Amplifier maksudnya PENGUAT/GAIN, atau sesuatu system yang dapat merubah masukan (Input) menjadi keluaran (Output) yang lebih besar, tanpa mengubah satuan variable yang terkait. ‘Operational Amplifiers’ atau sering disingkat sebagai ‘Op-Amp’ adalah istilah yang digunakan di dunia elektronik sebagai paket ‘Pengeras’ yang terdiri dari beberapa komponen pengeras dan dikemas dalam satu Integrated Circuit(IC). Sebuah Op-Amp IC bisa berisi satu atau beberapa Op-Amp.

Tanya – dkar sv

Maaf bapak sekalian,

Saya mau menanyakan perbedaan antara
operation-amplifiers dan instrumentation-amplifiers.
dan kira-kira aplikasinya di industri gimana ?

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

‘Amplifier’, dalam bahasa kita bisa berarti ‘Pengeras’ – menaikkan amplituda
tegangan signal, atau ‘Penguat’ – menaikkan amplituda daya.

‘Operational Amplifiers’ atau sering disingkat sebagai ‘Op-Amp’ adalah
istilah yang digunakan di dunia elektronik sebagai paket ‘Pengeras’ yang
terdiri dari beberapa komponen pengeras dan dikemas dalam satu Integrated
Circuit (IC). Sebuah Op-Amp IC bisa berisi satu atau beberapa Op-Amp.

Saya kurang jelas dengan istilah ‘instrumentation-amplifiers’, tetapi saya
banyangkan adalah pengeras elektronik analog yang dipergunakan dalam
instrumentasi. Yang u

mum digunakan adalah istilah ‘Repeater’, seperti 4~20mA
Repeater.

Tanggapan 2 – Suryanta

/INSTRUMENT AMPLIFIER/

Yang saya tau istilah amplifier maksudnya PENGUAT / GAIN, atau suatu
system yang
dapat merubah masukan (Input) menjadi keluaran (Output) yang lebih
besar, tanpa
mengubah satuan variabel yang terkait.

Selanjutnya untuk Instrument amplifier, sepengetahuan saya ada 2, yaitu :

1. Amplifier Arus listrik (ampere), yaitu seperti umumnya elektronik
misalnya untuk menaikkan
signal yang lemah, atau masih banyak contoh yang lain.
(dapat di baca di buku OP-Amp untuk elektronika)

2. Amplifier pneumatik, dalam hal ini prinsipnya sama dengan no.1, tapi
digunakan untuk pneumatik
(Angin), biasa digunakan pada P/P : pneumatik to pneumatik pada
control valve, pada relay-relay
pneumatic dan lain lain.

Untuk tambahan informasi silahkan Amplifier untuk instrument
silahkan baca buku. (Automatic
Process Control Donald P. Eckman, Peumatic (yag terakhir ada di
Gramedia)

Demikian, mudah-mudahan dapat membantu.
Terimaksih.

Tanggapan 3 – Kusuma

Pak dkar,

Op-Amp (operational amplifier) dan Instrumentation Amplifier sebenarnya
mirip (masih saudara), namun berbeda dalam hal kemampuan dan penggunaannya.

Op-amp merupakan IC penguat biasa, yang bisa didesain untuk penguat
(amplifier), penjumlah, pengali, filter, dsb. Contoh yang paling sederhana
adalah op-amp 741. Jenis ini mempunyai karakteristik sbb :

– impedansi input terbatas

– voltage drift besar

– offset voltage cukup besar, sehingga perlu di-nol-kan

Sedangkan Instrumentation Amplifier sebenarnya IC op-amp juga namun didesain
untuk penguat sinyal yang sangat lemah dan kondisi noise besar. IC
Instrumentation Amplifier mempunyai karakteristik yang lebih bagus, yaitu :

– impedansi input sangat besar

– voltage drift sangat kecil

– tegangan offset sangat kecil

– mempunyai kemampuan mereduksi noise (Common Mode Rejection)

Penggunaan Instrumentation Amplifier diantaranya adalah : pressure
transducer, thermocouple, strain measurement, bridge transducer.
Contoh Instrumentation Amplifier adalah AD8230 buatan Analog Devices atau
INA121 dari Blurr-Brown.

Untuk lebih memahami Instrumentation Amplifier, bisa anda kunjungi web
analog device atau yg lain.

Ada juga yang menyebut istilah instrumentation amplifier adalah amplifier
(penguat yang sudah jadi) dan ditujukan untuk general purpose.