Perforated plate digunakan untuk mempercepat waktu retensi pemisahan antara oil dan water (non emulsi). Pemisahan dapat dilakukan tanpa perforated plate namun akan membutuhkan space dan waktu retensi yang sangat lama terutama untuk debit besar. Perforated plate juga harus digunakan apabila air yang terpisah dari oil harus memenuhi ambang batas pencemaran untuk dibuang kembali ke lingkungan sekitar (misal: laut/ sungai).

Tanya – hendra.taruna

Dear rekans , saya minta share ilmunya tentang kapan kita perlu menggunakan perforated plate pada separator dan kapan kita tidak perlu menggunakannya. Parameter apa yang dijadikan acuan untuk kebutuhan instalasi perforated plate ke separator?
Bagaimana jika minyak yang ingin kita separasi memiliki pour point yang rendah?

Terima kasih atas bantuan bapak & rekan sekalian.

Tanggapan 1 – djanuardani

Halo mas Hendra,

Setahu saya perforated plate digunakan untuk mempercepat waktu retensi pemisahan antara oil dan water (non emulsi). Pemisahan dapat dilakukan tanpa perforated plate namun akan membutuhkan space dan waktu retensi yang sangat lama terutama untuk debit besar.

Perforated plate juga harus digunakan apabila air yang terpisah dari oil
harus memenuhi ambang batas pencemaran untuk dibuang kembali ke lingkungan sekitar (misal: laut/ sungai).

Umumnya proses garansi untuk air hasil proses pemisahan berkisar antara 30 – 50 ppm .

Parameter yang dibutuhkan biasanya debit, kekentalan dan berat jenis dari fluida tersebut.

Selain Perforated Plate, bisa juga digunakan wiremesh coalescer pack sedang untuk advance treatment biasanya menggunakan Hydrocyclonepack.

Tanggapan 2 – Fakhri

Dear Hendra and Denny,

Bukannya rentention time hanya ditentukan oleh debit dan volume?.

Menurut saya, perforated plate itu untuk mengurangi backmixing (dispersion) sehingga separator efficiencynya jadi naik.

Tanggapan 3 – djanuardani

Betul pak,

Maksud saya adalah proses pemisahan antara oil dan water menjadi lebih cepat dengan bantuan perforated plate.

Trims atas koreksinya pak.