HSE tidaklah berada pada level procedural. HSE itu suatu tingakatannya adalah pada tingkatan ‘sistem’ yaitu sistem manajemen. Sebuah sistem manajemen terdokumentasi seyogyanya memang terdiri dari dokumen-dokumen yang dijadikan panduan buat operasional dan juga pengendalian operasional itu agar bisa mencapai sasaran (objectives) yang ditetapkan sesuai dengan komitmen (policy).

Tanya – ifan rifandi

Bapak2/ Ibu2,

Maaf posting lowongan

Our company is seeking Q&HSE Officer who will be responsible for Q&HSE (Quality, Health, Safety and Environment) Company.
The candidate will Develop, implement and maintain Company’s HSE rules and procedures.

Be as PIC for Quality Management System Preparation

Maintain Company QMS

Perform Q&HSE Audit

Develop and maintain HSE record keeping system

Be familiar to use and practice fire prevention, safety and health protection and environmental protection standards

Be responsible for HSE project personnel fulfillment

Perform Pre Job Q&HSE meeting

Etc (TBA)

Qualification:

University Graduate (preferable) from HSE Department. Has experience in Q&HSE related work (Preferable in Company servicing to Oil & Gas industry).
Know and familiar with common Q&HSE standard.
Interest person, please send application to : eri@corrpro.co.id, cc to wahyu@corrpro.co.id

Tanggapan 1 – Dirman Artib

Wah tanggung jawab utk :

– Develop, implement and maintain Company’s HSE rules and procedures bukankah tugas seorang President Direktur/CEO/Dirut Utama tuh….?

Masa sih tugas untuk mendesign,mengimplement dan me’maintain’ sebuah system manajemen akan efektif jika diemban oleh seorang HSE Officer ?

Saya hanya bertanya, karena prihatin ada organisasi kurang tepat mendefinisikan level tanggung jawab kepada jabatan spt.tingkatan HSE officer.

Tanggapan 2 – Tampubolon, Agus F

Dalam hal develop, implement dan maintain HSE rules dan procedure oleh seorang HSE officer ini sepertinya bukan hal biasa, saya pernah terlibat tapi tidak langsung dalam hal implementasinya, dan saya hanya mengkoordinasikan dengan HSE Officer dalam maintain dan develop procedurenya.

Adapun pres dir hanya sebatas review, approve dan bagaimana commitment perusahaan terhadap HSE perusahaan tsb.

Hal implement, dev, maintain sepenuhnya ditangan HSE officer, dan apabila audit datang yg di Audit si HSE officernya, karena tugas2 dan pelaksanaanya yg tertera dalam procedure itu tanggung jawab dari si HSE officernya.

Seperti contoh singkat: emergency Procedure Apabila ada emergency bisa dikatakan seorang presdir tdk pernah mengarahkan employee lari ke master point apabila terjadi emergency, dan ini biasanya responsible dari HSE Officer dengan assistantnya untuk mengarahkan kemana pergi apabila terjadi emergency. Ini contoh hal Implementasi.

Mohon maaf kalau ada yg kurang, semoga membantu.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Rekan-rekan,

Saya sendiri berpandangan bahwa HSE itu tidaklah berada pada level procedural. HSE itu suatu tingakatannya adalah pada tingkatan ‘sistem’ yaitu sistem manajemen.

Sebuah sistem manajemen terdokumentasi seyogyanya memang terdiri dari dokumen-dokumen yg dijadikan panduan buat operasional dan juga pengendalian operasional itu agar bisa mencapai sasaran (objectives) yg ditetapkan sesuai dengan komitmen (policy).

Nah, di antara dokumen-dokumen itu ada yang namanya prosedur terdokumentasi untuk menjadi acuan protokol dalam bekerja. Dokumen-dokumen lainnya bias saja gambar, skets, guideline, brochures, licenses, dll. yang didefinisikan dan ditetapkan. Jenis,tipe, jumlah, warna, bau rasa dari dokumen-dokumennya tergantung kepada kompleksitas organisasi, jangkauan operasionalnya, ukuran, jumlah orang bekerja. dll.

Nah, semua prosedur-prosedur yang ada itu akan dianggap sebagai prosedur HSE jika organisasi tersebut memberi nama sistem manajemen nya dengan HSE Management System. Jadi rasanya lucu juga jika ada prosedur yang diberi nama khusus Prosedur HSE.

Apakah prosedur untuk melakukan rekruitment karyawan bukan prosedur HSE ?

Siapa bilang begitu , karena prosedur untuk rekruitmen karyawan adalah salah satu mekanisme dalam sistem untuk memastikan bahwa orang yang dipekerjakan harus kompeten sesuai dengan kompetensi standar yang ditetapkan dimana standar tersebut bersandar kepada pendidikan, pelatihan, pengalaman, jam terbang dll. Nah…..tujuan umumnya adalah agar kecelakaan kerja yang disebabkan oleh pekerja yang tidak kompeten bisa dicegah atau dikurangi potensi resikonya. Dalam hal prosedur ini dipelihara dan dimiliki oleh dept. semisal HRD atau Personalia itu adalah soal biasa, tetapi prosedur ini jelas mendukung sistem manajemen HSE di perusahaan tersebut.

Apakah prosedur untuk melakukan verifikasi terhadap hasil software kalkulasi dalam tahap design/engineering bukan prosedur HSE ? Siapa bilang tidak, karena tujuan untuk memverifikasi software misalnya untuk mengkalkulasi tebal dinding pressure vessel adalah untuk memastikan bahwa sofware tersebut valid, integritasnya terjamin, sesuai dengan engineering code yang dipersyaratkan, sehingga hasil hitungan tebal dinding vessel bisa dipercaya dan……nggak bakal meledak karena tekanan operasionalnya. Nah, ini khan untuk menghindari kecelakaan atau potensi kecelakaan yg akan membunuh orang,
merusak peralatan atau membuat polusi bagi tanah, air atau udara.

Seandainya ada dept. HSE dalam sebuah organisasi, maka sangat wajar juga mereka memilki prosedur-prosedur yang dibuat dan dipelihara dengan tujuan sebagai panduan bagi operasional mereka sehari-hari. Nah dalam hal ini mungkin lebih cocok diberinama Prosedur Departmen HSE,………………….. jadi bukan prosedur HSE.

Mosok sih Emergency Response harus didevelop dan dipelihara oleh Dept. HSE ? Bagaimana jika misalnya saat sebuah alat angkat (crane) yang sedang beroperasi atau sedang mengangkat barang berat, tiba-tiba saat barang masih tergantung mesinnya mati mendadak. Nah.barang tidak bisa diturunkan karena mesinnya mati, padahal tidak boleh barang tersebut hanya tergantung-gantung pada posisi tsb. Nah……kondisi seperti ini bisa didefinisikan sebagai kondisi emergency dan…..pasti untuk ini harus ada ‘Emergency Response Procedure’ agar barang bisa diturunkan dalam kondis abnormal/emergency tsb. .

Lantas …..apa yang yang relevan dengan dept. HSE untuk kasus emergency di atas? Nggak ada to ?

Jelas dong Dept. alat berat/rigging yang harus bertanggung jawab untuk mendevelop prosedur emergency response nya. Orang HSE jelas nggak kompeten…. to mas . Ya mungkin ada mekanisme/petunjuk disediakan oleh pabrik pembuat crane untuk diturunkan secara manual oleh operator crane.

Begitu lah….mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan-rekan yang biasa melihat wajah safety sebagai wajah safety officer di lapangan bisa mengerti.

Tanggapan 4 – Teguh FK

Ingin menyempurnakan pak bahwa develop, implement and maintain HSE rules tdk sepenuhnya tanggung jawab HSE officer. Mungkin redaksionalnya saja yg salah, karena legally tidak.

‘It is important for boards (directors) to remember that, although HSE function can be (should be) delegated, legal responsibility for HSE rests with the employer.’

It is important for boards to remember that, although health andsafety functions can (and should) be delegated, legal responsibility for health and safety rests with the employer.