Konsep memilih lumpur sebenarnya adalah memilih berat lumpur tersebut (Sg).
Biasanya dipilih lebih berat sedikit dari tekanan formasi sumur. Bila lebih
ringan akan terjadi kick (oil atau gas masuk ke lumpur). Bila terlalu berat,
mud pump akan bekerja berat dan lumpur bisa masuk dan menyumbat formasi atau
juga bisa terjadi hilang lumpur (losses). Istilah umumnya: underbalance
drilling.

Tanya – annita tyas rachmawati

dear rekans yg terhormat

Saya pengen tau dimana saya bisa mendapatkan referensi ttg lumpur bor
baik berupa buku or situs lewat japri aja.
saya juga pengen tanya apa ada referensi khusus untuk formulasi lumpur bor
beserta prosedur saat formulasi? apakah ada prosedur standart untuk indonesia
(sesuai SNI or LEMIGAS)?
mungkin rekan’ ada yang bisa membantu,
saya ucapkan banyak’ terima kasih sebelumnya atas perhatian,bantuan dan
kerjasamanya.

Tanggapan 1 – roni tang

Ibu Nita,

1. Untuk referensi tentang lumpur mungkin bisa search
diweb atau handbook masing masing service company
2. Referensi khusus setahu saya untuk lumpur
ditentukan oleh mud engineer atau company man yang
sedang incharge di suatu rig setelah tahu kondisi
lubang yang di bor.

Hanya ini yang saya tahu mungkin ada bapak2 yang bisa
membantu atau menambahkan…terima kasih
CMIIW…. Please correct…

Tanggapan 2 – Nataniel Mangiwa

Pak Roni,

memangnya Mud Eng atau Co-man bisa tahu referensi tentang lumpur yang
dipake pada suatu pemboran, tahu darimana? dan berdasarkan informasi
apa?

Tanggapan 3 – Teguh Santoso

Ibu Nita,

Konsep memilih lumpur sebenarnya adalah memilih berat lumpur tersebut (Sg).
Biasanya dipilih lebih berat sedikit dari tekanan formasi sumur. Bila lebih
ringan akan terjadi kick (oil atau gas masuk ke lumpur). Bila terlalu berat,
mud pump akan bekerja berat dan lumpur bisa masuk dan menyumbat formasi atau
juga bisa terjadi hilang lumpur (losses). Istilah umumnya: underbalance
drilling..
Mudah2 membantu…

Tanggapan 4 – Doddy Samperuru

Bu Nita,

bisa coba google atau yahoo search using the magic word of ‘drilling fluid’ ?
Bisa juga situs berikut:

http://www.seed.slb.com/en/scictr/watch/mud/

http://www.slb.com/media/services/resources/oilfieldreview/ors94/0494/p33_43.pdf

http://www.miswaco.com/

Melihat fungsi utama driling fluid (mengontrol sub-surface pressure,
transport cutting, support & stabilize the wellbore), maka hal inilah yg
menjadi acuan utama seorang Drilling Engineer (dari oil company) & seorang
Mud Engineer (dari mud service company) dalam menentukan properti dari
drilling fluid yang akan digunakan. Umumnya di Drilling Dept. suatu oil
company atau juga mud service company sudah ada panduan (guidelines)
tertentu yang mencakup mud properties, chemical additives di dalamnya,
formulasinya, mixing procedurenya, dsb. Pernah mendengar yg namanya
‘Drilling Fluids Handbook’ ? Dokumen ini biasanya dikeluarkan oleh mud
service company & biasanya banyak tersedia di drilling department offices.
Fungsi lainnya lumpur pemboran adalah support tubular weight, cool &
lubricate the bit & drill strings, transmit hydraulic horsepower to the
bit, provide medium for wireline logging, assist in gathering subsurface
geological data & formation evaluation (maaf, semuanya dalam Bahasa Inggris).