Pemerintah tidak membuat regulasi tentang water shower, hanya ini dianjurkan sebagai salah satu safety equipment yang harus ada, sebagai pertolongan pertama pada emergency situation. Pemasangannya itu diserahkan kepada masing masing plant, dan posisinya harus strategis, mudah dijangkau bila ada emergency,dan selalu berfungsi baik selamanya. Tekanan air pada eye shower max 2kgf/cm2G, karena fungsinya sebagai pembilas. Kalau tekanan berlebih, akan membahayakan mata, karena fluida yang di mata akan tertekan masuk ke rongga mata. Pada lokasi eye shower diberikan papan petunjuk,yang mudah dibaca,dan diterangi lampu pada malam hari saja.

Tanya – inggriet lawalata

Rekan-rekan,

Plant kama akan meng-install additional eye shower and shower, tapi kami masih membutuhkan data ttg hal-hal sbb:

1. Adakah regulation dari Pemerintah Indonesia ttg penempatan suatu eye washer and shower dalam suatu tempat plant? Atau bila ada regulation lain/standard safety ttg penempatan eye washer and shower ini?

2. Setiap eye washer and shower biasanya dilengkapi dengan emergency lamp (warnanya hijau), apakah lampu ini selalu menyala baik siang atau malam?

Karena di plant kami, menyala hanya malam hari, tentunya menurut saya hal ini tidak sesuai dengan kaidahnya sebagai lampu penunjuk adanya eyewasher and shower.
Saya sangat mengharapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tsb diatas.
Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Doddy Samperuru

Dear Ibu Inggriet,

1. Saya yakin ada peraturannya dari pihak berwenang di kita, cuman maaf saya tidak tahu detailnya. Di perusahaan tempat saya bekerja ada safety standardnya yg mengatur tentang Safety Shower & Eye Wash Station (SSEWS).

Sekedar untuk disharing, berikut rangkumannya:

A. Fluida yg dipergunakan

1. Air bersih, idealnya sekualitas air minum.

2. Jika air dibiarkan di tangki penampungan, besar kemungkinan akan ditumbuhi bakteri.

Ada beberapa bahan kimia yg aman untuk mata boleh digunakan untuk menekan perkembangan bakteri dalam air. EWS harus di flush dgn air bersih setiap 30 hari sekali.

B. Spesifikasi pemasangannya

1. SSEWS harus dipasang di sekitar tempat kerja dimana ada bahan kimia terutama yg bersifat korosif.

2. Kalau terpisah, SS & EWS harus tetap berada di lokasi yg sama.

3. Suplai air harus didesain agar SS & EWS dapat dipergunakan pada saat yg bersamaan.

Suplai air untuk SS minimal 30gpm (114lpm), untuk EWS minimal 5gpm (19lpm). Untuk suplai air bertekanan 30 psi (207kpa), salurannya minimal berdiameter 1in (2.54cm). Suplai air harus dalam keadaan bertekanan setiap saat.

4. Saluran buangan SSEWS harus dijaga jangan sampai kena peralatan/instalasi listrik.

5. Pada daerah yg termasuk high-risk (misalnya: tempat pencampuran acid, tempat pemindahan acid, dsb.), sebagai tambahan SSEWS dapat dipasang selang air yg panjangnya menjangkau semua penjuru daerah high-risk tsb.

6. Valve (keran) pada SSEWS harus mudah dioperasikan dengan tangan atau diinjak oleh kaki. Valve yg memerlukan putaran lebih dari satu putaran, atau lebih dari satu tarikan (pull), atau lebih dari satu dorongan (push) tidak boleh digunakan.

7. Valve yg menggunakan pegas (spring) juga tidak boleh digunakan.

C. Lokasi & akses pemasangan

1. Kepala pancuran air dari SS minimal 7ft (2.1m) tingginya dari lantai.

Pancuran air harus menjangkau seluruh bagian tubuh kita.

2. Tuas valve SS harus berada di atas kepala kita & tetap dalam jangkauan tangan. Valve tsb harus dioperasikan dengan cara menarik tuas ke bawah.

3. Mangkok EWS harus terletak sekitar 3.5ft (1m) dari lantai. Valvenya harus berada di bawah mangkok.

4. SSEWS harus berada pada ketinggian yg sama dgn work-area & tidak boleh lebih dari 15-20ft (4.6-6m) jaraknya dari work-area. Kalau work-areanya besar, maka SSEWS yg dibutuhkan bisa lebih dari satu.

5. Akses ke SSEWS harus clear dari segala arah. SSEWS tidak boleh ditempatkan dimana kita harus melewati pintu, tangga atau di belakang peralatan.

D. SSEWS temporary atau portable

1. Harus ada jikalau yg permanen tidak tersedia. Harus dapat menyuplai air bersih secara kontinyu selama minimal 15 menit.

2. EW bottle harus tersedia di semua kendaraan operasional.

E. Visibility

1. Semua SSEWS harus dicat hijau (‘safety-green’). Backgroundnya juga dapat dicat hijau (dari lantai sampai ketinggian kepala shower & sekitar 3ft (1m) di kedua sisinya.

2. SSEWS harus mempunyai sign. Sign bisa dengan tulisan ‘EYE WASH STATION’ & ‘SAFETY SHOWER’, masing-masing dalam bahasa Inggris & bahasa lokal. Sign bisa juga dengan simbol yg sebetulnya lebih mudah dimengerti setiap orang.

F. Range temperatur

1. Suplai air harus didesain sehingga suhunya tidak kurang dari 10oC atau lebih dari 50oC.

G. Prosedur membersihkan mata memakai EWS

1. Sebelum memulai bekerja, kita harus mengetahui di mana letak SSEWS & mengetahui cara pemakaiannya.

2. Jika mata terkena bahan kimia, kita harus segera membersihkannya dalam waktu 15-30 detik.

3. Kalau ada objek atau bahan kimia yg masuk ke mata, JANGAN mencoba mengeluarkannya dgn mengucak mata. Cara terbaik adalah membasuhnya dgn air bersih sebanyak mungkin.

4. Buka & tahan kelopak mata dgn jari, biarkan semua bagian mata terbasuh dgn air.

5. Basuh paling tidak selama 15 menit.

6. Periksa ke Medical Officer atau dokter untuk memastikan semuanya sudah baik.

2. Di safety standard kami, warning light pada SSEWS tidak dicantumkan.

Tetapi common sensenya jelas, untuk memberitahukan bahwa di situ ada SSEWS.

Juga kalau operasinya 24 jam, maka penerangan yg cukup di malam hari memang dibutuhkan.

Masing-masing perusahaan mungkin mempunyai standard yg berbeda, tetapi tujuannya sama. Silahkan kalau ada yg mau mengoreksi atau melengkapi.

Tanggapan 2 – Putu Mudhita

Dear mbak inge,

berikut komentar dari team HSE kami, semoga ini bisa menjadi masukan juga buat rekan2 yg lain.

Yohanes Budhiatmono :

Sepertinya pemerintah tidak membuat regulasi tentang water shower, hanya ini dianjurkan sebagai salah satu safety equipment yang harus ada, sebagai pertolongan pertama pada emergency situation. Pemasangan nya itu diserahkan kepada masing masing plant,dan posisinya harus strategis,mudah dijangkau bila ada emergency,dan selalu berfungsi baik selamanya. Tekanan air pada eye shower max 2kgf/cm2G, karena fungsinya sebagai pembilas. Kalau tekanan berlebih, akan membahayakan mata, karena fluida yang di mata akan tertekan masuk ke rongga mata. Pada lokasi eye shower diberikan papan petunjuk,yang mudah dibaca,dan diterangi lampu pada malam hari saja.

Tanggapan 3 – inggriet lawalata

Pak Doddy dan Pak Putu, terima kasih untuk reviewnya..

Untuk pertanyaan no. 1, ttg peraturan pemerintah, Safety kami pun menyerahkannya pada operation, karena mereka masih mencari peraturannya. Untuk pertanyaan no. 2, ttg lampu hijau pada eyewasher and shower, di plant kami, installationnya masih menyambung dengan installation lampu jalan, sehingga padam pada siang hari. Di pabrik yang lain (menurut pengalaman Pak Doddy dan Pak Putu) bagaimana? Bila juga menyala pada siang hari, berarti saya akan coba request agar lampu hijau pada existing eyewasher and shower tetap menyala 24 jam.
Terima kasih untuk tanggapannya.

Tanggapan 4 – Putu Mudhita

Dear mbak inge di Candra Asri,

berikut jawaban dari HSE Dept kami.
semoga dapatlah membantu memebrikan masukan yg berarti.

========

Yang penting…Lokasinya harus mudah dicapai pada saat emergency
Hanya diwaktu malam yang memerlukan penerangan, dan kalau memang dipasangi lampu harus yang berkedap kedip, kalau bisa berwarna biru seperti ambiulance itu.
Kalau gelap total …………sebaiknya perlu dipikirkan sytem emergency lighting.

Posisi pemasangan hanya ditempat dimana sangat potensial orang tersembur cairan kimia tersebu. Ingat tekannannya jangan melebihi 2 kgf/cm2G, karena tekanan berlebih malah membahayakan penggunannya.
Sekian dan terima kasih.