Elektrik aktuator umumnya digunakan untuk menghasilkan gerakan putar sedang pneumatic (dan hidrolik) aktuator umumnya digunakan untuk menghasilkan gerakan lurus. Bila kita ingin menghasilkan gerakan lurus padahal kita menggunakan elektrik aktuator maka kita memerlukan rack & pinion atau worm gear. Akibatnya banyak daya yang hilang. Saat ini telah tersedia linier elektrik motor yang langsung menghasilkan gerakan lurus tetapi harganya ‘mahal’. Pneumatik aktuator juga dapat digunakan untuk menghasilkan gerakan putar (contoh bor dokter gigi, screw driver pneumatik, motor hoist u crane dsb), namun aplikasinya tidak sebanyak untuk gerakan putar.

Actuator – electric vs pneumatic was : Implementasi RBI

Tanya – Zikri, Rafif

Dear milist Migas

Apa sih keunggulan Electric Actuator dengan Pneumatic Actuator ?
Terima kasih.

Tanggapan 1 – Zainal Abidin

Pak Zikri Yth,

Elektrik aktuator umumnya digunakan untuk menghasilkan gerakan putar sedang pneumatic (dan hidrolik) aktuator umumnya digunakan u menghasilkan gerakan lurus. Bila kita ingin menghasilkan gerakan lurus padahal kita menggunakan elektrik aktuator maka kita memerlukan rack & pinion atau worm gear. Akibatnya banyak daya yang hilang. Saat ini telah tersedia linier elektrik motor yang langsung menghasilkan gerakan lurus tetapi harganya ‘mahal’. Pneumatik aktuator juga dapat digunakan untuk menghasilkan gerakan putar (contoh bor dokter gigi, screw driver pneumatik, motor hoist u crane dsb), namun aplikasinya tidak sebanyak u gerakan putar.

Keunggulan elektrik aktuator dibanding dengan pneumatik aktuator (u gerakan putar):

– Lebih cepat

– Lebih presisi/teliti

– Lebih mudah dikontrol (u daya menengah)

– Efisiensi energi baik

Tanggapan 2 – Widjokongko, Wimbo (wkongko)

Saya urun rembug….

Jika dealing dg existing facility/upgrading:

Dalam aplikasi kita di lapangan, pemakaian jenis actuator perlu pertimbangan existing facility, service/fungsi, ukuran, dll. Jika fasilitas supply IAS (Instrument Air Supply) sudah mencukupi dan reliable, penggunaan pneumatic type sebenarnya sudah cukup. Respon pneumatic juga lebih cepat khususnya untuk ukuran valve yang besar (10′ ke atas), apalagi untuk case ESD valve system.

Akan lebih sulit jika tuntutan prosesnya adalah fail safe mode (apakah itu fail to open , atau fail to close position), karena sampai hari ini saya belum cukup ‘puas’ dg penjelasan rekan rekan vendor control valve/electric actuator untuk kebutuhan ini. Karena kebanyakan yang ditawarkan adalah fail to last position mode, jikalau mau fail safe mode harus install tambahan battery dan/atau pake ‘spring’ dg konsekuensi daya motornya actuator digedein untuk akomodasi melawan gaya ‘spring’ tsb.

Jika dealing dg new facility development:

Bolehlah kita berhitung fungsi, kehandalan vs economic/energy consumption analisis.

Itupun dg catatan catatan . Misal untuk ESD system mau disyaratkan berapa lama respond time yang diminta, serta kebutuhan akan fail safe mode nya. Untuk analisa ekonominya juga harus dipertimbangakn tidak hanya harga beli pertama saja, juga biaya me-maintainnya selama umur ekonomis yang mau disimulasikan tentu saja.

PS:

Masalah harga juga saya masih meragukan , lha wong kawan kawan vendor itu kalo sudah tahu bakalan super open tender bantingan harganya menggiurkan sekali, pas giliran nanti terpasang , dan kita perlu partsnya , harga harganya sudah dinaikin dari price list yang di awal….. (smile).

Tanggapan 3 – Don Kuple

Pak Wim,

Untuk fail to closed dan fail to open apakah sama yang bapak maksudkan dengan fail close dan fail open?