : Recruiter akan mereserve(menyimpan) para kandidat tersebut di HR Data Bank sambil melakukan proses seleksi bagi mereka yang memenuhi kualifikasi (meet qualification). Recruiter akan menandai karyawan tersebut dengan Below qualification, Meet qualifications, Over qualifications.

Jawaban Pertanyaan kedua : Ini dilematis bagi HR dan juga user. hal ini bisa diselesaikan dengan cara :

1. Mereview Job requirement yang sudah ada

2. Melakukan skill assesment kandidate tersebut untuk mengukur sejauh mana skill yang dia punya matched dengan skill yang yang dibutuhkan.

3. Melakukan test psikologi untuk mengukur sejauh mana kecocokan pribadi dia dengan job requirement yang ada.

Jawaban pertanyaa ketiga : mohon maaf saya menangkap pertanyaan no 3 adalah sebuah pernyataan bukan pertanyaan. jadi saya asumsikan anda bertanya apa yang harus dilakukan jika ada kandidat yang punya skill yang dibutuhkan namun pengalaman masih kurang?
jawabanya : tetap optimis untuk memenuhi pengalaman yang dibutuhkan dalam job requirement yang anda lamar. walaupun anda mampu namun tetap jam terbang (pengalaman) akan lebih membuat skill anda semakin terasah dan terampil.

Terakhir, luck memang punya peran dalam setiap proses kehidupan (tidak hanya proses rekrutmen saja..) seperti kata guru saya bahwa orang pintar akan dikalahkan oleh orang beruntung….

Tanggapan 3 – Muh. Wahid Nawawi

Saya pribadi dan mungkin diantara rekan2 ingin mengetahui sekilas
mengenai proses seleksi perekrutan/penerimaan karyawan baru di
perusahaan oil n gas dan lainnya yng begitu banyak pelamarnya. Adapun
pertanyaan saya antara lain:

1. Bagaimana si recruiter jika mendapati pelamar dg pengalaman di
bawah dr pengalaman yang dibutuhkan. Misal di butuhkan pengalaman
Minimal 5 thn sementara banyak pelamar dibawah 5 thn dan banyak pula
pelamar diatas 5 thn.

Kalau yg dibutuhkan minimal 5 tahun, maka yg pihak HR melakukan sortir dengan hanya ‘mengambil’ atau ‘mengirimkan’ ke USER, lamaran dari orang yg berpengalaman 5tahun keatas.

2. Bagaimana dg pelamar dg begrnd pendidikan yg tidak sesuai dg
pekerjaan yg dilamar namun dr pengalamannya sesuai didukung dg skill
yg ada.

Kalau barus saja lulus, dan pendidikan berbeda dgn yg diharapkan, besar kemungkinan tidak akan dipanggil atau mengalami wawancara. Jika sudah berpengalaman pada bidang yg diharapkan, paling tidak 3 atau 5 tahun, maka besar kemungkinan untuk dipanggil untuk diwawancara. Biasanya pangalman seseorang yg sudah berada 3 atau 5 tahun, lebih diperhatikan dibanding latar belakang pendidikan yg berbeda.

3. Jika memang ada pelamar dibawah experience yg dibutuhkan mengikuti
interview kadang si usermengatakan pengalaman anda belum sesuai meski
anda mampu.

Ini bukan suatu pertanyaan, namun statement. Jika ada seseorang yg dipanggil untuk diwawancara, maka seyogyanya orang tersebut ‘menjual diri’ dengan memberikan keterangan dan jawaban uk membuat USER dan HR yakin bahwa dia memang layak untuk di pekerjakan diperusahaan mereka. Sekalipun seseorang memiliki pengalaman yg mumpuni, jika saat diwawancara tidak mampu memberikan keterangan jawaban yg meyakinkan buar USER & HR, maka respond yang sopan dari Perusahaan adalah ‘pengalaman anda belum sesuai dengan yg kami butuhkan’ atau ‘tunggu panggilan kami’.