Saya ingin menanyakan jika ada referensi yang menjadi acuan/ batasan jarak untuk lokasi LPG Sphere storage tank ke furnace?
Apakah jarak tersebut perlu mempertimbangkan pre-vailing wind (untuk arah angin yang paling dominan)?

Tanggapan 1 – edfarman@ikpt

Dear alls,

Saya ingin menanyakan jika ada referensi yang menjadi acuan/ batasan jarak untuk lokasi LPG Sphere storage tank ke furnace?

Apakah jarak tersebut perlu mempertimbangkan pre-vailing wind (untuk arah angin yang paling dominan)?

Kasusnya misalkan:

LPG Storage tank berbentuk spherical tank dengan design pressure 1.5 kg/cm2G
LPG ini tidak digunakan untuk furnace tapi untuk kebutuhan equipment yang lain (boiler di Utility area).

Tidak ada connecting-pipe yang menghubungkan LPG sphere (at Tank Terminal) dgn Furnace (at Process Area).
Kekhawatiran timbul jika ada kebocoran pada LPG sphere ke atmosphere dan ‘terbawa’ ke arah sumber api (furnace).

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Tanggapan 2 – Dani Oktiono

Mungkin API standard 2510

(Design and Consctruction of LPG installation) bisa menjadi acuan. lihat di klausul 3.1.2.5 sbb

The minimum horizontal distance between the shell of an LPG tank and facilities or equipement….

a. for process vessel, 50 ft

b. for flares or other equipment containing exposed flames, 100 ft

c. furnace & utility boiler, 50 ft etc.

Tanggapan 3 – wendy junaedi

Dear edf,

Bisa di lihat di NFPA 58 appendix I

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Mas Edfarman,

Sebaiknya dilakukan QRA untuk merekomendasikan jarak yang aman… karena NFPA dan API dibikin berdasarkan most credible case dan kadang tidak aplikatif untuk kondisi fasilitas di tempat tertentu seperti di Indonesia misalnya.

Melakukan QRA terlebih dahulu harus diawali dengan HAZOP/HAZID untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya yang mungkin ada/terjadi, kemudian dilakukan Failure Frequency Assessment untuk menganalisa kemungkinan kecelakaan/failure pada tangki LPG bersangkutan (termasuk ukuran lobang kebocoran/pecah yang mungkin terjadi), dilanjutkan dengan Consequence Analysis untuk menganalisa dispersi gas/aeorsol/LPG liquid yang mungkin terjadi berdasarkan prevailing wind, roughness, atmosphere stability class, termasuk juga probit analysis untuk efek flash fire/jet fire/VCE/BLEVE, dan kemungkinan domino efek yang mungkin terjadi. Hasil dari Failure Frequencies Assessment + Consequence Analysis diejawantahkan dalam suatu Event tree analysis untuk memperoleh nilai IRPA (individual risk per annum) dan PLL (potential loss of life), atau jika perlu potential loss of money, Ini lah yang dihasilkan dalam sebuah QRA…

Kalau boleh tahu berapa banyak storage LPGnya? kemudian berapa tekanan dan temperaturnya? berapa meter pula jarak ke furnace? dengan mengetahui ini dan mengasumsikan beberapa kondisi atmosfer dan roughness dan lainnya, Insyaallah saya bisa membantu mas edfarman dengan memakai software consequence analysis yang saya punyai.

Tanggapan 5 – edfarman@ikpt

Dear Mas DAM, Mas Wendy Junaedi dan Mas Dani Oktiono, Terimakasih atas informasi dan sharingnya.

Selanjutnya menjawab permintaan dari Mas DAM dgn harapan dpt dibantu,

Q: Kalau boleh tahu berapa banyak storage LPGnya?

A: Working Capacity = 5,800 cu-m for Mixed-LPG (S.G.=0.55)

(Sphere Size, ID=23.25m; LLL=1.5m & HLL=18.535m)

Q: kemudian berapa tekanan dan temperaturnya?

A: Design: P = 12.2 (at top) / FV.; T = 85 degC.

Operating P = 6(min)/10.5(norm); T=23deg.C(min)

Q: berapa meter pula jarak ke furnace?

A: Sekitar 60-meter (to CL of Sphere).

Ke outer shell of sphere sekitar 48-meter.

Sekali lagi terimakasih.

Tanggapan 6 – edfarman@ikpt

Maaf ada yang terlewatkan,

Unit pressure di bawah dalam kg/sq.cmG.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: