Untuk standar salary posisi jabatan Certified Inspector biasanya bervariasi tergantung kepada scope pekerjaan beserta dimensi yang dihandle.
Apakah bisa dikategorikan junior inpector atau senior inspector dsb, dan akan sangat tergantung kepada organisasi perusahaan masing-masing. Secara logika memang kelompok jabatan yang money maker harusnya dibayar lebih mahal dibanding kelompok jabatan support.
Disatu sisi lain setiap organisasi perusahaan memiliki remuneration strategy guideline yang juga berbeda-beda tergantung kepada visi misi values dan objectives masing-masing organisasi perusahaan. Karena bisa terjadi jabatan junior inspector di perusahaan besar sama dengan senior inspector di perusahaan kecil. Belum lagi formula sistim penggajian, dimana ada yang menghargai setiap tahun pengalaman dengan nilai tertentu seperti 1; 2 atau 3 juta rupiah per tahun sehingga gaji per bulan nya bisa diprediksi sesuai dengan jumlah tahun pengalaman yang dipersyaratkan oleh posisi jabatan tsb.

Tanya – sigit_widiyantoro

Rekan2 sekalian,..

Mohon pencerahan masalah standard salary utk inspector yg certified dan
berpengalaman dibidangnya sebenarnya brapa sich.?? krna saya menemui gaji
inspector msh di bawah seorang admin disini,.pdhl kita tahu core bisnis
persahaan kami di bidang inspeksi teknik,.dan kami inspector adlh ujung tombak
dari perusahaan trsebut. Mohon masukan dan pencerahannya. Mohon maaf jika ada
kata yg kurang berkenan.

Tanggapan 1 – Pungki Purnadi

Dear rekan Sigit,

Untuk standar salary posisi jabatan Certified Inspector biasanya bervariasi tergantung kepada scope pekerjaan beserta dimensi yang dihandle.
Apakah bisa dikategorikan junior inpector atau senior inspector dsb, dan akan sangat tergantung kepada organisasi perusahaan masing-masing.

Secara logika memang kelompok jabatan yang money maker harusnya dibayar lebih mahal dibanding kelompok jabatan support.
Disatu sisi lain setiap organisasi perusahaan memiliki remuneration strategy guideline yang juga berbeda-beda tergantung kepada visi misi values dan objectives masing-masing organisasi perusahaan. Karena bisa terjadi jabatan junior inspector di perusahaan besar sama dengan senior inspector di perusahaan kecil. Belum lagi formula sistim penggajian, dimana ada yang menghargai setiap tahun pengalaman dengan nilai tertentu seperti 1; 2 atau 3 juta rupiah per tahun sehingga gaji per bulan nya bisa diprediksi sesuai dengan jumalh tahun pengalaman yang dipersyaratkan oleh posisi jabatan tsb.

Btw, ada baiknya melihat di salary survey report aza….sehingga tidak subjective…

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Pak Pungki, logika siapa yang dipakai bahwa gaji kelompok money maker gajinya lebih besar dari jabatan support ?

Waktu di Indonesia…..kayaknya agak benar, tetapi dari pengalaman overseas saya yg hanya bbrp tahun, kayaknya logika itu kurang benar (hampir salah). Ada yg gaji Commercial Group relative lebih tinggi dari yang lainnya. Ada gaji Accounting dan Finance relative lebih tinggi. Ada yang gaji kelompok Contract Department lebih tinggi. Semuanya dibandingkan dengan para Engineers yang usahanya adalah Design/Engineering dan PMC. Hanya 1-3 Engineers yang gajinya sangat tinggi melebihi yang lainnya bahkan Sr. Management, tetapi hanya short term basis, karena hanya specialist bidang tertentu.

(Mechanical/Welding Inspector di Qatar range nya rata-rata sekitar (USD 4.000 – 6.500) diluar benefit lain.

Tanggapan 3 – Pungki Purnadi

Dear Pak Dirman,

Mohon maaf baru sempat reply.

Apa yang anda katakan benar, kalau di overseas memang tidak terlalu banyak berbeda antara kelompok money maker dan non money maker.

Tapi akan sangat beda bagi seorang expat dari head office ditugaskan di Indonesia (di KKKS) dan menduduki posisi non money maker dibanding dengan expat lainnya dari head office yang sama dan menduduki posisi money maker.

Disatu sisi lain, di Indonesia hampir semua KKKS menggunakan metoda evaluasi jabatan dengan Hay method yang membandingkan 3 aspek atau parameter, yaitu Know How, Problem Solving dan Accountability.

Secara know how mungkin akan sama, sebagai contoh antara posisi sr. engineer dan sr. acountant pasti background education nya harus S1 akan tetapi secara pengalaman kerja akan berbeda, karena seorang senior engineer butuh misalnya minimal 8 tahun pengalaman sementara seorang senior accountant hanya butuh 5 tahun pengalaman kerja.

Demikian juga dengan problem solving yang jelas untuk sr engineer bisa memiliki tingkat problem solving yang lebih tinggi dibandingkan dengan sr accountant.

Apalagi di accountability atau output kerja nya, pastinya akan lebih dekat kepada money maker bagi posisi sr engineer dibandingkan dengan posisi sr accountant.

Atas dasar tsb lah maka kebanyakan posisi money maker memiliki bobot jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi non money maker sehingga akhirnya bisa terjadi gajinya akan berbeda.

Kalau soal ada ‘orang’ yang duduk di posisi non money maker memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan ‘orang’ yang duduk di posisi money maker pada level jabatan yang sama maka boleh dikatakan itu merupakan hasil negosiasi yang bagus dario ‘orang’.

Demikian sedikit ilustrasi mengapa ada perbedaan.

Tanggapan 4 – yudi putera

Pak Pungki

Secara umum di KKS posisi apa saja yang dikelompokan sebagai money maker dan
yang bukan money maker?

Tanggapan 5 – Muamar Khadafi

Rekan Sigit,

sangat variatif tergantung dari jenis perusahaannya, pengalamannya, sertifikat keahlian yang dimiliki, job scopenya dan daerahnya (maksudnya kalau didaerah anda supply manpower inspektor banyak, sedangkan demand inspektor sedikit, maka gaji inspektor dimungkinkan bisa turun (lag the market).
kalau anda di perusahaan Inspeksi teknik, maka range gaji anda mungkin dikonversikan sama dengan sales & service engineer yang berkisar antara 6000 K – 9000 K.

Tanggapan 6 – Dani Yon Darwis

Pak Pungki,

Saya tertarik dengan penjelasan anda mengenai Money Maker dan Non Money
Maker…..bagaimana dengan posisi seseorang dibagian proses Tender atau
Contract, termasuk kelompok mana mereka….disatu sisi saya melihat mereka
itu adalah Non money maker dimana ikut tender jarang menang bahkan kalah
melulu, tapi disisi lain saya juga melihat mereka itu Money Maker contoh
ketika menang tender, bisa mendatangkan revenue yg begitu besar atau
contoh lain bisa juga ‘kemampuan’ mengelola change order dari client.

Bila dihubungkan dengan Salary, pada kelompok mana oil and gas company
melihatnya?

Tanggapan 7 – Indra Prasetyo

Mas Dani,

mungkin yg Mas Dani maksud dengan posisi seseorang di bagian proses tender dan/atau kontrak disini adalah posisi spt proposal engineer atau project engineer, bukan posisi buyer/procurement atau contract admin. Jadi kalau dihubungkan dengan penjelasannya Pak Pungki dibawah, menurut saya cukup jelas dimana posisi orang tsb.
Kalau masalah menang atau kalah tender menurut saya itu masalah lain, karena proses tender itu rumit, dan tidak hanya melibatkan proposal atau project engineer saja tp juga sales/account manager bahkan direktur/predir pun kadang bisa atau harus turun tangan sendiri. Jadi semua orang yg terlibat didalamnya menurut saya adalah tim money maker.

Tanggapan 8 – Pungki Purnadi

Dear Rekan Dani,

Apa yang dikatakan Maz Indra memang benar. Pembagian kelompok Money Maker dan Non Money Maker akan sangat tergantung kepada jenis industri serta business process nya.

Kalau di KKKS, maka group Exploration – Drilling – Reservoir – Production – Maintenance akan menjadi major money maker. Di EPCI company maka group Engineering – Procurement – Construction – Installation akan menjadi major money maker juga.

Selain major money maker maka akan ada sub major money maker yang secara busines process bisa menjadi support ataupun tetap stay di money maker group. Hal ini akan sangat tergantung kepada design organization model nya.

Jadi bila anda berada di group proposal – business development – tender contract dsb…maka bisa saja dikatakan sebagai bagian dari money maker kalau itu berada dalam EPCI, akan tetapi di KKKS akan masuk kelompok support.

Mudah-mudahan cukup jelas.

Tanggapan 9 – jakindosidoarjo

Di dalam organisasi bisnis umumnya ada operation dan ada supporting, yg keduanya
bekerja sama utk satu tujuan mendapatkan target revenue dan profit. Ada juga yg
menyebut struktural dan fungsional (yg bekerja langsung ke pekerjaan atau
project). Ada juga yg menyebut management dan tehnis (operation).