Mohon share informasi dari Rekan-Rekan mengenai metode penghitungan orang yang cepat di Muster Point (Assembly Point), di waktu emergency situation. Dalam situasi emergency, alarm akan dibunyikan, dan semua pekerjaan akan distop, semua orang kecuali orang bagian pengoperasian pabrik akan berkumpul di Muster Point. Dalam masa shutdown atau expansion pabrik, jumlah orang yang bekerja akan sekitar ratusan. Tugas kita agar bisa menghitung orang dengan cepat dan mengetahui siapa yang hilang dan dari unit mana, agar kita bisa mengerahkan search and rescue.

was : Five reasons people die in confined space

Tanya – Widodo Wirjono

Dear Rekan-Rekan,

Mohon share informasi dari Rekan-Rekan mengenai metode penghitungan orang yang cepat di Muster Point (Assembly Point), di waktu emergency situation. Dalam situasi emergency, alarm akan dibunyikan, dan semua pekerjaan akan distop, semua orang kecuali orang bagian pengoperasian pabrik akan berkumpul di Muster Point. Dalam masa shutdown atau expansion pabrik, jumlah orang yang bekerja akan sekitar ratusan. Tugas kita agar bisa menghitung orang dengan cepat dan mengetahui siapa yang hilang dan dari unit mana, agar kita bisa mengerahkan search and rescue.

Atas sharing informasinya diucapkan terimakasih.

Tanggapan 1 – Priatna, Waluya

Usul dari saya mungkin disediakannya No 1 sampai dengan kebutuhannya disediakan Di Muster Point setiap yang kumpul harus mengambil No disitu dan setelah kumpul Kita check ada yang belum ngambil No tidak kalau sudah semua kita hanya menge Check No sisa di Muster poit tadi dari 100 yang tinggal hanya No 95 – 100 jadi Yang kumpul hanya 96 orang ini pendapat saya mungkin ada rekan lain yang jitu.

Tanggapan 2 – Hugi Rahardjo

Menurut pendapat saya, harus dibentuk struktur organisasi untuk Emergency Respon’ perusahaan (Corporate) dan setiap lantai ato bagian (Departemen) menunjuk salah satu personel untuk menjadi penanggung-jawab (Supervisor) untuk ’emergency respon’di bagiannya masing-masing. Supervisor tersebut sebaiknya membuat struktur organisasi emergency respon di bagiannya yang terdiri dari Team Evakuasi, P3K, Asset Data. Supervisor tersebut harus melakukan pendataan anggotanya dan inventory asset. Data tersebut harus selalu di up-date sesuai denga kondisi aktualnya.

Saat tejadi bahaya (Kebakaran, Bom, Gempa…dll), supervisor ato team evakuasi akan dengan mudah untuk mengetahui jumlah orang anggotanya yang telah berkumpul di Muster Point bedasarkan data orang yang telah up dated tersebut. Apabila hal ini dilakukan secara konsisten, akan juga memudahkan bagi ‘Ketua Emergency Respon’ untuk mengetahui jumlah total orang yang berkumpul tanpa harus melakukan perhitungan. Kalo harus dilakukan perhitungan saat di Muster Point, menurut saya kok akan memakan waktu, karena sifat dari bahaya yang ada memerlukan respond time yang sangat cepat. Masih banyak hal-hal yang lebih penting yang harus dilakukan daripada sekedar hanya melakukan pencatatan orang.

Mungkin pendapat saya tidak selalu benar, mohon koreksi dan masuknnya dari teman milist yang lain. ‘Perbedaan pendapat diantara kita adalah berkah dan rahmat-Nya yang patut kita syukuri’.

Tanggapan 3 – Widodo Wirjono

Pak Waluya, Pak Hugi dan Pak Paul,

Terimakasih banyak atas masukannya yang akan kami pakai jadikan bahan perbaikan dari sistim yang ada pada kami. Dengan perkembangan kilang yang pesat, pengisolasian operating plant nampaknya memang mutlak diperlukan. Sistim penghitungan yang cepat sewaktu ada emergency termasuk identifikasi orang yang hilang dan identifikasi lokasi terakhir dia bekerja di unit mana diharapkan akan dapat me-rescue korban.