Stainless steel, dan kebanyakan logam lainnya, adalah konduktor yang baik. Panas, aliran listrik, gelombang kejut bisa dialirkan dengan baik oleh bahan logam. Panas yang sangat tinggi bisa menimbulkan gelombang elektromagnetik. Tapi panas air dalam teko tidak cukup tinggi untuk menimbulkan listrik.

Tanya – indradjaja andy

Mohon pencerahannya ,

Kasus :

Saya hendak mengisi teko yang terbuat dari stainless steel (tidak tau apakah 316 , 303 atau jenis SS yang lain) dengan air panas melalui dispensher , di mana di dalam teko tersebut terdapat teh bubuk.

Pada saat di isi , tangan saya yang memegang teko tersebut bergetar (seperti orang kena setrum listrik) karena kaget kemudian berhenti dan di ulang sampai 4 kali dan tetap sama kejadiannya.

Lingkungan :

Dispensher di letakkan di atas meja kayu dalam kondisi kering dan tidak ada bekas cairan atau apapun yang dapat menghantarkan arus listrik.

Pada saat pengisian teko , teko tersebut di angkat dan tidak menempel di dispensher.

Dispensher juga dalam konsisi kering dan alat pengisian juga kering dan terbuat dari plastik serta tidak ada tanda 2x arus yang bocor (karena sudah saya periksa dengan test pen)

Pertanyaannya :

1. Apakah bahan yang terbuat dari Stainless Steel dapat menghantarkan aliran listrik walaupun tidak ada media penghantar yang baik sebagai konduktor.

2. Apakah ada fenomena lain yang berhubungan dengan komposisi material Stainless Steel

3. Apakah dari bubuk teh tersebut juga dapat sebagai penghantar listrik yang baik (tapi khan tdk di sambung dengan arus listrik ??)

Hal tersebut belum saya lakukan di dispensher yang lain dan mungkin baru Senin akan saya bawa ke kantor untuk di coba.

Terima kasih atas masukannya.

Tanggapan 1 – Arief Yudhanto

Dear Pak Andy,

Langsung saja ya:

1. Apakah bahan yang terbuat dari Stainless Steel dapat menghantarkan aliran listrik walaupun tidak ada media penghantar yang baik sebagai konduktor?

Stainless steel, dan kebanyakan logam lainnya, adalah konduktor yang baik. Panas, aliran listrik, gelombang kejut bisa dialirkan dengan baik oleh bahan logam.

Mungkin getaran yang dialami oleh Pak Andy adalah getaran akibat transfer panas dari air ke teko. Dalam air yang mendidih, atom-atom bergerak dengan frekuensi yang tinggi dan amplitude yang besar. Panas dialirkan oleh air ke dinding teko, terjadi thermal contact dimana teko menyesuaikan temperaturnya dg air (secara transient), lalu membuat atom-atom stainless steel turut bergerak cepat meski dalam frekuensi yang berbeda. Dinamika atom-atom dalam steel inilah yang menyebabkan teko bergetar.

Panas yang sangat tinggi bisa menimbulkan gelombang elektromagnetik. Tapi panas air dalam teko tidak cukup tinggi untuk menimbulkan listrik. Jadi, saya kira tidak ada aliran listrik dalam teko tersebut.

2. Apakah ada fenomena lain yang berhubungan dengan komposisi material Stainless Steel?

Saya blm menemukan fenomena lain, yang berhubungan dengan komposisi logam baja, yang bisa menyebabkan getaran ini. Mungkin rekan MIGAS lainnya ada yang bias menjelaskan fenomena lainnya.

Getaran atom suatu bahan ditentukan oleh jenis ikatan antaratom-nya. Ikatan antaratom ini ditentukan oleh komposisi kimia dan paduan dalam logam. Getaran atom baja ditentukan oleh komposisi Fe, Carbon, dll. Saya tidak memiliki data mengenai efek penambahan bahan lain pada baja terhadap frekuensi pergerakan atom.

FYI: frekuensi pergerakan atom bisa diukur dengan difraksi XRay setelah kita memanaskan logam dalam temperatur tertentu.

3. Apakah dari bubuk teh tersebut juga dapat sebagai penghantar listrik yang baik (tapi khan tdk di sambung dengan arus listrik ??)

Saya kira bubuk teh tidak memberikan efek apa-apa terhadap getaran yang dialami Pak Andy. Tapi kadar garam yang tinggi dalam air mungkin saja bisa memberikan efek.

Demikian. Mungkin ada rekan2 lain yang menambahkan …

Tanggapan 2 – indradjaja andy

Pak Arief,

Baik .. terima kasih atas informasinya dan yang menjadi pertanyaan lebih lanjut adalah

1 . Mengapa produsen memproduksi teko berbahan SS atau logam sedangkan mereka termasuk keluarga konduktor yang baik dan tidak melapisi teko tersebut dengan berbahan isoator pada tangkai / pegangannya.

Lalu , mengapa pada penggorengan / sothel (yang berbahan SS atau logam) tidak terjadi getaran dan hanya terasa panas apakah hal tersebut karena pada penggorengan / sothel adanya perbedaan pada media nya (air dan minyak goreng).

Quote :

Panas yang sangat tinggi bisa menimbulkan gelombang elektromagnetik. Tapi panas air dalam teko tidak cukup tinggi untuk menimbulkan listrik. Jadi, saya kira tidak ada aliran listrik dalam teko tersebut.

Betul , maaf saya lupa krn pada saat itu saya coba dengan test pen , pada test pen tersebut lampu tidak menyala yg menandakan tidak ada aliran / arus listrik.

2. Benar pak , jika ada yang tidak terpakai saya juga tertarik untuk mencoba untuk mengetahui apakah ada cacat produksi pada teko tersebut atau hal yang menarik pada peralatan yang berbahan Stainless Steel.

Mungkin ada masukan yang lain mengenai bahan Stainless Steel tersebut.

Tanggapan 3 – Arief Yudhanto

[1] Mungkin alasan penggunaan satu bahan saja dalam produksi teko tersebut adalah masalah hemat material/ongkos produksi. Yang saya tahu, umumnya teko2 jaman sekarang, pemegangnya sudah berbahan non-logam atau terdapat isolator.

Dengan pemegang yang non-logam sekalipun, kemungkinan terjadi getaran juga ada, cuma mungkin frekuensinya lebih kecil karena ada loss factor dari bahan non-logamnya.

[2] Seperti halnya air yang mendidih, minyak juga mengakibatkan dinamika atom ketika dipanaskan (tapi titik didihnya tentu berbeda dengan air). Mungkin untuk mengetahui adanya getaran atau tidak, anda bisa memasukkan minyak yang mendidih ke dalam teko anda, lalu mulai mendeteksi ada atau tidaknya getaran. Sothel/penggorengan yang tidak bergetar bisa jadi karena thermal contact hanya terjadi pada luasan yang kecil (jauh lebih kecil dibanding luasan thermal contact antara teko dg air mendidih).

Sekedar iseng barangkali, beberapa eksperimen (E) yang bisa anda lakukan:

E1. Ganti air dengan minyak mendidih, lalu coba lihat ada tidaknya getaran; ukurlah secara kualitatif apakah getarannya lebih hebat dibanding jika yang mendidih itu air.

E2. Balutlah pemegang teko dengan kain beberapa lapis, lalu ukur kembali getaran secara kualitatif (rasakan getaran yang terjadi).

E3. Ganti teko logam dengan teko terbuat dari glass, lalu coba deteksi getaran yang terjadi.

E1 untuk mengetahui pengaruh jenis fluida mendidih terhadap getaran teko.

E2 untuk mengetahui fungsi pemegang non-logam dan damping effect.

E3 untuk mengetahui pengaruh bahan teko terhadap pembangkitan getaran.

Selamat mencoba. Cheers 🙂

Tanggapan 4 – indradjaja andy

Baik , terima kasih ..

Untuk yang E , nanti akan saya coba .. dan hasilnya akan kami informasikan lebih lanjut , yang jelas jika memakai air yang mendidih getaran terasa cepat sekali.