Istilah blowdown analysis adalah istilah untuk suatu pekerjaan kajian tentang penurunan tekanan selama rentang waktu tertentu pada suatu sistem bertekanan tinggi untuk mencapai tekanan tujuan yang sudah tertentu. Umumnya tekanan tujuan adalah tekanan di relief containment atau tekanan vent/flare, mostly pada tekanan atmosferik.

Tanya – Muchlis Nugroho

Mau tanya kalau istilah blowdown analysis di gas plant itu maksudnya apa ya? Kira-kira guidance standard nya apa ya?

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Mas Muchlis,

Istilah blowdown analysis adalah istilah untuk suatu pekerjaan kajian tentang penurunan tekanan selama rentang waktu tertentu pada suatu sistem bertekanan tinggi untuk mencapai tekanan tujuan yang sudah tertentu. Umumnya tekanan tujuan adalah tekanan di relief containment atau tekanan vent/flare, mostly pada tekanan atmosferik.

API RP520 dan API 521 menyinggung ‘sedikit’ (namun cukup proper) tentang hal ini.

Proses blowdown adalah proses yang beresiko mengingat ada dua kecelakaan besar di dunia yang sedikit banyak disebabkan proses blowdown yang tidak dihitung berbasiskan resiko. Texas city refinery accident dan Bhopal adalah dua contoh nya…

Kriteria lain selain tekanan ultimate dan waktu blowdown adalah erosional velocity pada piping selama blowdown, noise yang timbul selama blowdown, dispersion analysis, dan fire/heat radiation calculation. Semuanya seharusnya ada dalam suatu studi blowdown.

Khusus untuk sistem kompressor patut diperhatikan adanya, settling out pressure calculation, karena perbedaan kondisi proses pada bagian hulu dan hilir kompresor.

semoga sedikit menjelaskan.

Tanggapan 2 – Alvin Alfiyansyah

Dear Mas Muchlis,

Blowdown system disini maksudnya adalah suatu system pembuangan yang merupakan bagian dari effluent containment disposal system. Ketika condensable vapors, aquaeous effluent contaminated, dam other liquid streams bereaksi yang dapat menyebabkan plant emergency maka fluids ini perlu dibuang. Contoh equipment yang merupakan bagian dari blowdown system itu sendiri adalah oily water sewers, chemical sewers, closed drain header system for flammable liquids or special materials, quench blowdown drum, atau system lain yang dapat menampung load yang cukup besar.

Blowdown dapat dibagi menjadi blowdown system utk vapor relief stream (biasanya dibuang ke atmosfir, lower pressure vessel/system, closed pressure relief system atau langsung ke flare, sump condenser) dan liquid relief stream (biasanya dibuang ke liquid blowdown drum, lower pressure system/vessel, oily water sewer – hanya untuk dalam kasus fluidnya tidak mengandung hazard, vaporizer, pump suction yang tahan dengan temperature tinggi, dan burn-pit yang sudah dilarang di Indonesia) yang masing-masing punya persyaratan sendiri. Process data penting yang diperlukan adalah temperature system, pressure upstream dan downstream system, blowdown rate, geometric volume dari system blowdown yang dimaksud, dan properties fluidsnya itu sendiri (compressibility, toxicity, viscosity, solidification, miscibility dan lainnya jika dirasakan perlu).

Tujuan dari analisa ini adalah sbb. :

• Mengurangi inventory fluids yang mudah terbakar dalam kasus emergency bukan termasuk dari aktifitas rutin deinventory

• Mengurangi waktu dari kebocoran yang dapat menyebabkan terjadinya jet fire secara terus menerus

• Avoid a vessel rupture caused by the fire heating up the vessel’s metal wall and thereby lowering the metal’s yield stress below that induced by the vessel’s internal pressure. (Mengurangi kenaikan temperatur metal vessel yang melebihi design)

System tradisional dari blowdown system adalah menggunakan restriction orifice yang dipasang pada pipa yang dimaksud dengan pemasangan automatic isolation valve di upstreamnya. Kejelekan system tradisional ini adalah ketika vessel diperlukan utk diblowdown maka pressure menurun drastis sejalan dengan pressure dalam vessel tsb. dan flowrate dari blowdown process tsb. biasanya mencapai high peak flowrate yang dapat lebih besar dari kapasitas flarenya, makanya haruslah benar-benar dihitung apakah sesuai dengan kapasitas flarenya dan radiasi yang diakibatkan dari proses ini. Dalam kasus offshore hal semacam ini dapat menyebabkan mahalnya instalasi flare yang diperlukan.

Proper controlled blowdown adalah dengan mendesign blowdown system dengan flowrate konstan dalam masa depressurizing (15 minutes as per API 521) atau cara lainnya dengan menggunakan RO yang tahan pada high pressure dan dapat memprovide redundancy pada control valve (instead of using automatic isolation valve) yang dipakai sehingga ketika
valve terbuka perlahan saat depressurization process berjalan dengan pressure konstan ke flare header dan flowrate yang dibuang diharapkan tidak melebihi design flowrate utk flare tipnya. Ada lagi contoh proper blowdown system yang lebih canggih dengan assesoris dan pengontrolan, yang pernah saya baca di internet, mungkin kalo ketemu papernya saya akan kirimkan. Dapat menerima attachment sampai 1 MB ngga, Mas ? Mudah-mudahan ketemu nanti malam file-nya.

Memang shoheh apa yang dikatakan Om Gharonk, erosional velocity, sonic velocity, noise, tekanan optimum/ultimate sampai waktu optimum blowdown biasanya menjadi bagian dari blowdown study/analysis itu sendiri apalagi kalo melibatkan kompresor dimana biasanya ada settling out pressure calculationnya juga.

Jenis blowdown dapat dibagi menjadi cold blowdown dan hot blowdown tergantung temperature streamnya (bubble point salah satu factor utama yang membedakannya) .

Reference selain API 521, API 520, dapat juga dilihat di GPSA, tulisan2 H.K Fauske tentang emergency relief system, DIERS paper utk relief emergency system, dan guidelines for engineering design and process safety – AICHE yang mungkin sudah anda punyai.

Ada paper sangat singkat yang mungkin dapat dilihat-lihat di iips- online.com untuk pengenalan effluent disposal system.

Ini Mas Muchlis PSCE kah …?

Sekarang sudah di tempat lain yaa.. ?

Please CMIIW my inputs…

All of you my know better than me…

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: