Hal terpenting dari aplikasi Gas Corrosion Inhibitor adalah chemical masalah transportasinya, artinya memastikan Gas Corr Inh yang diinjeksikan dapat terbawa oleh fluidanya sehingga dapat melapisi pipa yang hendak dilindungi, untuk itu patut diperhatikan hal2 sbb : 1. Kelarutan Gas Corr Inh, chemicalsnya harus dapat tersolvasi atau minimal terdispersi dalam fluidanya, kalau fluidanya adalah wet gas maka chemicalsnya mesti bersifat kearah waterbas tapi semakin bersifat dry gas maka harus semakin bersifat oil base; 2. Flow rate fluida, kalau flow ratenya tinggi diatas 5 ft/sec maka chemicalnya harus bersifat melekat kuat pada pipa, tidak mudah terlepas akibat aliran fluida.

Tanya – tanta.nugraha

Rekan2 semua,

Client kami meminta kami untuk menyediakan corossion inhibitor yang akan di inject ke gas pipelines untuk mencapai initial film dan continuous dosage rate injection. ini untuk keperluan pipeline commissioning (gas-up) kebetulan saya berkecimpung di pipeline pre-commissioning, jadi tidak terlalu paham dengan corrosion inhibitor injection pada waktu commissioning.

Mohon masukannya, kira2 faktor2 apa saja yang mempengaruhi pemilihan corrosion inhibitor pada waktu commissioning?

Terima kasih banyak sebelumnya,

Tanggapan 1 – farih mitraningsih

Dear Pak Aan,

Performance corrosion inhibitor dipengaruhi oleh temperatur. Semakin tinggi temperatur gas, maka diperlukan corrosion inhibitor dengan criteria tertentu (dibuktikan dengan hasil laboratory & field test).

Normally, efisiensi proteksi corrosion inhibitor yang disyaratkan pada saat lab & field test minimum sebesar 90% (dibandingkan dengan corrosivity effluent tanpa proteksi inhibitor).

Sementara injection rate yang diperlukan bergantung pada Gas dan Water rate.
Semoga cukup membantu.

Tanggapan 2 – bony budiman

Pak Aan,

Hal terpenting dari aplikasi Gas Corrosion Inhibitor adalah chemical masalah transportasinya, artinya memastikan Gas Corr Inh yang diinjeksikan dapat terbawa
oleh fluidanya sehingga dapat melapisi pipa yang hendak dilindungi, untuk itu patut diperhatikan hal2 sbb :

1. Kelarutan Gas Corr Inh, chemicalsnya harus dapat tersolvasi atau minimal terdispersi dalam fluidanya, kalau fluidanya adalah wet gas maka chemicalsnya mesti bersifat kearah waterbas tapi semakin bersifat dry gas maka harus semakin bersifat oil base.

2. Flow rate fluida, kalau flow ratenya tinggi diatas 5 ft/sec maka chemicalnya harus bersifat melekat kuat pada pipa, tidak mudah terlepas akibat aliran fluida.

Perlu juga diperhatikan apakah ada kemungkinan water stagnant ? apakah ada mechanical treatment juga seperti regular pigging ?

Hal lain yang patut dipertimbangkan adalah tendency foaming dan gungking. Corrosion Inhibitor umumnya mengandung surfactant agar dapat menempel pada pipa,
surfactant dapat menimbulkan foaming yg menyebabkan masalah pada downstream / gas plantnya, sedangkan gungking dapat terjadi bila Corr Inh tersebut tidak tahan temperatur operasi sehingga membentuk gel yang malah menyumbat pipa transportasi gas atau pada Gas Plant Facilities.